KEPRILINGGA

Pemda Lingga diminta Serius Fasilitasi Dokter Spesialis RUSD Encik Maryam Lingga

KARIMUNTODAY.COM, LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga sepertinya tidak serius dalam memfasilitasi Dokter Spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Encek Mariyam Daik Lingga.

Pasalnya, sejak berakhir masa tugas dua Dokter Spesialis 3 bulan yang lalu, sampai sekarang Pemda melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga belum juga mendapatkan penggantinya Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anak.

“Itu dinas kesehatan, dia mau jalin kerjasama kemana-mana, cuma saya tidak tahu kemana saja. Tapi sampai sekarang belum ada hasilnya.” ungkap Suryadi, Direktur RSUD Encek Maryam Daik Lingga saat diwawancarai karimuntoday via telepon selulernya, 5 November 2019

Suryadi mengakui, pihak RSUD Encek Mriyam memiliki keterbatasan dalam mencari pengganti Dokter spesialis tersebut.

“Sebenarnya kita bisa juga nolong bantu carikkan, tapikan Rumah Sakitkan memiliki keterbatasan dalam menjalin kerjasama dan sebagainya. kita kan kalau menjalin kerjasama harus kesana, kita harus menyanding, nah selama ini kan Dinas yang melakukan, mungkin saja tahun depan kita sama sama dengan dinas menjalin kerjasama kemana gitu,” terang Suryadi.

Kendati demikian, Suryadi membenarkan jika pada bulan Desember 2019, ada tiga Dokter spesialis yang akan berakhir masa kerjanya dan tidak memperjang kerjanya di RSUD Encik Maryam.

“iya, Desember 2019. Dokter Spesialis Obsgin (red-Obgyn), Spesialis Bedah dan Spesialis Anestesi ketigenye tak ade yang memperpanjang,” ungkap

Pihak RSUD Encik maryam sudah mengajukan pergantian ketiga Dokter spesialis tersebut. Namun karena keterbatasan Pihak Rumah Sakit, belum dapat dipastikan apakah ada Dokter Spesialis yang bersedia bekerja di RSUD Encim Maryam.

“Kami kan dah mengajukan juga pengantinye, tapi tak tau ada apa tidak. macam kemaren juge, ngajukan juge, cuman tak ade penggantinye juge ternyate,”tuturnya

Saat ditanyai mengenai seringnya RSUD Encik Maryam salah diagnosa penyakit Pasien, Suryadi menepis pernyataan itu.

“Tidak, itu bukan salah diagnosa, disini diagnosanya belum tegak, itu namanya suspic. misalkan gejalanya sakit perut kanan bawah, ada demam, itu sudah bisa kita curigai ini gejala usus buntu, bisa jadi gejala peradangan usus. Disinikan Dokter penyakit dalam gak ada, kita rujuklah kedabok.” tepis Suryadi.

Suryadi menambahkan, saat ini Pihak RUSD Encim maryam sedang mengajukan alat Kesehatan untuk Pasien, namun setiap alat kesehatan harus ditera dan memerlukan biaya.

“meskipun kita memperoleh Bintang tiga, kita masih banyak kekurangan. misalkan gini, kalau kita ujian dapat nilai Delapan puluh, bukan berarti benar semua, kan gitu. Dua puluh yang belum benar. yang dijumpai itu yang gak benarnya. sedangkan yang sudah bintang Lima, ada juga kekurangan-kekurangannya, tapi secara umum bintang lima itu lebih bagus kwalitas Rumah Sakitnya daripada bintang tiga,” jelasnya.

karimuntoday juga meminta tanggapan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga mengenai pengajuan dokter spesialis dan fasilitas alat kesehatan diRSUD Encik Maryam melalui Pesan WhatsApp. Namun sampai berita ini dimuat, belum ada tanggapan.

Laporan : Pram
Editor     : Indra H Piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: