KUANSINGRIAU

Bangun Gubuk Ditanah Pusaka Mimpi Warga Pulau Deras Pangian Pupus Mendapatkan Rumah Layak Huni

KARIMUNTODAY.COM, TELUK KUANTAN – Warga Pulau Deras berdomisili di  RT 02 Dusun 02 Kecamatan Pangian,Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau bernama Surya Santi  selama kurang lebih 5 tahun  tinggal di rumah gubuk reot dan terlihat atap rumahnya sudah berlubang-lubang sehingga apabila hujan turun maka rembasan air masuk kedalam rumahnya ditambah lagi terlihat kehidupanya serba kekurangan

Hal  tersebut diketahui Ketika karimuntoday.com berkunjung kerumahnya, Surya Santi bercerita tentang anaknya yang pertama bernama Mela (11), tahun saat ini sudah menginjak di bangku kelas VI SDN sangat berprestasi di sekolahnya dimana Dia mendapatkan juara II di kelasnya.

 Dilanjutkanya lagi, Dia tidak menapik selama 6 tahun terakhir sudah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan,(PKH), namun, dia berharap supaya pemerintah daerah kabupaten kuansing melalui Dinas Sosial untuk memproritaskan agar dirinya mendapatkan Rumah Layak Huni, pasalnya rumah yang ditempatinya bersama anak istri sangat memprihatinkan.

“ Semoga dengan kedatangan wartawan kerumahnya, pemerintah daerah maupun provinsi dapat melihat kondisinya saat ini, dan terketuk hatinya untuk membantu memberikan kehidupan serta rumah layak,” Harapnya

 Sementara itu, Bupati Kuansing, H Mursini ketika dikonfirmasi  karimuntoday.com Senin (1/7/2019) mengatakan, Ya  atas Nama Pemilik Rumah Surya Santi dengan Alamat: Desa Pulau Deras, Pangian Yang bersangkutan memang benar sudah  terdaftar di PKH sejak 2012, selain Dapat Bantuan PKH yang bersangkutan juga menerima bantuan BPNT, dan JKN KIS.

Di tambahkan Bupati lagi, Memang tidak dipungkuri sampai saat ini atas nama Surya Santi belum Pernah mendapat bantuan Rumah Layak Huni dan ketika anggota PKH tahun lalu menkroscek kepemilikan tanah dimana rumahnya yang ditempati saat ini masih berstatus  tanah pusaka,sementara syarat untuk mendapatkan rumah layak huni harus tanah atas nama sendiri,” Dia meminta atas nama Surya Santi untuk mengurus tanah pusaka tersebut menjadi hak kepemilikannya karena persyaratan untuk mendapatkan RLH harus  tanah atas nama sendiri,” Tutupnya (*)

Laporan   : Roder

Editor       : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close