SIAK

Rumah Warga Mandiangin Ini Disatroni 7 Orang Maling, Motor Uang Dan Perhiasan Ludes Di Gondol

KARIMUNTODAY.COM, SIAK –  Sebuah rumah warga di kawasan RT 01/RK 01 Dusun Tuah Sekato, kampung Mandiangin,  kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (21/06/19) sekira pukul 21:00 WIB  malam tadi, disatroni tujuh orang Peria tak dikenal. Pelaku sempat mengikat tangan para korban sebelum berhasil kabur membawa tiga unit sepeda motor jenis bebek maupun matic beserta liima unit Handphone dan sejumlah Uang hingga perhiasan milik korban. Adi Susanto (32) Satlinmas Kampung Mandiangin, kepada wartawan mengatakan, berdasarkan keterangan langsung yang di dapatkannya dari si pemilik rumah tersebut, yakni Sulaiman (50) mengatakan, awalnya ketujuh orang Peria tak dikenal itu datang dengan alasan menumpang istirahat sebentar dan meminta air putih untuk diminum.

“Informasi dari pak Sulaiman kepada kita, perampok itu berjumlah tujuh orang, datang dengan menggunakan tiga unit sepeda motor,  Kejadian ini sekitar pukul 21:00 WIB malam tadi, awalnya perampok itu datang dengan alasan mau numpang istirahat, kemudian mereka duduk, setelah itu minta air minum, dan ada juga yang minta tambah angin ban motornya.” Terangnya ketika dihubungi oleh Wartawan, Sabtu (22/06/19) Sekira Pukul 01:00 WIB  Dini hari tadi.

Dijelaskannya, berdasarkan Pengakuan dari Sulaiman, awalnya kata dia, Sulaiman mengira para perampok itu hendak pergi memancing ikan atau berburu hewan, sebab Kata dia, ketujuh peria yang tak di kenal itu datang dengan membawa senapan angin, “makanya pak Sulaiman tidak menaruh rasa curiga sama sekali, sebab awalnya mereka baik ngajak ngobrol biasa, dan sempat nanya-nanya di sini orang berapa kok sepi kali orangnya pada kemana, gak lama kemudian perampok itupun beraksi lalu mengikat para korban itu.” Ujarnya.

Sewaktu kejadian, kata dia, korban ada empat orang di dalam rumah itu, dengan seorang anak kecil yang masih berumur delapan tahun, Kondisi rumah pun cukup jauh dari rumah lainnya, “tetangga terdekat berjarak 1 kilometer, seandainya mereka berteriak pun tak ada orang yang bisa mendengar, sedihnya lagi kata pak Sulaiman waktu kejadian tak satu sepeda motor maupun mobil yang melintas di depan rumahnya, waktu kejadian di rumah itu ada pak Sulaiman, anak perempuan beserta cucunya yang masih berumur delapan tahun dan anggota muat Sawitnya, kebetulan bapak sulaiman ini toke sawit. Namun memang dari tujuh orang perampok itu, menurut korban tak ada yang kenal satupun, wajahnya asing dan tak pernah nampak di kampung Mandiangin, tapi jika di jumpakan, para korban itu masih bisa mengingat dan mengenalinya, karna tidak satupun perampok itu yang menggunakan penutup wajah (topeng) maupun penutup kepala,” Kata Adi Susanto.

Atas kejadian tersebut, Perampok itu pun berhasil menggondol sebanyak tiga unit sepeda motor milik korban, diantaranya satu Vario, kemudian Supra X 125, dan satu unit Motor Yamaha Mio, kemudian uang sejumlah tiga juta rupiah, dan juga Handphone sebanyak lima unit, hingga perhiasan milik korban berupa kalung emas, yang jika di uang kan berkisar seharga dua juta rupiah. “Waktu perampok itu beraksi para korban sudah dalam keadaan di ikat semuanya, kemudian pintu rumah di tutup oleh perampok itu. Isi rumah berserakan semua di acak-acak oleh maling itu. Kondisi korban hanya lebam,  mungkin terkena pukulan dari senapan angin milik perampok itu, mereka juga membawa celurit, kalao pengakuan Korban mereka tidak ada sama sekali melakukan perlawanan, hanya saja sewaktu perampok itu menanyai posisi letak uang di simpan, si korban bilang tak ada, makanya di pukul sama perampok itu.” Jelasnya lagi.

Kondisi Rumah Korban tampak berantakan, Setelah di Acak-acak oleh maling tersebut

Lanjut dia, setelah para rampok itu berhasil melarikan diri, para korban pun berusaha melepaskan diri dari ikatan, sebab kata dia kebetulan anak perempuan pak Sulaiman maupun ibu dari anak yang umur delapan tahun itu tangannya di ikat arah kedepan, jadi oleh karenanya mudah untuk melepaskan diri. “Tangan ibu itu di ikat arah depan tidak arah kebelakang seperti Pak Sulaiman dan anggota muatnya itu, dia lah yang melepaskan ikatan tali pak Sulaiman, beruntung anak yang delapan tahun tidak di apa-apakan, kemudian mereka melapor kepada securty penjaga lahan Pemda di BF 3, kemudian mereka menelepon kadus kami dan langsung di informasikan kepada saya berhubung saya Satlinmas di kampung ini. Setelah mendapat informasi ini kami pun langsung bergegas menuju TKP beserta rekan lainnya.” Tukasnya.

Kata dia, kemungkinan besar para perampok itu di duga melarikan diri  ke arah Perawang, “sebab Anak pak Sulaiman Yang perempuan tadi juga sempat menelpon abangnya di perawang pasca kejadian, rupanya kata abangnya tadi sempat jumpa di perawang sepeda motor Vario yang di bawa perampok itu, mereka sempat bertabrakan dan jatuh, kemudian perampok itu langsung melarikan diri lagi. Dan tadi Polisi sudah sampai di TKP sekitar pukul 23:00 WIB  tadi, jadi saat ini sudah di tangani oleh pihak kepolisan Polsek Minas.” Pungkas-nya.

Atas kejadian ini, korban pun di perkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah, dan wartawan pun telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian polsek Minas, Polres Siak, atas adanya kejadian tersebut. Kapolsek Minas Kompol Birma Naipospos dia pun membenarkan adanya kejadian itu, saat ini kata Kapolsek, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian itu.(*)

 

 

Laporan : Idris Harahap
Editor     : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: