MINASSIAK

Masyarakat Bergotong Royong Ciptakan Hutan & Danau Telaga Bungsu Jadi Tempat Wisata Di Minas

KARIMUNTODAY.COM, SIAK – Masyarakat Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Pada Ahad (04/07/19) pagi mereka tampak bergotong royong melakukan pembuatan jalan di tepian waduk hutan lindung milik Pemkab Siak tepatnya di dekat PDAM Minas, warga sekitar pun menamakan waduk itu dengan sebutan Danau Telaga Bungsu yang di kelilingi oleh hutan lindung milik pemerintah kabupaten Siak, seluas kurang lebih 100 hektar, rencananya lokasi itu akan di jadikan sebuah wisata alam oleh warga sekitar.

Hal ini disampaikan oleh Patrianta Selaku ketua kelompok tani hutan di kawasan tersebut, dikatakan dia bahwa pihaknya memiliki tekat kuat untuk menjadikan Waduk maupun Danau Bungsu itu menjadi tempat wisata Alam yang nantinya kata dia tentunya berguna bagi kepentingan masyarakat di kecamatan Minas khususnya dalam meraup penghasilan di tempat itu. “Tujuannya kita buka jalan ini selain untuk jalan santai juga nantinya agar masyarakat bisa mengelilingi hutan ini dengan nyaman kemudian dapat mengenal kayu-kayu yang tumbuh di sini, yang kebanyakan keberadaannya sudah sangat langka.” Ujar Patrianta.

Lanjut dia sebagaimana diketahui, hampir seluruh masyarakat di kecamatan Minas bergantung kepada perusahaan, namun demikian didalam perusahaan ada batasan umur yang dapat mereka pekerjakan,  “oleh karenanya kita berencana menciptakan lokasi ini selain untuk wisata tentunya juga nanti bisa menjadi lapangan kerja bagi warga yang sudah tidak bisa bekerja lagi di dalam perusahan yang ada di Minas ini, misal mereka berdagang di tempat ini, dan lain sebagainya. Kita lihat potensi itu sangat kuat di tempat ini. Jadi kita memberdayakan alam sebagai tempat wisata untuk bisa meraup penghasilan bagi masyarakat, itu hal yang kita rencanakan selama ini, insya Allah hal itu akan terwujud tentunya dengan dukungan semua pihak.”  Kata Peria yang akrab di sapa warga dengan sebutan Bang Atta Itu.

Selain itu kata dia, dalam memeriahkan HUT RI tahun 2019 nantinya pihaknya juga akan mengadakan pesta rakyat di lokasi itu dengan acara gerak jalan santai, yang rencananya akan di gelar pada Ahad (25/08/19) mendatang. “Dan saat ini kita sudah lakukan pembersihan jalan untuk di lintasi pejalan kaki nantinya yang panjangnya kurang lebih 2 Kilometer,  pembersihan ini kita lakukan dengan bergotong royong bersama para kelompok tani hutan berjumlah 300 KK yang ada di sini. Kedepannya kita akan perluas lagi jalan ini lebih kurang sepanjang 5 kilometer.” Sambung dia.

Lebih jauh di katakan Bang Atta, Prospek kedepan hutan itu juga akan dimanfaatkan sebagai bumi perkemahan, dan juga nantinya pihaknya akan menciptakan wahana permainan Air didalam danau tersebut, seperti bebek dayung dan lain sebagainya. “Pada dasarnya kita tidak ada bertujuan melakukan perusakan hutan, justru kita di sini ingin menyelamatkan lingkungan. Karna hutan kita di Minas ini sudah berubah menjadi kebun sawit. Maka hutan yang sedikit ini kita jaga agar tidak di garap orang dengan menciptakannya sebagai lokasi wisata.” Cakapnya.

Disinggung apakah hal itu disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Siak dia mengatakan hal itu sangat di suford oleh Bupati Siak Drs H Alfedri Msi.” Pemkab seperti bapak Bupati kita dalam hal ini beliau sangat mendukung dan mensuford tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata. Bahkan beliau sampaikan jika kita warga Minas tidak mau mengelolanya pihak dinas terkait akan mengelola tempat ini. Yang jelas ada signal baik lah dari bapak bupati Siak. Bahkan pada gelaran jalan santai nanti Bupati akan hadir di sini.” Ucapnya.

Selain itu manfaat dari adanya kegiatan di kawasan hutan itu kata dia juga bisa menjaga kayu alam yang ada, sebab sebelum ada kegiatan dikawasan hutan itu Kayu Alam di hutan kerap di Ambil orang ataupun di curi, (pembalakan Hutan). “Ada sekitar dua hektar udah terang akibat di garap orang tak bertanggung jawab. Alhamdulillah setelah masyarakat beraktifitas di sini, hal semacam itu tak ada lagi di hutan ini. Artinya terjaga lah. Kemudian dulunya tempat ini juga kerap dijadikan untuk berpacaran oleh anak muda kita, mereka masuk kedalam hutan sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. Itu salah satu manfaat besarnya. Dan sudah banyak masyarakat yang berangan-angan agar Minas ini memiliki tempat kebanggan seprti tempat ini misalnya.” Tukasnya.

Saat di singgung terkait masih adanya sebahagian masyarakat kecamatan Minas yang komplen dengan dijadikannya tempat itu sebagai wisata Alam, Atta mengatakan. “Bagi warga yang merasa keberatan dengan hal ini, kami berharap, turun lah kemari lihat lokasi ini barulah berkomentar, berkonsultasi lah dengan kami yang ada di sini, agar tidak muncul isu-isu yang negatif, mari kita bangun sama-sama kampung kita ini agar di kenal masyarakat luas. Salah satunya dengan menciptakan tempat wisata dan menjadikan tempat ini di kenal orang banyak.” Imbuhnya.(*)

 

 

Laporan : Idris Harahap
Editor     : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: