RIAUSIAK

PT OTO Finance Diduga Merampas Kendaraan Motor Milik Warga Senapelan Pekanbaru

KARIMUNTODAY.COM, SIAK – Dugaan perampasan sepeda motor milik Leni Novita Warga Padang Terubuk, Kecamatan snapelan, Kota Pekanbaru, Riau. Oleh pihak ketiga yang diketahui dari pimpinan colection PT OTO (PT Summit Oto Finance) atas nama Junaidi dari PT Sinarmata rekanan dari PT OTO terjadi pada Rabu (27/03/2019) Kemarin, hal ini sebagaimana pengakuan Junaidi kepada kuasa hukum Leni Novita selaku Penasehat hukum Donny Warianto, ST., SH.

Dikatakan Donny kepada wartawan bahwa dugaan perampasan ini dilakukan di tengah jalan dari pengendaran sepeda motor anak dibawah umur yang masih kelas 1 SMK Atas Naman Oki. “Oki adalah tetangga yang meminjam sepeda motor milik leni novita untuk keperluan pergi kerumah tantenya atas permintaan orang tua Oki.

Oki juga dipaksa menanda tangani surat penyerahan kendaraan dengan kop surat PT OTO, yang mana Oki anak dibawah umur dan juga bukan pemilik kendaraan tersebut,” Ujar Donny Warianto kepada wartawan Selasa (02/04/19) Pagi.

Dikatakan Donny bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan Pada Senin (01/04/19) Semalam, dikantor PT OTO jalan Arifin Ahmad sekira pukul 09.30 wib pagi. antara penasehat hukum Donny warianto dan salah satu pimpinan PT OTO atas nama Junaidi dalam pertemuan itu di jelaskan oleh Donny pihak PT OTO mengatakan bahwa penarikan oleh pihak ketiga adalah tindakan legal karena hutang-hutang debitor masih ada menunggak dan PT OTO memiliki hak eksekotorial dari sertifikat jaminan fidusia.

sertifikat fidusia cacat hukum dimana diduga notaris yang membuatnya pada tahun 2014 telah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) yang memiliki jabatan fungsional disalah satu kampus ternama di pekanbaru.

“Saya selaku PH Donny warianto mempertanyakan keabsahan pihak ketiga yang melakukan eksekusi dan juga saya selaku PH meminta copy sertifikat fidusia yang dimiliki oleh PT OTO,” Ucapnya.

Lebih lanjut Donny katakan, Setelah dilakukan pengecekan diduga sertifikat fidusia cacat hukum dimana diduga notaris yang membuatnya pada tahun 2014 telah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) yang memiliki jabatan fungsional disalah satu kampus ternama di pekanbaru.

“diduga saat penerbitan sertifikat jaminan fidusia pada tahun 2015 yang dicatatkan dan dilakukan oleh oknum notaris tersebut diduga bertentangan dengan kode etik sebagai notaris yang mana tidak boleh rangkap jabatan pada jabatan fungsional lainnya.” Cakapnya pula.

Terkait dugaan ini kata Donny masih didalami oleh pihaknya selaku PH (Penasehat Hukum) sebagaimana bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh PH Donny warianto dan dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melaporkan ke-polresta pekanbaru, kanwil kemenkumham pekanbaru dan OJK pekanbaru, “pelaporan ini tentunya untuk mencari keadilan atas hal-hal yang ganjil saya dapatkan dalam kasus ini, dan juga dugaan tindak pidananya.” Tegasnya.(*)

Laporan  : Idris Harahap

Editor      : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close