BATAMKEPRI

Wanita Sopir Nissan Juke Penabrak Pejoging di Harbour Bay Terancam 5 Tahun Penjara

KARIMUNTODAY.COM, BATAM – Polresta Barelang menetapkan seorang wanita FV sebagai tersangka atas kejadian laka lantas yang terjadi di jalan umum kawasan Pelabuhan Harbour Bay, Batu Ampar, Sabtu (2/11) lalu. “Unit Lakalantas Polresta Barelang telah mengamankan Farisa Valentina (FV) tersangka kecelakaan yang terjadi di Harbour bay Batu Ampar, hari Sabtu tanggal 2 November kemarin,” kata Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriadi, kepada awak media, di Mapolres Barelang, Selasa (5/11).

Muji padajumpa pers tersebut didampingi Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Muchlis Nadjar dan Kanit Lakalantas Iptu Fredyando, dan dihadirkan juga tersangka FV. Dijelaskan Muji, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni 1 unit kendraan roda empat (R4) mobil Nissan Juke dengan nomor polisi BP 1961 AM.

“Pengakuan dari tersangka bahwa yang bersangkutan lagi kumpul arisan dengan teman-temannya, kemudian mobil tersebut diparkirkan di lapangan parkir habour bay,” ujarnya.

Kondisi mobil nissan juke yang dikendarai tersangka FV usai menabrak pejoging di kawasan Harbour Bay Batam, Sabtu lalu. foto : ist.

Setelah menjelang pagi, jelas Muji, tersangka FV mengambil mobil tersebut dari parkiran, mungkin atau diduga karena kondisi mengantuk tersangka memaksakan diri mengendarai mobil dan pada akhirnya hilang kontrol dan menabrak seorang pejoging.

“Mobil tersebut ternyata bukan milik tersangka, melainkan milik temannya yang bernama Selfia Laura. Tersangka FV yang mengemudikan mobil tersebut dan pada akhirnya terjadilah kecelakaan,” terang Muji.

Ia menambahkan, sedangkan korban yang bernama ACU saat ini berada di Rumah Sakit Johor untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Alhamdulilah kondisinya sekarang sudah mulai membaik walaupun kemarin sempat kritis,” ungkap Muji. Menurut hasil pemeriksaan tes urine tersangka FV negatif atau artinya tidak menggunakan narkoba dan murni karena kelalaian berkendara.

“Tersangka FV dikenakan pasal 310 ayat (3) Nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp10 juta,” jelasnya. (*/iin)

editor : indra h piliang

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: