LINGGA

Pemkab Lingga Kumpulkan Stakeholder, Bupati Awe Paparkan Capaian Awe Nizar

KARIMUNTODAY.COM, LINGGA – Pemkab Lingga melalui Bakesbangpol menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri (FKUB, FKDM, FPK) triwulan III tahun 2019, serta Ormas / LSM / OKP, Profesi, Media Cetak dan Media Online pada Rabu (07/08/2019).

Acara yang digelar di Gedung PSMTI Dabo Singkep tersebut dihadiri oleh WaKapolres, Kapala Bakesbangpol, Ka.Rutan Kelas III Singkep, Ketua FKUD, Ketua PWI, Ketua Wartawan Online, Ketua FPK, Kakan Kemenag, Perwakilan dari OPD Pemkab Lingga, Ormas dan LSM, Tokoh Masyarakat, para awak media, serta camat dan lurah setempat.

Dengan mengusung tema “mari kita tingkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan dalam menuju Lingga Terbilang 2020,” acara berjalan dengan santai dan sarat dengan rasa kekeluargaan.

Pada kesempatan itu, Bupati Lingga mengemukakan kepada hadirin peserta diskusi mengenai apa-apa saja program kerja yang telah Awe-Nizar laksanakan selama masa pemerintahannya. Baik itu yang berupa program kebijakan beliau, janji-janji politik yang telah berhasil Ia realisasikan , hingga realisasi program dari pemerintah pusat.

Banyak capaian-capaian yang sudah diperoleh oleh Pemkab Lingga, seperti yang beliau paparkan, bahwa tahun ini adalah tahun kedua beturut-turut pemkab Lingga memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI mengenai tata kelola keuangan daerah. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam bidang pengelolaan keuangan dibandingkan tahun-tahun selanjutnya. Hal ini juga membuktikan komitmen Awe-Nizar untuk membawa Kabupaten Lingga ke arah yang lebih baik.

Hal itu juga yang membuat pemkab Lingga menerima tambahan dana insentif dari perolehan WTP, sehingga mampu meningkatkan kas Kabupaten Lingga yang digunakan untuk menunjang pembangunan.

Bupati Lingga mengungkapkan bahwa, bukanlah suatu hal yang mudah untuk mencapai APBD Kabupaten Lingga yang pada hari ini bisa menyentuh angka 1 Triliyun Rupiah, setelah sebelumnya dihantam badai defisit pada awal mula masa pemerintahnnya. Namun semua itu berhasil diatasi berkat sejumlah kebijakan tak populis yang ditempuhnya pada saat itu.

“Saya terpaksa mengambil resiko menghadapi kritikan banyak orang pada saat itu, namun berkat keputusan tersebut, kita bisa menghemat pengeluaran daerah hingga sampai saat ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, beragam penghargaan bergengsi pun sudah sering dibawa pulang oleh Pemkab Lingga di tingkat nasional. Salah satunya adalah penghargaan Adipura yang merupakan sebuah bukti bahwa Kabupaten Lingga memang bersungguh-sungguh dan serius memperhatikan masalah kebersihan lingkungan. Hal ini tentunya didukung oleh masyarakat dan semua pihak yang terlibat didalamnya.

Beliau pun sempat mengklarifikasi sejumlah kabar-kabar miring yang pada masa itu sedikit menggangu konsentrasinya, terutama masalah tudingan ilegal logging pada pembukaan lahan di Desa Sungai Besar. Hingga akhirnya masalah tersebut bisa selesai tanpa sedikit pun mengurungkan niatnya untuk memajukan Kabupaten Lingga di bidang pertanian.

Lagi-lagi, kebijakan ‘nyeleneh’ tersebut pun pada awalnya sempat mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, apa yang ditanamnya membuahkan hasil. Hasil inisiasi pembukaan lahan sawah yang menggunakan kantong pribadi beliau pun akhirnya menunjukkan hasil yang nyata. Meskipun dalam jumlah yang tidak begitu besar jika dibandingkan dengan produksi nasional, namun keberhasilan pada panen perdana tersebut berhasil membuka mata masyarakat, bahwa Kabupaten Lingga berpotensi dikembangkan menjadi daerah “Lumbung Padi Nasional”.

Hal tersebutlah yang pada akhirnya berhasil menjemput Menteri Pertanian RI rela jauh-jauh datang dari Ibu Kota Jakarta untuk menginjakkan kakinya ke Negeri Bunda Tanah Melayu. Negeri yang entah sebelumnya pernah didengar Sang Menteri atau tidak, yang pada akhirnya menjadikan Kabupaten Lingga sebagai salah satu dari delapan daerah yang menjadi Lumbung Padi Nasional di daerah perbatasan di Indonesia.

Terobosan demi terobosan berhasil dilakukan oleh pria enerjik yang saat ini sudah menginjak umur 56 tahun. Sungguh bukan angka yang muda lagi bagi orang-orang seumuran beliau. Namun semangatnya untuk memajukan negeri tempat ia dibesarkan tetap terjaga hingga saat ini.

Tidak sampai disitu, pada pertengahan tahun masa pemerintahannya, tepatnya pada tahun 2017 lalu, dengan segala daya upaya beliau berhasil mendatangkan orang nomor 2 di Indonesia untuk datang menjejakkan kakinya di Kabupaten Lingga. Sungguh suatu hal yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh masyarakat Kabupaten Lingga pada saat itu.

Namun berkat kunjungan tersebutlah, Kabupaten Lingga semakin diperhitungkan di tingkat Nasional. Segala urusan yang menyangkut Kabupaten Lingga, seakan memiliki jalannya sendiri. “Tak apalah kita mengeluarkan sedikit dana untuk mendatangkan beliau pada waktu itu. Namun lihatlah saat ini, kita mudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Salah satunya pembangunan jalan-jalan yang saat ini dinikmati masyarakat. Semuanya adalah berkat pengorbanan kita selama ini, sehingga pemerintah pusat lebih memperhatikan Kabupaten Lingga,” ungkapnya berapi-api.

Beliau pun mengungkapkan dalam waktu dekat, Ia telah merencanakan berbagai langkah besar yang Insya Allah akan merubah wajah Kabupaten Lingga ke arah yang lebih baik. “Kedepannya, Insya Allah sebelum matahari terbit pada hari pertama di bulan Januari 2020, kita akan wujudkan mimpi-mimpi besar Kabupaten Lingga dengan gebrakan yang lebih menantang,” ujarnya (*/r)

Laporan : Trimo Saparino
Editor     : Indra H Piliang
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: