LIMAPULUH KOTASUMBAR

Berebut 40 Kursi PPDB PPM Al Kautsar TA 2019/2020

KARIMUNTODAY.COM,LIMAPULUH KOTA  — Usai melakukan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bulan lalu, terhitung mulai tanggal 4 Maret hingga 27 April, Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Muhammadiyah, Tanjung Pati kembali dibuka untuk Tahap Ke II.Keterangan pers ini disampaikan kepala PPM al kautsar , ustadz Dafri Harweli pada Ahad, (21/04/2019) di ruang kerjanya.

“Kami Mengundang putra – putri terbaik yang ingin dididik dan dibina oleh mudir profesional dibidangnya, menjadi manusia yang “Unggul Dalam Ilmu, Terampil Dalam Amal, dan Mulia Dalam Akhlak” sebagaimana visi Ponpes Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Kec. Harau Kab. Limapuluh Kota,”terang Dafri Harweli.

Dikatakan Dafri, bahwa jadwal PPDB Gelombang 2 hanya tersedia kuota hanya untuk 40 orang saja dan pendaftaran dimulai tanggal 04 Maret – 27 April 2019. Tes tulis dan wawancara dilaksanakan tanggal 28 April 2019 “Ayo buruan, kuota hanya 40 calon santri. Bersama Al Kautsar Menguasai Dunia, Meraih Syorga. Itulah motto kami,”tegasnya.

“adapun syarat, mendaftar langsung dengan orangtua dan : 1. Mengisi formulir pendaftaran 2. Membayar biaya pendaftaran Rp.150.000,- 3. Photo copy rapor SD / MI (KelaS IV, V dan VI) Untuk Tingkat MTS, 4. photo copy Raport MTs / SMP semester 1 hingga 5 untuk Tingkat MA 5. Pas photo berwarna 3 X 4, 2 lembar (putri berjilbab) 6. Sertifikat juara lomba (jika ada).

Lokasi Pendaftaran : Kampus Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Jalan Raya Negara KM 9 Tanjung Pati Kec. Harau Kab. Limapuluh Kota Provinsi Sumateta Barat. Informasi lebih lengkap boleh di Contact Person, kami sendiri Dafri Harweli, M.Pd.I ( HP: 085376545836, Wa: 082387067657) Ust. H.M.Irdamsyah, S.Ag ( 081363343961) “Kuota Terbatas, Siapa Cepat dia dapat. Ayoo… Bergabunglah bersama kami,”tandas Dafri Harweli.(*)

Laporan   : Wahyu Uliadi

Editor       : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close