INDRAGIRI HILIRKATEMANRIAUTEMBILAHAN

Ketua DW Pelabuhan Syahbandar Sungai Guntung, Bulan Ramadhan Momentum Tingkatkan Iman dan Taqwa

KARIMUNTODAY.COM, KATEMAN – Ibu Hj.Siti Aisyah Ketua Dharma Wanita Pelabuhan Syahbandar Sei Guntung,Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil-Riau.kepada karimuntoday.com,Siang Minggu 12 Januari 2020 mengatakan, Hari berganti bulan berlalu,Tidak terasa, dalam hitungan bulan,bulan suci Ramadhan akan kembali menyapa kita. Bulan penuh maghfirah, kasih sayang, dan penuh rahmat ini sudah seharusnya menjadi ladang amal dan pahala bagi umat muslim di seluruh dunia dalam meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

Dijelaskanya,Menjalani kewajiban berpuasa selama 1 bulan menjadi fase awal umat muslim dalam mencapai ketakwaan. Ibadah puasa sendiri, ternyata tak hanya memerintahkan kita untuk menahan rasa haus dan lapar saja, melainkan melatih kesabaran dan hawa nafsu kita dalam menahan setiap godaan yang datang menghadang. Setiap ujian kehidupan akan terus mengarungi kehidupan manusia selama hidup, terutama ketika iman seseorang sudah berada dalam maqam yang sangat tinggi di sisi Tuhan-Nya.

Hal ini tentu menunjukkaan, bahwa ibadah puasa memiliki 2 peranan utama dalam menjalankannya, yakni hablumminallah wa hablumminannas, yakni menjaga hubungan dengan Allah dengan menjalankan kewajiban puasa untuk mencapai derajat takwa dan hubungan terhadap sesama manusia. Ibadah puasa sebagai perintah bagi orang-orang yang bertakwa terungkap jelas dalam firman Allah Swt dalam Surat Al-baqarah,” . Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” ucap  Ketua Dharma Wanita Syahbandar Sungai Guntung tersebut.

“  Alhamdulillah,Penjelasan dalam penggalan ayat tersebut, bahwa Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman yakni yang memiliki iman dan ketetapan hati, untuk menjalankan ibadah puasa. Karena ibadah puasa sendiri sudah menjadi kewajiban, sebagaimana umat-umat Rasulullah SAW terdahulu. Selain mendidik dan melatih kita dalam kesabaran, ibadah puasa pun menjadi pemicu semangat kita dalam meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan rasa empati kita terhadap penderitaan saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, terutama mereka yang hidup dalam garis kemiskinan.

 Nilai-nilai empati yang kita peroleh merupakan refleksi kita dalam menjalani ibadah puasa, di mana kita menahan rasa dahaga dan lapar hampir 13 jam lamanya. Dari berpuasa, kita sudah merasakan bagaimana sulitnya saudara-saudara kita yang sulit memperoleh makanan, dikarenakan biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi, Selain berpuasa, menumbuhkan rasa empati antar sesama dapat pula diwujudkan dalam mengamalkan ibadah zakat.

Zakat adalah bagian dari rukun islam.Oleh karena itu, ia merupakan pokok yang menjadikan tegaknya islam oleh keberadaannya. Dengan menunaikan zakat, berarti kita telaah menjaga tegaknya islam. Dengan zakat, Allah mensucikan harta, dan menghendaki kebaikan untuk kehidupan manusia melalui syariatnya, diantaranya tolong- menolong, gotong- royong, dan selalu menjalin persaudaraan,”ujarnya

Lanjutnya,,Persoalan mendasar ketika seseorang minim sekali rasa cintanya untuk berzakat itu bisa terjadi karena kurangnya pemahaman. Seharusnya umat Islam harus wajib mengetahuinya. Setelah dia memeluk agama Islam dia tahu akan kewajiban-kewajibannya.tapi terkadang ada juga yang belum mengetahui disini akibat kurangnya informasi tentang zakat, atau dia sudah mengetahui namun belum tahu bagaimana tata cara berzakat dalam Islam.

Maka sangat perlu adanya sosialisasi secara masif, dan lainnya supaya ini dimengerti dan tentu saja ada lembaga yang mengelola seperti contoh Dompet Dhuafa. Dan itu sangat luar biasa. Dengan adanya saluran ini orang kemudian tidak mau pusing, biasanya mereka mencari lembaga pengelola zakat yang terpercaya. Tentunya lembaga yang mempunyai kredibiltas, bisa mengelola dengan baik dan ini bisa menjadikan solusi dan menumbuhkan kecintaan umat juga dalam berzakat.

 Menjalani ibadah puasa juga mendatangkan keberkahan sendiri dalam kehidupan. Berkahnya puasa di Bulan Ramadhan, juga akan dirasakan dari sisi kehidupan, dari sisi pembentukan moral serta melahirkan kepribadian yang baik, bermoral, berakhlak mulia serta tertanamnya rasa iman dan taqwa kepada Allah. Keberkahan puasa di Bulan Ramadhan tidak saja muncul dan menjadi kebiasaan pada saat Ramadhan saja, tetapi akan terus berjalan dan terus berkesinambungan di bulan-bulan selanjutnya. Untuk itu, sudah seharusnya kita sebagai umat muslim menyempurnakan ibadah puasa kita dengan amalan-amalan yang baik, salah satunya dengan berzakat agar meningkatkan kepeduliaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena setiap amalan baik yang dilaksanakan saat seseorang tengah berpuasa, akan bernilai besar pahala dan derajat kemuliaannya di mata Allah. Dengan demikian, sudah seharusnya kita sebagai umat muslim di seluruh penjuru dunia memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai bulan penuh kebaikan dalam meningkatkan kepedulian sosial demi kemaslahatan umat.

Terakhir dikatakanya,Kami para ibu-ibu Dharma Wanita Pelabuhan Syahbandar Sei Guntung,Alhamdulillah,sudah mempersiapkan agenda-agenda kegiatan sosial pada bulan suci ramadhan yang akan datang diwilayah sungai guntung Kecamatan kateman,” kata Ibu Hj.Siti Aisyah. (*)

Laporan   : Ridho Magribi
Editor       : Lukman Hakim

 

 

 

 

 

 

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: