RIAUSIAK

Para Batin Terkejut Terkait Adanya Aksi Massa Suku Sakai Asal Kecamatan Kandis Di Gedung Gubenur Riau

KARIMUNTODAY.COM. KANDIS, SIAK – Terkait adanya aksi massa ratusan jiwa yang bergerak dari Kecamatan Kandis menuju Kantor Gubernur Riau baru-baru ini, para Batin selaku Pemegang Tampuk Adat atau Kepala Suku Sakai merasa bingung. Pasalnya para Batin mengakui tidak adanya pemberitahuan pada mereka sebelumnya apalah lagi seruan dari mereka (para Batin, red) untuk menggelar aksi unjuk rasa tersebut.

Hal ini diutarakan oleh tiga Batin pada Awak media ini Sabtu, (09/03/2019), yaitu Wak Lijal selaku Batin Singo Majo, Wak Bahtiar selaku Batin Tio Pati juga Sukar selaku Batin Antan-Antan. “Kami sama sekali tidak mengetahui akan adanya aksi tersebut. Tidak ada pemberitahuan pada Kami apalagi seperti tersiarnya kabar aksi itu atas perintah Kami selaku para Batin,” ujar Wak Lijal didampingi Batin lainnya.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Masyarakat suku sakai pernah menggelar aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Kecamatan Kandis menuju Gedung Gubenur Riau dengan tuntutan pengembalian tanah ulayat pada Perusahaan PT Ivo Mas Tunggal dimana aksi tersebut tergabung dalam Persatuan Suku Sakai Menggugat (PSSM).

“Benar jika pada tahun 2018 ada aksi oleh Suku Sakai dimana hingga kini hasilnya masih dalam proses. Sampai saat ini permasalahan ini sudah ditangani oleh LBH Sakai Riau dan kami masih bersabar menantikan hasilnya,” tambah ketiga Batin.

Sebelumnya, tepatnya pada Rabu, (07/03/2019), rombongan massa suku sakai berjumlah 150 jiwa bergerak berangkat ke Kantor Gubernur Riau dengan dipimpin oleh Latas Simanjuntak atau Juntak Sakai untuk menggelar aksi unjuk rasa atas tiadanya kabar dari Dabson atau Sony yang sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa mengatasnamakan Mahasiswa Sakai ke Kantor Gubernur pada saat kunker Mendagri, Tjhajo Kumolo di Pekanbaru menyampaikan aspirasi Masyarakat Sakai terkait masalah tuntutan Tanah Ulayat Masyarakat Sakai yang sampai saat ini belum ada realisasi sesuai tuntutan Warga Suku Sakai pada waktu yang lalu di Kantor Gubernur Riau. Para Batin yang berdomisili di Kecamatan Kandis sendiri sangat menyayangkan adanya pengakuan dari pihak Dabson atau Sony cs yang mengaku-ngaku atas aksi tersebut mendapatkan dukungan dari Para Batin,

melalui pemberitaan di media ini dengan tegas para Batin memberikan peringatan keras, “Buat Dabson atau Sony cs, Kami harapkan tidak lagi membawa-bawa nama kami selaku Batin. Ingat, bahwa kami tidak pernah memberikan semacam surat kuasa atau apapun padanya untuk menindaklanjuti tuntutan kami ini karena kami sudah mempercayakan permasalahan ini pada LBH Sakai Riau,” tutur ketiga Batin tersebut.

Dengan adanya aksi baru-baru dengan tujuan yang sama namun oleh pihak yang berbeda tentu mengundang pertanyaan dari berbagai pihak yang disinyalir bermaksud merubah suasana yang kondusif. Informasi yang berhasil dihimpun bersumber pihak yang berwajib bahwa aksi massa sebelumnya berkumpul di kediaman Keluarga Almarhum Kanak di Jalan Kamboja Kelurahan Kandis Kota Kecamatan Kandis.

” Benar ada gerakan massa suku sakai yang berasal dari Kelurahan Kandis Kota sejumlah 50 Orang, dari Kampung Libo Jaya 50 Orang juga massa dari Jurong Kecamatan Mandau dan Desa Samsam Kecamatan Pinggir 50 Orang bergerak menuju Kantor Gubernur Riau dengan menggunakan Truck Coltdiesel BM 9664 DC, BA 9312 EF, BM 9871 SU dan Xenia BM 1285 ZP,” ungkap Kapolsek Kandis melalui Kanit Intel Polsek Kandis, AKP B Tumanggor.

Dengan adanya sanggahan ini, para Batin mengharapkan pihak Pemerintahan dan pihak terkait lainnya untuk dapat menyikapi permasalahan ini dengan matang tanpa menimbulkan kericuhan tersendiri bagi pihak lainnya apalah lagi tentunya atas aksi ini dikhawatirkan dapat merusak nama baik para Batin itu sendiri.

Secara terpisah sampai berita ini diunggah Dabson atau Sony cs belum dapat dimintai komentarnya terkait pernyataan ketiga batin yaitu Wak Lijal selaku Batin Singo Majo, Wak Bahtiar selaku Batin Tio Pati juga Sukar selaku Batin Antan-Antan, belum dapat dimintai konfirmasinya, (*)

Laporan   : (Fuji Efendi)

Editor       : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close