BINTANKEPRI

Maraknya Tambang Pasir Illegal di Bintan Diduga Dibekingi Oknum

KARIMUNTODAY.COM, BINTAN- Bulan berganti hingga tahun ke tahun praktek tambang pasir liar di Kabupaten Bintan terkesan sulit dibasmi. Terbukti dari tahun ke tahun tambang ilegal ini terus saja buka tutup seolah-olah mengelabui masyarakat sekitar. Anehnya kendati bulan berganti tahun, namun pelaku ilegal Mining di daerah itu tampak terus berpacu. Ujung-ujungnya, lingkungan pun porak-poranda brantakan tampak tidak terurus sehingga sangat merusak lingkungan, serta kubangan yang menganga menjadi sarang nyamuk malaria.

Sangat disayangkan Dinas Pertambangan atau pun aparat penegak hukum terkait yang punya kewenangan dalam menumpas segala bentuk kegiatan ilegal di daerah ini, seakan tidak mampu berbuat kendatipun aktivitas tambang ini jelas-jelas ilegal. Miris nampaknya bahwa praktek tambang pasir ilegal ini terus langgeng beroperasi seolah-olah Dinas atau aparat penegak hukum terkait seakan tutup mata.

Ironisnya tak sedikit yang berasumsi, kalau para pelaku tambang ilegal itu, secara sembunyi-sembunyi telah berkonspirasi alias memberi setoran kepada pihak-pihak tertentu. Sebut saja namanya Joko (45) Masyarakat Gunung Kijang Selasa (17/12/2019), ketika media ini melakukan konfirmasi melalui telepon seluler nya mengatakan bahwa aktivitas tambang pasir tersebut di duga kuat tidak mengantongi izin.

“Tambang Pasir itu diduga Illegal berada di desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan.

Sejumlah alat berat tampak leluasa mengupas lahan, guna melebarkan areal tambang untuk menggerus pasir. Selain itu, truck pengangkut pasir tampak ngantri menunggu giliran memuat pasir” ujar Joko seraya menyebut namanya disembunyikan.

Dijelaskan Joko, dibalik lancar nya aktifitas ilegal tersebut, tentu lingkungan pun menjadi luluhlantak namun terkesan aparat tetap saja tutup mata. Dampak yang ditimbulkannya tentu kehidupan Flora dan Fauna serta limbah semakin banyak, belum lagi dampak galian yang meninggalkan lubang besar yang menganga menjadi sarang nyamuk berdampak besar kepada penyakit malaria” Ujarnya

Secara terpisah, Kadis Pertambangan Provinsi Kepri sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya terkait marakanya aktivitas tambang pasir ilegal di Kabupaten Bintan Belum dapat dimintai Tanggapanya. (*)

Laporan   : Jhon
Editor       : Indra H piliang
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: