KUANSINGRIAU

Slip Setoran Bank ke Rekening Pribadi Bupati Jadi Bukti Dalam Sidang Utang Piutang Pemkab Kuansing Rp 872,9 Juta.

KARIMUNTODAY.COM, TELUK KUANTAN – Slip setoran ke rekening Bupati Kuansing H.Mursini menjadi salah satu bukti yang diajukan penggugat dalam kasus sidang perdata utang piutang di Pengadilan Negeri (PN) Taluk Kuantan pada Kamis siang (20/6/2019). Totalnya, ada 23 bukti yang diajukan penggugat dan dalam kasus ini keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan melalui Ertatises istrinya dan anaknya, Egy Primatama sebagai penggugat

Sedangkan tergugat yakni tergugat I Bupati Kuansing, Drs H Mursini, tergugat II Sekda kab Kuansing, tergugat III Kabag Umum dan tergugat IV Bendahara Umum Sekretariat (setda) Pemkab Kuansing. Kamis siang kemarin merupakan sidang lanjutan dimana materi sidang yakni penyerahan bukti. Majelis hakim terdiri dari Reza Himawan Pratama SH, M.Hum yang merupakan ketua PN Kuansing, Rina Lestari br Sembiring SH MH yang merupakan wakil ketua PN dan Duano Aghaka SH yang juga humas PN.

Tergugat yang hadir yakni bidang hukum mewakili tergugat I dan II. Sedangkan tergugat III langsung diwakili Kabag Umum Muradi dan tergugat IV langsung juga dihadiri langsung bendahara Pemkab Kuansing. Sidang sendiri berlangsung sekitar 30 menit. Penggugat hanya menyerahkan bukti-bukti yang diajukan dalam kasus ini.

Egy Primatama maju untuk menyerahkan bukti ke meja hakim. Hakim pun mencocokkan bukti tersebut dengan bukti asli. Persidangan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan menghadirkan saksi,” kata pimpinan majelis, Reza Himawan Pratama.

Bukti-bukti yang diserahkan penggugat tersebut seperti aplikasi setoran penggugat ke kas daerah Pemkab Kuansing senilai Rp 750.000.000, print out dari Bank Mandiri, kwitansi pemijaman Rp 102.900.000, slip setoran bank ke rekening atas nama Mursini, slip setoran bank ke rekening anak mantan Sekda Muharlius dan bukti lainnya. Totalnya ada 23 bukti yang kita serahkan,” kata Junaidi Afandi, salah satu keluarga penggugat.

Junaidi Afandi mengatakan slip setoran ke rekening Mursini dan Muharlius sebagai bukti adanya pembayaran cicilan atas penggunaan uang keduanya untuk menutupi anggaran makan minum di Sekretariat Daerah Pemkab Kuansing. “Yang menyetor pegawai ASN di Setda Kuansing. Untuk apa pegawai nyetor uang ke rekening pribadi bupati dan mantan Sekda? Ini sebagai bukti cicilan pembayaran utang yang totalnya Rp 3,8 miliar yang didalamya juga ada duit penggugat,” ujarnya.

Siapa pegawai ASN yang menyetor duit tersebut, Juanidi enggan merinci.Begitu juga nomial duit yang disetorkan serta jumlah lembar slip setoran ke rekening Mursini dan Muharlius. Kasus gugatan keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan bermula dari upaya menutupi anggaran makan minum di Sekretariat Daerah Kuansing tahun 2017. Saat itu, ada sebesar Rp 3,8 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Periode Januari 2018, tergugat I, pergugat II yang saat itu dijabat Muharlius, tergugat III yang saat itu dijabat M Saleh serta tergugat IV yang saat itu dijabat Ferdi berembuk mencari solusi untuk menutupi sebesar Rp 3,8 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini harus segera ditutupi karena Maret 2018 BPK Perwakilan Riau akan melakukan pemeriksaan. Empat pihak tersebut pun sepakat mencari dana talangan. Dana talangan ini disepakati akan dibayar dikemudian hari.

Dari Mursini mendapatkan dana Rp 1,4 miliar. Muharlius sebesar Rp 800 juta. Sedangkan M Saleh Rp 420 juta dan Ferdi sebesar Rp 550 juta. Belum diketahui secara rinci dari mana dana talangan ini. Jumlah dana talangan yang didapat empat pihak tersebut ternyata belum cukup untuk menutupi Rp 3,8 miliar. Akhirnya keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan memberikan pinjaman yang totalnya Rp 872.900.000 Pada 11 Januari 2018, Firzadah Kurniawan menyerahkan uang sebesar Rp 102.900.000 kepada tergugat IV secara cash yang disertai dengan kwitansi. Kali ini, duit sebanyak itu diserahkan dengan cara transfer ke rekening atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Firzadah Kurniawan meninggal dunia pada 6 Januari 2019. Ia menderita sakit stroke hemoragik.

Cara musyawarah sudah dilakukan keluarga Firzadah Kurniawan agar dibayarkan Namun ternyata para tergugat tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini sehingga keluarga Alm. Ir. Firzadah Kurniawan pada 25 Februari 2019 resmi mendaftarkan gugatan ke PN Teluk Kuantan dengan nomor registrasi 4/Pdt.G/2019/PN. TLK. Mediasi di PN Teluk Kuantan juga gagal. Akhirnya persidangan terus berlanjut hingga saat ini,” Tutup Junaidi (*)

Sumber   : Tribunpekanbaru.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close