KEPRINATUNA

Gelar Konferensi Pers, Katua DPRD Natuna Sampaikan Hasil Tuntutan Masyarakat Terkait Virus Corona

KARIMUNTODAY.COM, NATUNA – Permasalahan virus Corona tampaknya menjadi polemik besar bagi masyarakat Natuna, pasalnya kasus ini menjadi perbincangan setelah WNI Wuhan yang dipulangkan dari negara tersebut di karantina selama 14 hari di wilayah pulau Natuna.

Sontak masyarakat Natunapun tak terima, karena mereka beranggapan bahwa virus tersebut ditakuti dapat menjangkit ke masyarakat, dengan itu masyarakat Natuna pun melakukan aksi demo selama beberapa hari, dan menuntut DPRD Natuna untuk menolak menerima WNI dari Wuhan tersebut.

Terhadap kasus ini, Ketua DPRD Natuna Andes Putra, melakukan jumpa pers terkait hasil tuntutan masyarakat Natuna kepada Pemerintah Pusat.

Dalam jumpa pers ini, ketua DPRD Natuna di dampingi oleh Wakil Ketua II dan sejumlah Anggota DPRD, bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD, pada Kamis (6/02/2020).

Dalam kesempatan itu, Andes menyampaikan hasil pertemuan nya dengan Menkopolhukam bahwa tuntutan masyarakat tidak bisa disetujui dikarenakan beberapa hal, yaitu salah satunya tidak sesuainya dengan standar WHO.

Hadir dalam konferensi pers sejumlah anggota DPRD, Ketua Pemuda Pancasila, ketua KNPI, Tokoh pemuda dan Tokoh Masyarakat

Selain itu, mengingat dari sisi kemanusiaan bahwa hal tersebut dinilai tidak lah baik, bahwasanya mereka yang datang dari Wuhan bukanlah WNI yang terkena virus Corona, melainkan dalam keadaan sehat, oleh sebab itu hal ini menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menerima penolakan masyarakat.

Disisi lain, pemerintah pusat juga mengakui bahwa adanya keterlambatan informasi mengenai hal tersebut, namun keterlambatan informasi ini bukan tanpa sebab, pemerintah pusat harus memberikan jawaban selama 24 jam untuk memberikan tempat lokasi kapada WNI Wuhan yang harus di karantina.

Andes menyebutkan, bahwa saat ini Kemenkes telah berkantor di Natuna, Bahkan Menhan kemarin juga telah hadir di Natuna.

Para awak media kabupaten Natuna

Untuk lokasi WNI Wuhan yang hanya berjarak 1 km dari masyarakat, tentunya tidak akan menular dari jauh jarak sejauh itu, karena bersin dan batuk hanya akan tertular jika berdekatan dengan yang terinfeksi.

Meski demikian untuk tetap berjaga-jaga dirinya menghimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker saat berpergian ke luar rumah.

” Kita harus selalu berjaga-jaga, jangan lalai dan meremehkan, tetap menggunakan masker jika keluar rumah” ujar Andes.

Laporan : Merni Lasmita
Editor    : S. Zagoto
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: