KUANSINGRIAU

Siapa Dalang Dibalik Kematian Warga Desa Jake, Andria Risco

KARIMUNTODAY.COM, TELUKKUANTAN – Seorang warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Andria Risko menghembuskan nafas terakhir di RSUD Telukkuantan Jumat (19/4/2019) sekitar pukul 04.30 wib.

Pria berusia 29 tahun itu menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi tubuh yang sangat mengenaskan. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena disiksa

Berdasarkan catatan medis Perawat Jaga UGD, RSUD Telukkuantan, korban masuk ke RSUD Jumat (19/4/2019) sekitar pukul 03.00 wib dinihari. Korban mengalami cedera kepala berat, mata sebelah kanan bengkak serta penurunan kesadaran. “ Korban meninggal dunia sekitar pukul 4.30 wib tadi,” kata seorang Perawat Jaga UGD.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis (18/4/2019) siang, korban yang juga pengemudi truk berangkat ke kebun plasma KKPA unit Umum Jake setelah dipanggil Alfikra untuk memuat buah kelapa sawit. Kebun KKPA unit Umum Jake ini memang tengah dilanda masalah. Pengurus lama diberhentikan oleh forum rapat yang dihadiri Dinas Koperasi, Camat, Ninikmamak pihak perusahaan PT Citra dan banyak peserta rapat lainnya.

Seperti dilansir dari KuansingKita.com,Karyawan PT Citra Riau Sarana, Zaitul Hanif  membenarkan kalau korban Kamis siang berada di kebun KKPA unit Umum Jake bersama Alfikra. Menurut Zaitul sejak kepengurusan lama diberhentikan oleh forum rapat, pihak perusahaan PT Citra Riau Sarana dan KUD Langgeng menunjuk Alfikra sebagai pendamping atas nama plasma KKPA Umum Jake.

Karena itu Zaitul juga heran ketika korban akan memuat buah kelapa sawit ke dalam truk, korban dilarang memuat oleh JF dan kawannya yang dikenal Zaitul sebagai pengurus lama KKPA unit Umum Jake. Kata Zaitul sempat terjadi perdebatan antara Alfikra dan pengurus lama yang tidak mengakui keabsahan surat pemberhentiannya. Namun ketika Zaitul akan memanggil Security perusahaan, JF dan kawannya pergi meninggalkan lokasi kebun KKPA Umum Jake.

Zaitul menuturkan usai buah kelapa sawit dimuat kedalam truk, dirinya bersama korban dan Alfikra mampir untuk minum kopi di barak seraya memberikan DO (delivery order) kepada korban sebagai pengemudi truk. Di sana katanya juga ada mertua korban. “ Selepas itu saya langsung pulang dan saya tak tahu lagi,” kata Zaitul kepada KuansingKita.

Sementara itu, Alfikra kepada KuansingKita membenarkan kalau dia yang memanggil korban untuk memuat buah kelapa sawit. Hanya saja kata Alfikra dirinya lebih dulu pulang ke Desa Jake bersama mertua korban. Sedangkan korban pulang belakangan setelah memarkir truk yang bermuatan buah kelapa sawit di barak untuk dibawa ke pabrik besok pagi karena pabrik sudah tutup.

Namun setelah sampai di Desa Jake, korban menelpon kalau dirinya kecelakaan. Setelah disusul kembali ke lokasi barak, Alfikra mendapatkan informasi kalau korban ditangkap petugas kepolisian dengan tangan diborgol. “ Malam itu bersama beberapa orang warga kami langsung mencari korban,” kata Alfikra.

Sementara itu, seorang tokoh pemuda Desa Jake, Anas kepada KuansingKita mengatakan dirinya juga ikut mencari korban. “ Saya menyusul korban bersama Andi Nurbay (Anggota DPRD,red), tapi tidak sampai ke lokasi karena berpapasan ditengah jalan dengan mobil yang diduga di dalamnya ada korban Andria,” katanya

Anas mengatakan mereka baru kembali ke Desa Jake setelah larut malam sekitar pukul 02.00 wib dinihari. Ternyata tambah Anas, di Desa Jake telah berkerumun warga menunggu. Mereka langsung ke Polres Kuansing. “ Di Polres ditemukan korban dalam kondisi lemas dan wajah lebam. Korban dilarikan ke RSUD,” kata Anas

Korban Andria meninggal dunia beberapa jam setelah itu. Korban telah dikebumikan siang tadi di pemakaman umum Desa Jake. Namun anggota DPRD Kuansing asal Desa Jake, Andi Nurbay sangat berharap aparat kepolisian mengusut secara transparan siapa dalang dibalik kematian Andria Risco.

Dalam status facebooknya dengan nama akun Andi Nurbai, anggota DPRD Kuansing ini menulis “ Kami berharap jajaran polri mengungkapkan kasus kematian Andria Risco (AAN) secara transparan dan menuntaskan sampai akar masalah”.

Kapolres Kuansing AKBP Mohammad Mustofa melalui Kasubag Humas Polres Kuansing AKP Kadarusmansyah ketika dikonfirmasi KuansingKita mengatakan untuk saat ini Kapolres belum bisa memberikan keterangan karena masih mengurus segala suatu di rumah duka.

“ Nanti Kapolres akan memberikan keterangan kepada rekan pers,” kata Kasubag Humas Polres AKP Kadarusmansyah. (*)

Laporan  : Roder

Editor      : Indra H Piliang

Sumber   : KuansingKita.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close