KEPRIKUNDUR

Masyarakat Gading Sari Kundur Berharap Pemrov Kepri Gesa Pemutihan Lahan Pertanian Dari Status Kawasan Hutan Lindung

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Masyarakat Kelurahan Gading Sari,Kecamatan Kundur khususnya para petani, yang tinggal dan bermukim di tanah yang termasuk dalam zona hutan lindung, saat ini kian di bingungkan dengan lahan yang belum di Putihkan dari status hutan lindung.

Meskipun Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah turun kelapangan untuk mengukur dan menghitung jumlah rumah warga secara keseluruhan untuk di Putihkan dari zona hijau atau kawasan hutan lindung, namun hal tersebut belum membuat masyarakat bisa tersenyum lebar.

Sebab yang masuk dalam pendataan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) baru untuk kawasan rumah warga atau masyarakat, tidak untuk lahan pertanian atau kebun yang dimiliki masyarakat. Kendati demikian masyarakat Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Kembali meminta Pemprov Kepri untuk menggesa agar zona hijau atau kawasan hutan lindung untuk lahan perkebunan masyarakat, segera di putihkan.

 Menanggapi hal tersebut Datok Johari Ketua DPD Intan Bersatu yang dijumpai di kantor Intan Bersatu Kundur angkat bicara. Menurut Datok Johari, hal mengenai masuknya Kelurahan Gading Sari sebagai zona hijau, sangat membutuhkan perhatian khusus untuk mendapat kepastian hukum, sebab sebagian besar masyarakat Gading Sari menumpukan hidupnya dari hasil bertani.

Selain itu mengacu pada Rencana Tata Ruang (RT/RW) Pulau Kundur secara keseluruhan sudah di jadikan sebagai kawasan agro atau pertanian sehingga dengan hal tersebut tidak wajar kalau Kundur masuk dalam zona hijau atau kawasan hutan lindung. Sehingga hal yang bisa dimaklumi kalau masyarakat Kundur khususnya masyarakat Gading Sari meminta Pemprov Kepri untuk menggesa agar  kawasan hutang lindung segera di Putihkan,” ungkap Datok Johari saat di jumpai di Kantor Intan Bersatu dijalan Jendral Sudirman Kecamatan Kundur.

 Sementara itu,  Baharudin Acok Ketua RW 03 Kelurahan Gading Sari, Dia berharap agar Pemkab Karimun dan Pemprov Kapri memberikan perhatian tersendiri terkait keluh kesah masyarakat yang memiliki tanah atau lahan pertanian yang di masukkan sebagai kawasan hutan lindung khususnya di Kelurahan Gading Sari Kecamatan Kundur.

Hal ini disebabkan masyarakat Gading Sari,secara keseluruhan mencari kehidupan keseharian rata – rata sebagai petani, jika lahan milik masyarakat tidak di bebaskan dari zona lindung, sudah jelas masyarakat akan menjadi sulit untuk melakukan aktifitas dan akan di hantui oleh rasa ketakutan karena lahan yang di milikinya tidak menutup kemungkinan nantinya akan mendapat larangan untuk di kelola sebagai kebun atau bercocok tanam,”  ungkap Baharudin Acok kepada karimuntody.com saat dikonfirmasi di kediamannya Sabtu (7/2019) lalu.

Secara terpisah, Plt Gubernur Kepri, H. Isdianto sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya terkait adanya permintaan masyarakat Desa Gading Sari, Kecamatan Kundur, agar kawasan perkebunanya yang masuk dalam zona hutan lindung agar diputihkan belum dapat dimintai tanggapanya.  (*)

Laporan   :  Majid
Editor       : Indra H piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: