SIAK

Diduga PT. ATM Buang Limbah Ke Anak Sungai, Kadis Dan Kabid DLH Siak Bungkam Seribu Bahasa

 

KARIMUNTODAY.COM,SIAK– Pasca Mencuatnya Pemberitaan di media massa Perihal salah satu Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS-red) milik PT Anugerah Tani Makmur (ATM) Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Yang mana Diketahui adanya drainase kecil tempat lalunya limbah Di Belakang PKS menuju sungai Pinggai, hingga Mengakibatkan aliran anak Sungai Pinggai saat ini tercemari oleh limbah pabrik Kelapa Sawit dari PT.ATM Tersebut.

Terkait Hal ini Wartawan Mencoba melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Syafrilenti Dan Kabid-nya yang Bernama Arda, Melalu pesan singkat di Whatsapp pribadi mereka, Namun Sayangnya Pesan konfirmasi tersebut sudah di baca dengan tanda ceklis Biru di pesan Whatsapp mereka, dan Hingga Berita ini di tayangkan tidak di Gubris dan Tidak ditanggapi sama sekali oleh kedua orang Pejabat DLH Siak tersebut.

Wan Hamzah, Selaku ketua MPKS (Masayarakat Peduli Kabupaten Siak-red), Dalam Menanggapi Masalah ini kepada Karimuntoday.com, Mengatakan. “Coba kita Arahkan Masyarakat untuk mendatangi perusahaan itu, Atau kalau tidak kita ajak masyarakat untuk memboikot PKS itu, 1 hari ditahan buah masuk ke-perusahaan itu, dan Masalah limbah itu bisa kita tempuh jalur class action,atau Bisa juga kelompok masyarakat yang menggugat, mungkin ada kelompok nelayan disana, yang dirugikan akibat kegiatan perusahaan yang semaunya membuang limbah, yang berakibat rusak-nya ekosistem” Ujarnya.

Dikatakannya Lagi, bahwa dirinya sangat heran dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Siak, Dalam menangani masalah terdebut, Khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak. ” MPKS bisa saja menggugat perusahaan yang nakal seperti PKS ATM ini, coba nanti akan kami pelajari bersama kepala bidang hukum MPKS Wan Subantri.SH.MH,” Pungkas Wan Hamzah, dengan Nada kesal.

Sementara itu salah seorang Tokoh Masyarakat Kampung Tualang Timur, Kecamatan Tualang, Siak. Mon Tanjung, kepada Karimuntoday.com, mengatakan bahwa Pihaknya berniat ingin menggugat pabrik Sawit itu, sebab di ketahui aliran anak sungai pinggai itu melintasi kampung tulang Timur. “Sebenarnya kita ada niat untuk membuat Aksi menuntut Perusahan itu, Namun Dukungan dari penghulu kampung kita tak ada, dan saya sudah pernah membahas sama penghulu kampung tualang timur, tapi tak ada tanggapannya sama sekali, malah dia menjawab masyarakat yang di rugikan-kan tak ada, yang rusak cuma ekosistim saja kata penghulu tualang timur pada saya waktu itu,” Tutur Mon Tanjung Kepada Karimuntoday.com, Selasa (06/11/2018) Malam. (*)

Laporan   : Idris Harahap

Editor       : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close