KANDISRIAUSIAK

Terkuak, Sosok Warga Kandis Yang Berhasil Membawa Aspirasi Permasalahan Ganti Untung Jalan Tol Hingga Istana

KARIMUNTODAY.COM. KANDIS, SIAK – Perjuangan Warga Kecamatan Kandis dalam memperjuangkan hak sempena perolehan ganti untung pengadaan lahan proyek jalan tol sebagaimana penyampaian oleh Presiden RI yang telah mendapatkan angin segar memang seakan mulai mencerminkan demikian, namun disebalik itu mulai bermunculan pula nama juga sosok yang mengakui akan hasil kinerja mereka. Tidak tanggung-tanggung, pengakuan ini ada yang bersumber dari para Caleg Dapil IV Siak bahkan Anggota DPRD Kabupaten Siak aktif. Tidak banyak yang mengakui juga yang menyadari bahwa Perjuangan warga yang memiliki lahan 100 Meter kanan kiri Aspal sepanjang Pekanbaru Dumai atas kabar sebelumnya di kuasai oleh Pihak Chevron sehingga Warga tidak berhak mendapatkan ganti rugi atau ganti untung, adalah sosok Warga yang berasal dari Kelurahan Kandis Kota Kecamatan Kandis, Bangkit Pasaribu.

Hal ini pertama kali terungkap melalui postingan salah satu Warga Kelurahan Kandis Kota Kecamatan Kandis yang lahannya terkena polemik ganti rugi pengadaan lahan proyek jalan tol di Media sosial Facebook dengan akun Bakti Aldi tertanggal 4 Maret Pukul 15.56 WIB, “Banyak orang yang mengatakan akan membawa permasalahan kami ke Istana, tapi itu semua hanya janji-janji manis dibibir. Hanya dengan kekuatan doa, kebulatan tekat, semangat dan relasi Bangkit Pasgo, kami sampai ke istana dan disambut baik dengan anggota Kantor Staf Presiden bagian konflik agraria. Salam Perjuangan untuk korban Ganti rugi jalan tol. S E M A N G A T….. NB. Untuk pihak instansi/lembaga di daerah yg mengabaikan kami, Anda ingat Pemasalahan ini sudah sampai istana, semoga kalian tidur nyenyak ya…,” Cuit akun tersebut.

Dalam kesempatan Reses oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak, Hendri Pangaribuan SH, baru-baru ini, Hendri yang juga diakui warga sebagai salah satu sosok yang berkompeten turut berjuang untuk perolehan hak Warga itu sempat menyinggung persoalan yang ada, “saya juga sudah dengar akan adanya perpecahan. Pesan saya, tetaplah dalam satu komando, mana yang sedari awal ikut berjuang. Jangan sampai terpecah belah karena itu nantinya akan mempersulit perjuangan para Warga itu sendiri,” sebut Hendri saat itu. Sabtu, 16 Maret 2019, Awak Media ini berkunjung di kediaman Bangkit Pasaribu yang kesehariannya merupakan Lowyer berkantor di Pekanbaru itu. Secara gamblang, Bangkit Pasaribu menuturkan bahwa Perjuangan tersebut mutlak sebagai perwakilan Masyarakat,

Bangkit Pasaribu berfose bersama perwakilan Warga yang terkena polemik permasalahan ganti rugi atau ganti untung di Istana.

“Saya berangkat atas nama Pribadi bukan sebagai Pengacara mengingat permasalahan ini adalah jeritan Rakyat kecil. Perjuangan ini juga atas dasar bahwa tali pusat saya tertanam di radius 100 Meter jalan raya, di Kecamatan Kandis. Bayangkan berapa kerugian Warga atas polemik permasalahan ini bila benar-benar terjadi,” sebutnya.

Bangkit Pasaribu juga mendengar akan adanya pihak-pihak yang mengkalim bahwa angin segar yang diperoleh terkait perjuangan itu, namun dengan rendah hati Bangkit Pasaribu jelaskan bahwa hasil positif yang ada saat ini merupakan Perjuangan semua pihak yang tidak tersebut satu persatu,

“Khususnya pada Hendri Pangaribuan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dedikasinya menyikapi permasalahan Warga ini. Kedepannya, bagi seluruh warga yang terkena polemik ganti rugi atau ganti untung pengadaan lahan proyek jalan tol mari tetap bersatu padu untuk memperoleh hak dan jangan gampang percaya dengan kabar yang dihembuskan,” tuturnya.

Dalam perjalanan perjuangannya, Bangkit Pasaribu juga tuturkan bahwa ada upaya dari pihak terkait agar kiranya Bangkit tidak lagi turut berjuang atau menggubris laporan Warga dimana Bangkit sendiri seakan tidak berkenan bila disinggung kearah itu, “ya namanya Perjuangan, pahit manis pasti ada. Perkembangan terakhir yang bisa saya sampaikan bahwa dalam waktu dekat ada dua kemungkinan yaitu Staf Kepresidenan akan turun ke Kandis untuk meninjau secara langsung atau akan kembali menggelar rapat bersama pihak terkait baik Mentri PUPR, Chevron dan Warga yang mengalami polemik yang ada,” tutup Bangkit.

Masyarakat yang berjuang untuk memperoleh haknya adalah benar, sebagaimana hasil dari hearing di DPRD Kabupaten Siak bersama pihak DJKN terungkap bahwa tanah aset SKK Migas yang dikelola PT. Chevron Rumbai yang disebut-sebut sebagai aset negara itu bukan 100 meter kiri dan kanan jalan dari Pekanbaru sampai ke Dumai, namun hanya titik-titik tertentu atau spot yang didaftarkan.(*)

Laporan  : (Fuji Efendi)

Editor      : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close