KUANSING

APBD Kuansing 2018 Mengalami Surplus Kas Daerah Akhir Tahun Sebesar Rp. 43.962.761.810.00

 

KARIMUNTODAY.COM, TALUK KUANTAN – Tekad Kepala Badan Pengelolah Keuangan, Aset dan Daerah (BPKAD) Kuansing, Hendra AP, M.Si memperketat pengelolaan keuangan daerah berbuah manis. Pasalnya, Pemkab Kuansing tahun 2018 ini mengalami surplus pada APBD Kuansing.

“Alhamdulillah. Kuansing pada tahun 2018 ini, APBD mengalami surplus. Artinya, pendapatan lebih besar dari belanja daerah,” ujar Kepala BPKAD Kuansing Hendra kepada wartawan di Telukkuantan, Selasa (31/12/2018).

Penerimaan pada APBD Kuansing 2018, katanya, sebesar Rp1.319.876.572.196.00. Sementara, belanja daerah sebesar Rp1.284.421.004.634.00. Sehingga, terdapat sisa belanja di kas daerah Rp35.455.567.562.00.

Sementara, sebut Hendra, dari denda kegiatan terdapat penerimaan sebesar Rp2.428.000.000 dan UYHD penerimaan sebesar Rp6.579.194.348.00. “Dan total dana yang tersedia di kas daerah di akhir tahun 2018 sebesar Rp43.962.761.810.00,” ungkap pria yang akrab disapa Keken itu.

Kondisi ini, diakuinya, tidak terlepas dari manajemen pengelolaan keuangan daerah Kuansing dibawah kepemimpinan Bupati Drs H Mursini MSi dan Wabup H Halim. Karena diakuinya, dari awal tahun, Keken sendiri sudah melihat kondisi keuangan yang akan mengalami defisit.

“Maka, sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati kepada kami di BPKAD selaku pengelola keuangan daerah supaya bisa mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mengantisipasi hal tersebut. Dan kita mampu mengatasinya,” jelas Hendra.

Angka defisit, diperkirakan Keken, awalnya Rp140 miliar. Dan atas dukungan DPRD Kuansing yang langsung dikomandoi Ketua DPRD Andi Putra SH MH, pihaknya berani mengambil langkah bagaimana bisa menekan belanja daerah dengan melakukan rasionalisasi dan mencoba meningkatan penerimaan.

“Dari angka Rp140 miliar tersebut secara berangsur bisa ditekan menjadi Rp80 miliar. Dan ini dapat ditutupi dari rasionalisasi berbagai kegiatan di masing-masing OPS dan mengoptimalkan penerimaan dari dana bagi hasil pusat maupun provinsi,” diungkapnya lagi. Dan dalam proses perjalanannya, kata Hendra,

Sekda selaku Ketua TAPD Kuansing selalu memberikan arahan kepada anggota TAPD serta Bapenda untuk mengenjot pendapatan dan memperketat belanja OPD. Sehingga pengelolaan keuangan daerah bisa diperketat.

“Alhamdulillah, tahun anggaran 2018 ini tidak ada tunda bayar dan hutang-hutang telah selesai dibayarkan. Bahkan kita mengalami surplus. Ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik para pemangku kepentingan di Kuansing.

Dan tidak lepas dari dukungan dari seluruh staf yang ada di BPKAD Kuansing,” ucapnya.(*)

Laporan   : Roder

Editor       : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close