KARIMUNKEPRIKUNDUR

Abudin, Tokoh Masyarakat Kundur Pertanyakan Pembangunan Islamic Centre Tak Selesai Tepat Waktu

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Pelaksanaan pengerjaan proyek pembangunan Islamic Centre Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepri, yang tidak selesai dibangun sesuai masa kontrak kembali dipertanyakan berbagai pihak. Pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp.22.405.000.000 (Dua puluh dua milyar empat ratus lima juta rupiah) dengan kontraktor pelaksan PT Bintang Milenium Perkasa dengan masa kerja 660 hari kalender, mulai 07 Maret 2018 sampai dengan 26 Desember 2019 sampai saat ini belum rampung dikerjakan..

Lambannya pengerjaan pembangunan Islamic Centre yang didanai oleh APBD Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun tersebut menjadi pertanyaan ditengah masyarakat dan berbagai pihak. Kendati Demikian pertanyaan tersebut datang dari ,”Abudin, salah seorang tokoh pejuang, Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur (BP2K3) saat dijumpai karimuntoday.com dijalan HM Nawawi Kecamatan Kundur,” Senin (12/02/2020).

Menurut ,”Abudin, Pembangunan Islamic Centre Kecamtan Kundur yang dikerjakan oleh rekanan pemenang tender PT. Bintang Milenium Perkasa sudah habis masa kontrak namun belum rampung dikerjakan. Dengan demikian masyarakat perlu tau apakan rekanan pemenang tender dari proyek tersebut,dikenakan denda berjalan atau tidak, sebab biasanya secara aturan jika kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu harus dikenai sangsi denda. Pemerintah Kabupaten Karimun khususnya Dinas PUPR perlu tegas terhadap rekanan kontrktor yang gagal menuntaskan pekerjaan sesuai masa kontrak, agar tiap-tiap proyek yang mengunakan uang rakyat bisa dikerjakan sesuai dengan kwalitas yang diharapkan.

Oleh sebab itu pembangunan Islamic Centre Kecamatan Kundur tersebut perlu ditinjau kembali kenapa dan mengapa terjadi keterlambatan. Abudin, menduga keterlambatan terjadi disebabkan oleh ketidak seriusan Pemerintah khususnya Dinas PUPR Kabupaten Karimun untuk mengontrol atau mengawasi pembangunan tersebut baik dari bahan-bahan bangunan yang digunakan tidak mengikut prusudur, seperti pengadaan batu pasir semen dan lain-lain sehingga tidak selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja,” tutur Abudin pada karimuntoday.com Senin (12/02/2020).

Seperti yang diberitakan karimuntoday.com edisi (05/02/2020) yang lalu, HM.Asyura tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Kabupaten Karimun yang kembali angkat bicara terkait pembangunan Islamic Centre Kecamatan Kundur. Menurutnya (HM.Asyura red) pembangunan Islamic Centre tersebut dikhawatirkan akan bernasib sama seperti pembangunan pasar Tradisional Kundur yang terkesan asal jadi dikarenakan pembangunan tidak selesai sesuai masa kontrak,” tutur HM.Asyura saat itu pada karimuntoday.com.

Hasil pantauan karimuntoday.com baru-baru ini kelokasi pembangunan Islamic Centre Kecamatan Kundur yang merupakan program prioritas Bupati Karimun (H.Aunur Rafiq) tahun 2018/2019 melalui Dinas PUPR yang menggunakan dana APBD senilai Rp.22.405.000.000 yang dikerjakan rekanan pemenang tender PT. Bintang Milenium Perkasa, terkesan kurang berkualitas dan jauh panggang dari api.

Salah satunya terlihat pada kramik atau mozex pada bawah mimbar Islmic yang sudah mulai tergores. Atas kejadian tersebut, konsultan perencana, PPK dan PPTK serta pihak PUPR yang seharusnya bertanggung jawab atas pembangunan tersebut diduga teledor Sehingga patut dipertanyakan apakan pembangunan sudah sesuai dengan standar yang ada didalam perencanaan atau belum. Hingga berita ini diterbitkan Bupati Karimun juga Dinas PUPR, PPK, dan PPTK serta pihak kontraktor belum dapat dimintai tanggapanya. (*)

Laporan  : Majid
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: