KARIMUNKEPRIKUNDUR

Masyarakat Gading Sari Kecamatan Kundur, Minta Jembatan Parit Jepun yang Ambruk Dibangun

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Jembatan Parit Jepun Kelurahan Gading Sari dikeluhkan waraga.Pasalnya Jembatan yang menghubungkan dua Kelurahan antara Kelurahan Gading Sari dan Kelurahan Tanjung Batu Kundur, ambruk sekitar tahun 2013 silam namun sampai saat ini belum diperbaiki dan dibangun kembali. Dengan demikian,Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk membangun jembatan tersebut mengingat musim banjir besar pada bulan Desember mendatang sudah hampir tiba.

Sejumlah masyarakat yang berdomisili di RT.03 RW.03 Tanjung Sesup, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Propinsi Kepri meminta Pemerintah Daerah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera membangun jembatan parit jepun yang runtuh sejak tahun 2013, sebab jembatan tersebut adalah akses penting buat masyarakat dua kelurahan di Kecamatan Kundur.

Selain itu puing-puing reruntuhan dari jembatan tersebut, telah membuat parit menjadi sempit dan menjadi salah satu penyebab rawan banjir dan menyebabkan aliran air menjadi tersumbat. Selain itu, masyarakat tanjung sesup, khususnya yang berdomisili di RT.03 RW.03 juga meminta pada Plt Gubernur Kepri, H.Isdianto untuk meninjau kondisi jembatan parit Jepun agar bisa mengetahui kalau jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga dan masyarakat dua Kelurahan di Kecamatan Kundur.

Baharudi Acok, Tokoh masyarakat Tanjung Sesup Kelurahan Gading Sari, meminta perhatian dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Propinsi Kepri, agar jembatan yang menghubungkan dua kelurahan tersebut dibangun kembali. Sebab keberadaan Jembatan parit Jepun yang berada tepat diperbatasan Gading Sari Dan Kelurahan Kundur, juga menjadi salah satu penyebab banjir Karena puing-puing beton dari reruntuhan,nya telah menyumbat parit sehingga air meluap kerumah warga ungkap, “Baharudin Acok, pada karimuntoday.com, Rabu (6/11/19).

Tak jauh beda yang disampaikan, Haris warga Gading Sari, dikatakan, Haris, runtuhnya jebatan parit Jepun sejak tahun 2013 silam, Kelurahan Gading Sari menjadi langganan banjir setiap bulan Desember. Menurutnya (Haris red) puing-puing reruntuhan beton dari jembatan tersebut, telah menyumbat peemukaan parit, sehingga parit menjadi sempit dan dangkal, oleh karenanya air tidak lagi bisa mengalir dengan cepat sehinga air meluap kepemuki0man warga ungkap, “Haris (*)

Laporan    : Majid
Editor        : Indra H piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: