KUANSINGPEKANBARURIAUSIAK

DKPP RI Hari Ini Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Terhadap KPUD Kuansing Di Bawaslu Riau

KARIMUNTODAY.COM, PEKANBARU- Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, AlFatira Salam akan melakukan sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik di Kantor Bawaslu Riau, Jumat (14/6/19). Sidang pemeriksaan akan di selenggarakan di Aula Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Adi Sucipto No.284 Komplek Transito, Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB.

Sidang pemeriksaan akan membahas masalah dugaan pelanggaran kode etik dengan nomor register laporan 107-PKE-DKPP/V/2019 dengan teradu Ketua dan anggota KPU Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dalam sidang ini, Alfitra selaku pimpinan majelis sidang akan didampingi oleh 2 anggota Majelis yaitu Gema Wahyu Adinata dari unsur Bawaslu Riau, dan AKBP Firdaus dari unsur Kepolisian. Sedikitnya ada 9 pokok aduan yang dilaporkan ke DKPP yang dibahas. Permasalahan yang dibahas mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga tidak cermatnya Rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kabupaten Kuansing pada pemilu tahun 2019. Kamis (13/6) malam tadi,

Alfitra Salam bersama dengan Bawaslu, KPU, Polda dan Tokoh Masyarakat di Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Teknis yang di selenggarakan di Hotel Swiss Berlin Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Rusidi Rusdan Ketua Bawaslu Provinsi Riau bersama Gema Wahyu Adinata, Neil Antariksa, Amiruddin Sijaya, dan Anderson turut hadir dalam rapat tersebut. Selain pihak Bawaslu, terlihat Abdul Hamid mantan komisioner KPU Riau bersama Sri Rukmini ikut duduk bersama dalam rapat tersebut.

Dalam sambutannya, Alfitra Salam sangat mengapresiasi kerja Penyelenggara Pemilu baik itu dari pihak Bawaslu maupun KPU dam mensukseskan pilpres dan pileg 2019. Dalam sambutannya, Alfitra sangat menyanyangkan adanya korban dalam pelaksanaan pemilu, sedikitnya kurang lebih 700 orang penyelengara yang meninggal dunia. “Sekitar 700 orang sahabat kita, dari pihak penyelenggara yang telah gugur pada pemilu ini,” tutur Alfitra dengan nada sedih.

Diakui Alfitra, tekanan kepada pihak penyelenggara sangatlah tinggi, ditambah dengan jam kerja yang melebihi batas dan konsumsi yang tidak ada bagi penyelenggara menjadi sumber masalah kesehatan bagi penyelenggara.

Lanjutnya, Alfitra Salam akan mencanangkan untuk dilakukan pemisahan Pileg Pusat dengan Daerah, Pemilihan eksekutif dengan legislatif pada tahun-tahun kedepan. “Kita akan pisahkan untuk pemilu selanjutnya antara pileg pusat dan daerah, Eksekutif dan legislatif agar tidak terulang kembali masalah pemilu seperti tahun ini.” tambahnya.

Alfitra berharap agar dalam pemilu-pemilu selanjutnya sistem pemilu, serta rekrutment perlu diperbaiki. Ia juga mengatakan, hingga saat ini sebanyak 273 laporan yang diterima oleh Bawaslu RI, yang mana 9 diantaranya berasal dari Provinsi Riau. Rencananya, pihak pelapor akan menghadirkan 8 orang saksi dalam sidang perdana pagi ini.(*/r)

Laporan   : Idris Harahap

Editor       : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: