BATAMBINTANKEPRITANJUNG PINANG

Dinas ESDM Provinsi Kepri, Terkait Maraknya Penambangan Pasir Darat Ilegal di Bintan Polisi Diminta Menindak Tegas

KARIMUNTODAY.COM, BINTAN – Terkait pemberitaan di media ini tentang maraknya aktivitas penambangan pasir illegal di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri meminta kepada penegak hukum khususnya pihak kepolisian untuk menutup aktivitas pertambangan tersebut serta memproses secara hukum pelaku penambang liar tersebut.

Hal itu diungkapkan, Kabid Perizinan ESDM Kepri, Masiswanto ketika dikonfirmasi karimuntoday.com, Kamis (19/12/2019). Via Hp selularnya mengatakan, Ya Dia sudah mendapatkan informasi terkait adanya aktivitas penambangan pasir darat illegal di kabupaten bintan, dan Ia berharap agar pihak penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan Penambangan Tampa Izin dari pemerintah.

“ Kami dari Dinas ESDM Kepri sudah beberapa kali melakukan rapat dengan pihak, Bareskrim, Polda dan Polres terkait aktivitas tambang pasir darat illegal, yang intinya pihak kepolisian memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penindakan dilapangan serta memproses secara hukum,” Ucapnya

Ditambahkanya lagi, Dia sangat yakin aktivitas Penambangan Tampa Izin (Pasir Darat- Red) di Kabupaten Bintan tidak akan berlansung lama, pasalnya dari hasil rapat koordinasi dengan penegak hukum dan Unsur Pimpinan Daerah salah satu item yang paling krusial yakni melakukan pemberantasan terhadap penambang pasir illegal, karena dampaknya sangat luas bagi kerusakan lingkungan,” Ucapnya

Secara terpisah, Kapolda Kepri, Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, SIK sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya terkait maraknya aktivitas penambangan tampa izin pasir darat di kabupaten bintan belum dapat dimintai tanggapanya. (*)

Laporan    : Jhon/ Redaksi
Editor        : Indra H piliang
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: