KARIMUNPEMILU 2019

Antisipasi Kerusuhan di  kantor KPU, Polres Karimun Gelar Simulasi Pengamanan

KARIMUNTODAY.COM, KARIMUN – Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan yang dilakukan dalam 5 tahun sekali yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia. Dalam hal ini Polres Karimun menyiapkan diri untuk melakukan antisipasi. Pelatihan atau simulasi terhadap pengendalian massa pun digelar di jalan Coastal Area Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun ,Senin (31/12/2018).

Pelatihan tersebut bertempat di Jalan Coastal Area , Skenarionya adalah adanya pihak-pihak yang tidak terima dengan hasil perhitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Massa yang tak puas menyerbu KPU. Polisi melakukan pengamanan. Massa yang datang sambil berorasi ditemui tim negosiator dari pihak KPU . Mereka kemudian masuk ke kantor KPU untuk berdiskusi. Namun diskusi menemui jalan buntu yang membuat massa emosi dan kehilangan kesabaran.

Massa mulai melakukan pelemparan batu dan air mineral. Anggota dalmas dengan tameng terus menghalangi massa yang justru akan berusaha membuat kerusuhan lain, yakni meminta ketua KPU untuk meminta penjelasan terkait kekalahan yang diusung masa tersebut. Tindakan tegas pun dilakukan. Personel dalmas dibantu personil dari Brimob , mobil water canon dengan semprotan airnya mendesak massa agar mundur.

Personel pengurai massa (raimas) dengan motor trailnya juga berusaha membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.juga turut membubarkan massa. “Ini merupakan pelatihan simulasi untuk peningkatan fungsi teknis dan taktis. Ini untuk menyambut pemilihan presiden dan calon legislatif serentak 2019 ” ujar Kapolres Karimun,AKBP Hengky Pramudya

Kapolres Karimun mengapresiasi Satuan Sabhara yang dengan lancar berhasil melakukan simulasi pengamanan pilkada serentak 2019. Dan untuk selanjutnya tetap akan ada pelatihan dan simulasi lain untuk terus meningkatkan keterampilan teknis dan taktis,” Tuturnya

Terlihat personil dari kepolisian polres Karimun menguji dengan membenturkan badannya dan menendang tameng yang dipegang personel Sabhara. Benturan dan tendangan itu memang menggoyang tameng, tetapi tak membuyarkan dan membubarkan formasi.(*)

 

Laporan   : James Nababan
Editor       : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: