PADANGSUMBAR

Lampu Pudur, Jalur Sicincin – Malalak Gelap Gulita Malam Hari

KARIMUNTODAY.COM, PADANG — Jalur Sicincin – Malalak adalah jalur alternatif Padang-Bukittinggi yang akan ramai digunakan pemudik terutama saat lebaran nanti. Selain itu, jika melewati jalan Sicincin-Malalak di malam hari pengendara harus lebih hati-hati, karena hampir disepanjang jalan tidak ada lampu penerangan yang berfungsi. Meski tiang-tiang lampu penerangan masih berjejer disepanjang jalan. Namun kondisi lampu tersebut rusak dan diduga dicuri.

Hal itu terlihat karena kotak penyimpanan batrai lampu penerangan tersebut sudah kosong dan menyisakan kabel-kabel. Hal lain yang perlu dilakukan saat melewati jalur tersebut dimalam hari, usahakan melaju dengan iring-ringan minimal dengan dua mobil atau beberapa motor. Hal ini untuk mengatisipasi adanya tindakan kriminal karena tidak adanya lampu penerangan yang membuat lokasi menjadi gelap, jalan Sicincin-Malalak dengan panjang Kurang Lebih 43 km.

Tak hanya itu, jika cuaca sedang hujan lebat, diharapkan hindari jalur tersebut karena rawan lonsor. Dinas Perhubungan Sumatera Barat memastikan lampu penerang jalan pada jalur alternatif Sicincin-Malalak yang hilang dicuri sejak beberapa waktu terakhir, tidak akan diganti pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.

“Lampu jalan yang dicuri orang tidak bertanggungjawab itu jumlah cukup banyak. Lebih dari 100 unit. Kita belum memiliki anggaran untuk menggantinya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran di kantornya, Kamis. Menurutnya, saat ini dari total lampu jalan yang telah dipasang di jalur Sicincin-Malalak itu, hanya tinggal sekitar 40 persen saja yang masih digunakan.

“Ini sangat mengganggu kenyamanan pengendara di jalur itu, terutama pada malam hari,” katanya.

Padahal menurut Amran, jalur Sicincin-Malalak tersebut adalah salah satu alternatif untuk memecah kemacetan jalur utama Padang-Bukittinggi melalui Padangpanjang, apalagi saat mudik lebaran. “Kondisi fisik jalan sudah bagus dan nyaman untuk dilewati, tetapi hilangnya ratusan lampu jalan ini memang sangat mengganggu, terutama pada cuaca berkabut atau malam hari,” kata dia.

Dia berharap, pencuri lampu penerang jalan itu segera bisa dibekuk oleh pihak berwenang karena tindakannya tidak saja merugikan negara, tetapi juga merampas hak pengendara untuk memperoleh penerangan di jalur tersebut. Selain lampu penerang jalan di jalur Sicincin-Malalak, lampu penerang jalan di jalur lain seperti Padang-Solok menurut Amran juga banyak yang telah dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Padahal di jalur itu sering diselimuti kabut tebal sehingga lampu penerang jalan sangat dibutuhkan,” kata dia.

Salah seorang sopir dari Kabupaten Agam, Saridal(35) mengatakan, dia cukup sering menggunakan jalur Sicincin-Malalak untuk menghindari kemacetan di sekitar Lembah Anai di perbatasan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar.

“Jalur ini bebas macet. Kendalanya, jika suasana berkabut, jarak pandang jauh berkurang sehingga harus ekstra hati-hati. Kalau bisa, lampu penerang jalan di sini diperbaiki agar bisa membantu saat cuaca berkabut atau malam hari,” katanya.(*/r)

Laporan  : Wahyu Uliadi/Rusman Hakim

Editor      : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: