RIAUSIAK

Jalan Siak Buton Ambruk, Warga Geram Dan Hentikan Mobil Cangkang Yang Melintas

KARIMUNTODAY.COM, SIAK- Paska Ambruknya jalan Lintas Siak- Tanjung Buton yang terjadi Rabu malam (06/11/19) pengendara yang datang dari Siak menuju Buton merekapun diarahkan melewati Sungai Apit. Pantauan Awak Media dengan dialihnya jalur lintas siak menuju buton ke Sungai Apit, Banyak mobil tonase besar yang melintas di jalan sungai apit.

Hal itu membuat geram masyarakat kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau. Terlihat sebanyak 8 unit mobil tronton yang bermuatan cangkang yang melintasi kampung Kayu Ara Permai ditahan oleh masyarakat Kayu Ara Permai. Jum’at (08/11/19) sekira pukul 13.30 WIB siang tadi, dipersimpangan Jalan Imam Salam Kampung Kayu Ara Permai.

Hal ini dikarenakan masyarakat sekitar tidak ingin jalan yang ada di kampungnya itu hancur akibat dilewati tronton yang bermuatan cangkang tersebut.

Tabrani salah seorang masyarakat Kampung Kayu Ara Permai kepada wartawan dia mengatakan, “hari ini masyarakat menahan mobil tronton bermutan cangkang, ini karana beberapa hari ini mobil yang bermuatan cangkang berlalau lalang bebas di kampung kami.” Kata dia.

“Jadi kami selaku masyarakat berinisiatif untuk menahan mobil ini melintasi jalan perkampungan kami, jalan perkampungan kami hanya kelas 3 dengan beban maximal 8-ton. Sementara mobil yang bermuatan cangkang yang melintas melebih dari 8 ton.” Tambah Tabrani

. Ditegaskan dia bahwa pihaknya selaku masyarakat kampung kayu Ara Permai tidak mau jalan perkampungan mereka sampai hancur akibat dilintasi mobi yang bermuatan besar, “sebab untuk mendapat jalan semulus seperti saat ini kami menunggu hampir 10 tahun lamanya.” Jelasnya.

Dalam hal ini pihaknya berharap agar instansi terkait menindaklanjuti kekhawatiran meraka itu. “Kami dari masyarkat berharap kepada pihak yang berwenag menindak lanjuti hal ini, jangan ada lagi mobil tronton cangkang ini melewati jalan perkampungan kami.”Pungkasnya.(*)

Laporan  : Idris Harahap
Editor      : Indra H piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: