PADANGPOLITIK

Ngopi Bareng Fahri Hamzah, GARBI Sumbar Dideklarasikan

KARIMUNTODAY.COM, PADANG – Dihadiri ratusan orang yang didominasi generasi muda, Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Sumatera Barat dideklarasikan di Kedai Cisangkuy GOR Padang, Kamis (20/12/2018). Deklarasi yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah itu, menobatkan Fajri Gufran Zainal sebagai Ketua Garbi Sumbar.

“Sumbar adalah provinsi yang ke-21 mendeklarasikan Garbi. Jadi memang Garbi ini memang munculnya di daerah-daerah. Pengurus pusatnya belum ada,” ujar Fahri Hamzah sebagai pembicara dalam deklarasi tersebut.

Fahri mengatakan kemunculan Garbi terkait dengan kegelisahan terhadap kondisi bangsa. “Gugatannya kepada arah bangsa yang tidak jelas. Kalau bahasa anak mudanya, kondisinya penuh kegalauan,” ucapnya.

Fahri menyampaikan kegalauan itu meliputi kegalauan narasi, kegalauan kapasitas bangsa, dan kegalauan kepemimpinan.

“20 tahun setelah reformasi ada semacam stagnasi. Tidak nampak ada ide, malah bangsa ini menghadapi jalan buntu. Ada semacam kekosongan narasi,” tuturnya.

Fahri mempertanyakan, kapan pemerintah bisa menyelesaikan masalah korupsi, narkoba, dan masalah bangsa lainnya.

“Jangankan rakyat, pemimpin saja bingung. Orientasinya tidak menyelesaikan masalah. Malah membiarkan masalah tambah banyak agar APBN bisa dipakai untuk itu,” ujarnya.

Menurut Fahri, kapasitas negara melemah dalam menghadapi persoalan bangsa. Pemimpin hanya bisa mengeluh bahkan mengembangkan konflik ideologi.

“Pemimpin seharusnya hadir memantapkan persatuan, malah mengembangkan isu seolah-olah kita tidak menyatu,” ujarnya.

Kapasitas negara melemah sehingga tidak punya jawaban terhadap kepastian hukum. Pada bidang ekonomi, income per kapita Indonesia semakin jauh tertinggal dari negara-negara lain. Indonesia mengalami ketimpangan yang luar biasa.

“Kapasitas negara melemah seiring dengan kegalauan terhadap kapasitas kepemimpinan. Semua terakumulasi membuat hilangnya harapan terhadap kepemimpinan bangsa,” tutur Fahri.

Fahri mengatakan, 3 hal itulah yang membuat kemunculan Garbi.

“Garbi punya tantangan untuk memetakan jalan agar bangsa keluar dari permasalahan ini. Garbi harus punya kader sehingga punya kapasitas untuk memimpin negara,” kata Fahri.

Terkait pertanyaan, apakah Garbi akan menjadi partai politik nantinya, Fahri mengatakan tak menutup kemungkinan ke arah itu.

“Memang selalu ada opsi ke arah itu namun yang pasti hari ini Garbi sudah menjadi ormas politik bukan partai politik. Kalaupun jadi partai sekarang, belum bisa ikut pemilu 2019,” ucapnya.

Deklarasi Garbi Sumbar tersebut turut dimeriahkan hiburan musik oleh Lensa Akustik dan diwarnai dengan peluncuran buku “ARAH BARU: Konflik di Tubuh PKS dan Masa Depan Politik Islam” karya Erizal, salah satu deklarator Garbi Sumbar.

 

Laporan : Wahyu Uliadi
Editor    : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: