KUANSINGRIAU

Tidak Cukup Bukti Kasus Dugaan Perzinahan Oknum Anggota DPRD Tidak Bisa Ditingkatkan ke Penyidikan

KARIMUNTODAY.COM, TELUK KUANTAN-Pada pertengahan Januari tepatnya tanggal 21 masyarakat Kuansing dihebohkan atas laporan Hadriman bersama anaknya Desi Erisanti ke Polres Kuansing. Laporan tersebut terkait tuduhan persetubuhan oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kuansing Darmizar (DZ) bersama Jumniati, istri Hadriman orang tua Desi Erisanti (saksi) Setelah empat bulan berlalu perkara ini bergulir di Polres Kuansing, setelah dilakukan penyelidikan namun perkara ini belum dapat di tindak lanjuti ke tingkat penyidikan Pada berita sebelumnya tertulis kasus ini dihentikan penyidikannya, yang benar adalah belum dapat di tindak lanjuti ke tingkat penyidikan oleh polisi.

Hal tersebut tertuang dalam SP2HP/61/IV/Res 124/2019 Reskrim Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP.M.Mustofa,SH,S.Ik melalui Kasubag humas AKP.Kadarusmansyah melalui telepon seluler kepada media ini Sabtu, 13/4/2019.

Menurut Kapolres Kuansing tidak dapatnya menaikan kasus ini ke tingkat penyidikan karena tidak cukup bukti yang kuat serta tidak memenuhi unsur, dari beberapa keterangan saksi dan beberapa ahli, itu tak ditemukan unsur pidana, sehingga polisi belum dapat melanjutkannya ke tingkat penyidikan Atas dasar tersebut polisi menyatakan bahwa kasus tuduhan persetubuhan yang di tujukan kepada DZ belum dapat dinaikan ke tingkat penyidikan.

“Iya (belum dapat), tidak cukup bukti,” ujar kasubag Humas polres Kuansing AKP. Kadarusmansyah kepada media karimuntoday.com,Ia memastikan, penyidik telah bekerja secara proporsional dan independen. “Saya yakin bahwa penyidik punya alasan dan pandangan tertentu atau alasan kuat sesuai hukum oleh para penyidik. Semua aparat penegak hukum, penyidik Polri, semuanya independen,” kata Kadarusmansyah

Hal senada juga diungkapkan DR.Erdianto,SH.M.Hum seorang ahli pidana berpendapat bahwa, pasal 284 tentang persetubuhan tidak dapat di sangkakan kepada DZ Sebab, menurut Desi Erisanti (Kata Erdianto) pada saat tersebut saksi Desi Erisanti tidak ada melihat perbuatan persetubuhan antara DZ dengan Jumniati dan disaat itu saksi menjumpai keduanya berpakaian lengkap Maka terhadap tuduhan perzinahan atau persetubuhan yang disangkakan kepada DZ yang dilaporka Hadriman belum tergambar kepada perbuatan persetubuhan atau perzinahan yang dimaksud.

Selain itu, tidak ada saksi yang dapat membuktikan perbuatan perzinahan atau persetubuhan, begitu juga alat bukti yang mengarah kepada perbuatan perzinahan atau persetubuhan. Belum dapatnya perkara tersebut di naikan ke tingkat penyidikan bukan politis. Melainkan, karena hasil dari gelar perkara antara penyidik di kepolisian dengan tim dari Sentra Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan para ahli.

“Hasilnya, tim tidak menemukan bukti-bukti kuat adanya pelanggaran pidana Ia menjelaskan, dalam penentuan status tersangka oleh penyidik, gelar perkara juga mengukur perbuatan dengan niat pelaku sebagai unsur pidana. (*/r)

Laporan   : Roder

Editor       : Indra H piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close