KANDISSIAK

P2TP2A Siak Turlap, Korban Pelecehan Sexsual Akan Dirawat Dengan Melibatkan Psikolog

KARIMUNTODAY.COM, KANDIS, SIAK – Setelah mendengar informasi bersinambungan dari Media ini terkait adanya kasus pelecehan sexsual pada anak usia dini di Kampung Samsam Kecamatan Kandis, pada Kamis, (09/05/2019), H Sofyan Saleh selaku Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) bersama beberapa staf didampingi Suhartono selaku Staf TKSK (Tenaga Kerja Sosial Kecamatan) menggelar sidak dengan turun ke tempat kejadian perkara dengan tujuan memperoleh informasi yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Terpantau, saat rombongan P2TP2A hadir juga disertai dengan kehadiran Penghulu Kampung Samsam, Azam Munthe.

Walau pastinya akan banyak pihak yang tidak merasa puas akan keputusan yang telah diambil, namun P2TP2A Kabupaten Siak telah sepakat mengambil keputusan bahwa para korban akan dirawat dengan melibatkan psikologis untuk kembali menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam kesehariannya, “Kita tidak mengambil kebijakan untuk meneruskan ini keranah hukum dengan pertimbangan sudah ada kesepakatan antara orang tua korban dan pelaku, disamping itu juga perlu disikapi secara bijak bahwa pelaku merupakan tulang punggung keluarga yang dimana masih memiliki putra usia Balita. Untuk para korban sendiri, kita akan melibatkan psikologis untuk menghilangkan rasa trauma akan kejadian yang telah menimpa mereka,” sebut Iyus sebagai Sekretaris P2TP2A dialokasi.

Kebijakan yang diambil oleh P2TP2A ini diambil sebagai upaya perlunya memandang permasalahan ini dari kedua belah pihak, dimana jika kasus diteruskan maka akan berdampak negatif bagi putra pelaku yang masih berusia Balita dan juga kelangsungan hidup akan keluarga Pelaku sendiri. Hal ini juga sejalan dengan pemikiran yang diutarakan oleh salah satu Orang Tua Korban yang bisa dikatakan anaknya adalah korban terburuk dimana setelah kejadian sempat mengeluhkan sakit saat buang air kecil, Poniman, “kalau saya pribadi sebenarnya sangat geram namun mengingat akan kehidupan pelaku juga akan keluarga terkhusus anak-anak dari para pelaku sendiri, saya dan rekan-rekan lainnya berusaha menerima dengan kesepakatan awal agar pelaku tidak lagi berada diwilayah perumahan ini terpenuhi,” sebutnya.

Kesepakatan awal sebagimana yang dimaksudkan oleh para orang tua korban memang sepertinya akan terpenuhi bahkan Penghulu Kampung Samsam sendiri sudah menekankan pada Manager Perusahaan untuk tidak lagi menerima pelaku sebagai Karyawan perusahaan, “Untuk saat ini pelaku sudah tidak lagi tinggal di perumahan Graha Mas dan dalam pekerjaan Pelaku mengajukan cuti, tapi saya sudah tekankan pada pihak perusahaan melalui Manager Pak Iskandar untuk tidak lagi menerima Pelaku sebagai Karyawan,” ujar Azam Munthe.

Pihak P2TP2A Kabupaten Siak dapat dikabarkan akan kembali di pekan depan bersama psikologis untuk merawat para korban, “seharusnya hari ini tetapi dikarenakan ada kendala, maka kami akan mengatur ulang waktunya, paling lama Minggu depan,” tutup Iyus.

 

Laporan : Fuji Efendi
Editor     : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close