JAWA TENGAH

Dr. Drs. Joko Utama : Rokok illegal Berdampak Terhadap Penerimaan Negara dari Sektor Cukai

KARIMUNTODAY.COM, PATI,– Peredaran rokok illegal di Indonesia khususnya di Pati dan Kudus cukup meresahkan masyarakat. Tidak hanya terkait dengan pemalsuan merek,namun juga dari sisi penerimaan negara yang tidak maksimal. Peredaran rokok illegal yang beredar di masyarakat cukup beragam modusnya antara lain rokok polos, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, maupun dilekati pita cukai yang salah atau tidak sesuai dengan peruntukannya.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Drs. Joko Utomo, MM, Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Magister Manajemen FE. Universitas Muria Kudus (06/02) kepada karimuntoday.com saat konferensi pers selepas dialog tentang rokok ilegal di rumah makan omah kuno Pati.

Menurutnya, rokok ilegal akibatkan potensi kerugian negara terhadap penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai tentu saja harus kita minimkan, karena pajak cukai sangat bermanfaat di dalam peningkatan perekonomian di daerah, baik propinsi maupun kabupaten kota.

“ Saya sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan peredaran rokok dan cukai illegal melalui penindakan tegas. Karena keberadaan rokok dan cukai palsu tersebut sangat merugikan industri rokok legal, serta penerimaan negara khususnya pendapatan cukai rokok,” ucapnya

Ia menambahkan, penerimaan pajak dari hasil cukai terjermin dari dana bagi hasi cukai tembakau yang selama ini sebanyak 40 persen untuk wilayah yang menghasilkan rokok, 30 persen propinsi, 30 persen untuk kabupaten dan kota.

“ Kerugian negara adanya rokok ilegal sangat banyak. Pada tahun 2018 sebesar 2,4 trilyun, ini bisa diselamatkan sekitar 1,5 trilyun sampai 2 trilyun. Ini sangatlah besar,” Jelasnya

Joko menghimbau, pengawasan peredaran rokok illegal jangan hanya diserahkan oleh pemerintah, namun ini adalah tanggung jawab kita semua baik stakeholder maupun masyarakat. Mari kita sama-sama mengawasi peredaran rokok illegal yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai yang akan dinikmati oleh warga dan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah sebagai sentra produksi rokok, harus ada kebijakan pemerintah terkait bagi hasil penerimaan cukai kepada daerah penghasil dan pengumpul cukai rokok yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian daerah.

“ Mari kita bersama komitmen untuk mengurangi rokok ilegal yang ada dimasyarakat. Paling tidak kita bisa merubah pola pikir kita terhadap rokok ilegal.” Tutup Ketua Pusat Studi Kretek Indonesia (Puskindo) dan Gabungan Pengusaha Rokok Seluruh Indonesia (GAPRI) tersebut.(*)

Laporan  : Nurulyadi

Editor      : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: