KARIMUNKEPRIKUNDUR

Potret Kemiskinan Masyarakat Kundur Utara, Kabupaten Karimun

KARIMUNTODAY.COM,  KUNDUR UTARA – Kehidupan masyarakat di Kundur Utara Desa Teluk Radang Kabupaten Karimum,Provinsi Kepri, kian miris dan memprihatinkan. Padahal secara logika bumi berazam Kabupaten Karimun cukup dikenal, dengan Sumber Daya Alam yang berlimpah ruah, terutama hasil timah yang kian menjadi primadona selama 30 tahun lebih.

Namun limpahan Sumber Daya Alam tersebut ternyata tidak berpihak terhadap warga dan masyarakat, sehinga masih banyak masyakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Salah satu potret kemiskinan itu tergambar tepatnya di dusun 02 Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara Kabupaten Karimun.

Hasil pantauan media ini (17/7/2019), tepatnya di Dusun 02 Desa Teluk Radang, masih ada masyarakat yang menghuni gubuk berdia meter 3×3, untuk satu kepala keluarga (KK) yang memiliki 7 orang anak. Kondisi ini memperlihatkan tidak sebanding dengan limpahan Sumber Daya Alam kabupaten Karimun, yang belum dapat dimanfaatkan dengan cara pemerataan ke masyarakat, dan terkesan hanya dapat dinikmati segelintir orang baik itu pengusaha dan penguasa.

Suparno, warga Dusun 02 Desa Teluk Radang, penghuni pondok atau gubuk berdia meter 3×3 meter, yang tinggal bersama istri dan 7 orang anaknya, terlihat sangat memprihatinkan. Kepada media ini (17/7/2019, Suparno dan keluarganya, mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti beras raskin ataupun rasra. Suparno mengaku, terus terang bahwa selama ini mereka belum pernah menerima bantuan dari pemerintah walau segenggam beras sekalipun.

Padahal seperti yang kita ketahui pemerintah wajib membantu masyarakatnya yang membutuhkan dan benar-benar berada dibawah garis kemiskinan. Ditambahkan Suparno terkadang dirinya merasa hiba ketika melihat orang yang lebih mampu dari dirinya, justru berbondong-bondong dari kantor Desa dengan membawa beras bantuan Pemerintah. Yang sangat menyedihkan lagi ketika mendengar ada bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun bedah rumah, yang diberikan oleh pemerintah, imbuh Suparno.

Menanggapi kondisi ini, tokoh masyarakat Teluk Radang, Musa, menegaskan bahwa Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri juga PT Timah selaku pengelola Sumber Daya Alam (SDA) sepertinya tidak mau berbuat dan belum sepenuhnya memikirkan masyarakatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Menurut Musa, langkah konkret pemkab karimun beserta perangkatnya harus jelas untuk mendata mana saja masyarakat harus di bantu, bukan mengkedepankan factor kedekatan satu antara yang lain akibatnya warga yang benar-benar miskin tidak mendapatkan bantuan,”  Padahal, lanjutnya, jika melihat Sumber Daya Alam yang dimiliki, tentu tidak mungkin ada potret kemiskinan di Kabupaten Karimun terkhusus Desa Teluk Radang, yang kaya akan timah,” terang Musa pada wartawan karimuntoday.com. (*)

Laporan   : Majid

Editor       : Indra H Piliang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: