KEPRIKUNDUR

Delapan Meja Cor Pada Pembangunan Pasar Tradisional Kundur Terhalang Tiang

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Sebanyak 8 (Delapan-red) meja cor yang terhalang oleh tiang bangunan di revitalisasi pasar tradisional Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepri meresahkan para pedagang khususnya pedagang ikan dan sayur mayur. Menurut para pedagang yang telah memiliki lapak meja cor dipasar tradisional Kundur berjumlah tiga puluh empat (34) meja, sementara itu ada delapan (8) meja yang terhalang kolong tiang. Sehingga hal tersebut telah membuat kisruh ditengah para pedagang khususnya pedagang ikan dan sayur mayur di Kecamatan Kundur.Sebab pedagang berpendapat sebanyak delapan (8) meja yang terhalang kolong tiang, sudah jelas tidak dapat dipakai untuk berjualan.

Amat, salah seorang pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan ikan dipasar tradisional Kecamatan Kundur saat dijumpai oleh karimuntody.com mengatakan. jumlah meja cor yang sudah terdaftar sebanyak tiga puluh empat (34) meja, akan tetapi dari jumlah tersebut ada delapan (8) meja yang terkena kolong tiang, sehingga membuat meja menjadi sempit dan tidak dapat dipergunakan untuk berjualan.

Pembangunan Pasar Tradisional Kundur terlihat Dari Atas.

Ditambahkan Amat, sedangkan dari jumlah yang sebanyak tiga puluh empat (34) tersebut masih banyak pedagang yang belum memiliki lapak atau meja cor, apalagi dengan adanya meja yang tak dapat dipergunakan, maka akan semakin banyak pula para pedagang yang akan tidak memiliki lapak ungkap, Amat pada karimuntody.com Jum,at 20 September 2019.

Beda yang disampaikan Firdaus, Pelaksana kegiatan dari PT INCO SAKTI, yang dijumpai dilapangan oleh awak karimuntody.com Jum,at 20 September 2019. Disampaikan Firdaus, mengenai meja cor yang terkena oleh tiang pembangunan dipasar tradisional Kecamatan Kundur, para pedagang hanya salah persepsi. Firdaus, selaku pelaksana kegiatan membenarkan sejumlah delapan (8) meja yang terkena oleh kolong tiang, namun sudah ada meja pengganti yang disediakan sebanyak dua belas (12) meja.

Dengan demikian menurut Firdaus selaku pelaksana kegiatan, dua belas (12) meja yang dibangun sebagai meja pengganti, sementara delapan (8) meja yang terhalang kolong tiang, masih ada empat (4) meja cadangan atau meja yang lebih. Dengan demikian menurut Firdaus, pendapat pedagang terkait meja akan berkurang dikarenakan ada yang terkena kolong tiang, hanya salah persepsi, sebab sudah ada dua belas meja pengganti,”  imbuh Firdaus pada awak karimuntody.com Jum,at 20/9/2019. (*)

Laporan  :  Majid
Editor      : Indra H piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: