SUMBAR

Pemko Payakumbuh Semakin Yakin Menuju Kota Rendang 2019

 

KARIMUNTODAY.COM, PAYAKUMBUH  — Setelah melakukan kunjungan bilateral di Arab Saudi, Pemko Payakumbuh semakin leluasa melangkah maju menuju Kota Rendang. Selain mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah dan pengusaha Arab Saudi, Walikota Payakumbuh mengharapkan para pengusaha rendang yang ada di Payakumbuh agar menuntaskan PR besar yang diberikan para pengusaha makanan luar negeri.

“PR besar kita adalah bagaimana ke 37 pengusaha rendang yang sudah terdata di dinas perindustrian tenaga kerja untuk dapat memenuhi standar yang ditetapkan perdagangan nasional dan dunia internasional. Itulah PR besar bagi pengusaha, kita dari Pemko Payakumbuh sudah memfasilitasi di berbagai ekspo,” terang Walikota Payakumbuh Riza Falepi pada Selasa (11/12/2010) dihadapan Wantimpres Keyntos Altoko didampingi Kepala BB POM RI, Kepala BB POM Padang, Kepala UPT BB POM Payakumbuh, Sekdako, Asisten dan Pimpinan OPD terkait di ruangan kerjanya.

Dikatakan Riza Falepi, rendang sudah ditetapkan sebagai makan paling enak, sayang susah dijumpai di luar negeri. Berbagai pengusaha sangat tertarik dengan kuliner rendang. Kami sangat bangga dengan hadirnya Wantimpres dan BB POM. Kita berharap rendang bisa dipatenkan, tersertifikasi serta memenuhi standar nasional dan internasional.

“Terkait langkah kerja dan proses, Pemko Payakumbuh sudah mulai berupaya memenuhi standar, termasuk ketersediaan Rumah Potong Hewan (RPH) yang sudah memiliki standar halal. Selanjutnya pengusaha UKM lah yang harus memenuhi semua syarat administrasi agar rendang Payakumbuh go internasional. Setelah memenuhi standar uji, izin edar, free market serta pagkeging yang menarik,” terang Walikota Riza Falepi didampingi Sekdako Amriul Dt. Karayiang dan Pimpinan OPD

Mendapatkan bayangan program besar yang dilaksanakan di Kota Payakumbuh, Wantimpres Keyntos Altoko sampaikan apresiasi.

Menurut Keyntos, Kota Payakumbuh yang harum disebut kota kuliner, mampu mengubah produk lokal, tapi berkualitas ekspor berbahan dasar daging, telur atau rendang lainnya.

“Upaya pemko Payakumbuh pada dasarnya sangat mendukung Nawacita. Selain dapat meningkatkan kreasi berkarya, tentunya meningkatkan kesejahteraan. Kami berharap para pengusaha rendang untuk dapat memenuhi standar syarat yang ditetapkan dunia internasional, kalau ingin rendang ini berjaya di perdagangan dunia,”pesan Wantimpres.

“Kami sangat bahagia, BB POM bisa bantu meringankan Pemko Payakumbuh melalui pendampingan, dalam mewujudkan cita – cita besar. Randang Go Internasional,” singkat Keyntos Altoko

Sementara itu, Kepala BB POM RI melalui Direktur Registrasi Pangan Olahan, Anisyah, S. Si, Apt, MP didampingi Dina Marlina, Apt. MP (Kepala Sub Direktorat, Fety Yuli Astuti, S.Farm, Apt (Staff Direktorat Registrasi Pangan Olahan, Akhmad Fahmi Hikmatiyar, STP (Staff Direktorat Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru menyebutkan bahwa Pemko Payakumbuh melalui OPD terkait harus menyegerakan syarat yang ditentukan perdagangan internasional, sehingga rendang bisa memenuhi standar free sale and free market. Karena itu merupakan unsur utama yang harus dipenuhi.

Menurut Anisyah, Pemko Payakumbuh sangat antusias, dan ini harus kita dukung. Permintaan (demand) internasional sangat tinggi namun produk rendang termasuk kelas Hight Risk. Membutuhkan registrasi, izin edar, sebagai jaminan marketing. Dan itulah tujuan tim kami hadir di Payakumbuh, membina membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi. Saat ini pengurusan registrasi sudah bisa melalui Digital Registrasi Online sekaligus sebagai bukti dan pegangan dunia internasional, bahwa makanan rendang sesuai dengan keputusan OKI terkait produk makanan halal.

Menguatkan, kepala BB POM padang martin suhendri menyebut bahwa untuk mengoptimalkan layanan terkait Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), BB POM padang Program Si Jempol (siap jemput Bola), melayani sepwnuh hati dan melayani dengan ikhlas. Dirinya berharap agar pengusaha jangan memakai jasa calo dalam pengurusan registrasi izin produk.

“Halalan thoyyibah adalah standar perdagangan dunia. Hal itu direkomendasikan MUI dan BB POM. Kami sangat berterima kasih dengan BB POM RI, saat ini BB POM Padang sudah miliki PCR. Dan hanya ada 9 provinsi si indonesia memiliki alat pendeteksi kehalalan bahan dasar, kalau ada indikasi bahan mengandung unsur bahan dilarang (BD) dan Bahan Berbahaya), akan ketahuan oleh alat ini,” terang Martin didampingi Aria B Asgul, Kasi sertifikasi bersama Mayasari, staf infokom (Tim Siap)

“Kami akan mendampingi para pelaku ukm rendang untuk dapat menuntaskan syarat yang harus dipenuhi secara onternasional. Walau kini baru ada 4 pengusaha rendang yang sudah memenuhi standar jual, namun kita butuh partner yang bergengsi guna memenuhi kebutuhan pasar internasional. Apalagi standar produksi Arab Saudi sangat ketat dan kita harus sesuai aturan Arab Saudi itu. Adanya jaminan Mutu dan higienis produk. Sesuai harapan Walikota, pelaku UKM rendang harus mampu jadi Hero. Karena selama ini, semua orang tau bahwa Payakumbuh adalah produsen UKM. Sayang, prestise dan nama didapat daerah lain,” pungkas Martin Suhendri.

Kesempatan itu, Walikota juga menjelaskan bahwa di Payakumbuh sudah ada UPT BB POM Padang, yang dinamai BB POM Payakumbuh dengan 4 wilayah kerja di daerah tingkat II, termasuk Kota Payakumbuh. Meskupun masih berkantor menumpang, insyaallah tahun 2019 akan berkantor resmi di kampung rendang.(*)

Laporan    : Wahyu Uliadi

 Editor      : Indra H Piliang

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close