KUANSINGRIAU

Wabup Kuansing : Bibit Sawit Diberikan Kepada Masyarakat Tahun 2017 Silam Belum Berbuah

KARIMUNTODAY.COM,TELUK KUANTAN –  Wakil Bupati Kuantan Singingi, H Halim mengKroscek pertumbuhan bantuan bibit sawit yang dibagikan kepada masyarakat pada tahun 2017 silam secara gratis Halim menunjukkan photo pertumbuhan bibit sawit tersebut, kepada wartawan karimuntoday.com, Kamis (20/6/2019).

H.Halim menilai ada perbedaan antara bibit sawit yang asli yang di beli dengan bibit sawit yang dibagikan kepada petani tahun 2017 lalu,” hari ini saya menkroscek ke lokasi perkebunan masyarakat yang menerima bantuan bibit sawit pada tahun 2017 lalu serta perkebunan sawit yang bibitnya Di beli masyarakat sendiri, Halim mencurigai keasliannya.”coba sama-sama perhatikan pertumbuhan sawit tersebut padahalkan Sama-sama berumur 20 bulan. Bibit asli yang dibeli masyarakat duluan berbuah,” kata Halim.

“  Bibit yang yang dibagikan oleh pemerintah daerah belum menunjukan tanda – tanda akan berbuah. Padahal sama-sama berumur 20 bulan.katanya Halim mengaku memfoto bibit itu di dua lokasi diantaranya Bibit bantuan difotonya di lokasi perkebunan Sentajo Raya. Sedangkan bibit yang asli itu di fotonya di Logas Tanah Darat,” tukasnya

Mestinya menurut Halim, jika bibit itu sama-sama asli, pasti akan menunjukan pertumbuhan yang sama. Artinya sama-sama berbuah diumur yang sama. Pernyataan ini dikeluarkan Halim untuk memperkuat pernyataannya saat berpidato dihadapan masyarakat Pulau Rengas, Pangean beberapa waktu lalu.

Sebelumnya H.Halim saat berpidato di depan masyarakat Desa Pulau Rengas , bibit bantuan pemerintah yang dibagikan pada tahun 2017 lalu sebagian palsu. Tidak sesuai dengan spek. Waktu itu kata Halim, dirinya sempat meminta agar bibit itu ditolak. Karena tidak sesuai dengan kontrak. Jika diteruskan Kadisnya bisa masuk penjara.

Sebelumnya H. Halim mencek bantuan bibit sawit pada tahun 2017 silam Dan Halim menganjurkan menolak bantuan bibit sawit tersebut, namun masyarakat tetap saja menerima. Karena mengaku mendapat saran dari orang dinas. Katanya, jika ditolak, masyarakat tidak akan mendapat bibit pengganti.

Sementara Di hal terpisah beberapa waktu lalu Menyikapi hal tersebut, Zubirman SH Praktisi Hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau kepada, Senin (10/6/2019), mengatakan, Dengan adanya stetmen Wakil Bupati Kuansing yang mengatakan, pengadaan bibit sawit pada tahun 2017 diperuntukan kepada masyarakat di beberapa desa tidak sesuai dengan speck, akan menjadi pintu masuk bagi pihak penegak hukum,(kejaksaan dan Kepolsiian-red), untuk melakukan penyelidikan, untuk mengungkap kebenaran atas stetmen wabup tersebut.

“ Dia berharap Kejari Kuansing atau Kapolres secepatnya menanggapi stetmen wakil bupati saudara, H. Halim yang mengatakan pengadaan bibit pada tahun 2017 lalu palsu, dengan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk dikonfrontir dengan tujuan agar stetmen tersebut tidak menjadi liar,” Imbuhnya

Ditambahkanya lagi, Sebagai Praktisi Hukum dia sangat memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Kuansing yang secara nyata berani mengungkap kebenaran terkait adanya dugaan penyelewengan pada pengadaan bibit sawit pada tahun 2017 silam, dan sekarang tinggal kemauan dari pihak penegak hukum mau atau tidak untuk melakukan pengusutan,” Tutupnya (*)

Laporan  : Roder

Editor      : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: