KARIMUNKEPRIKUNDUR

Masyarakat Kundur Minta OPD di Karimun Ingatkan Pihak Kontraktor Agar Proyek Selesai Tepat Waktu

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – -Masyarakat Kundur dari berbagai pihak meminta agar pimpinan OPD di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri yang memiliki paket proyek fisik untuk mengingatkan para rekanan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan proyeknya tepat waktu.

Masyarakat dari berbagai pihak juga mengharap tiap-tiap SKPD berani bertindak dengan tegas untuk memberi sanksi atau denda sesuai ketentuan yang berlaku, karena selama ini tiap-tiap SKPD diduga telah mati suri terhadap pemberian sangsi kepada tiap-tiap rekanan kontraktor yang tidak menyiapkan pekerjaannya sesuai dengan masa kontrak yang ditetapkan.

Selain itu OPD juga diminta melakukan monitoring serta melakukan evaluasi tentang pengadaan barang dan jasa serta melakukan sidak terhadap proyek-proyek yang gagal tuntas tepat waktu agar proyek tidak dikerjakan asal jadi serta jauh panggang dari api.

Sebab proyek kerap dikerjakan secara asal-asalan disebabkan rekanan kontraktor kerap berlomba dengan waktu agar proyek bisa cepat diselesaikan untuk menghindar dari jumlah denda yang menjadi beban rekanan kontraktor itu sendiri. Disebabkan oleh prilaku seperti itu akan menyebabkan masyarakatlah yang paling dirugikan, dikarenakan pembangunan yang mengunakan uang rakyat menjadi asal jadi dan tak sesuai harapan.

Salah satu proyek yang terkesan asal jadi akibat gagal tuntas sesuai masa kerja terlihat pada pembangunan pasar Mutira Kecamatan Kundur yang tidak siap sesuai masa kontrak. Sehingga banyak pihak yang menduga hal serupa akan terjadi pada pembangunan Islamic Center Kecamatan Kundur yang menelan dana senilai Rp.22.405.000.000 yang juga gagal tuntas sesuai masa kontrak.

Pembangunan Islamic Center Kecamatan Kundur tidak tepat Waktu.

Menanggapi hal tersebut HM.Asyura tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Kabupaten Karimun pada Rabu (05/2/2020),  kembali angkat bicara. Menurut HM.Asyura pembangunan pasar tradisional Mutiara Kecamatan Kundur memang terlihat tidak sempurna baik dari sejumlah pintu kios yang susah untuk dibuka tutup dan ada beberapa bagian-bagian seperti drainase yang tidak dikerjakan dengan sempurna.

Sehingga hal tersebut akan mengakibatkan pasar akan menjadi mudah kumuh karena air sisa-sisa limbah ikan ataupun ayam berserakan didalam drainase yang tidak dikerjakan secara sempurna dan terkesan asal-asalan. Sehingga hal serupa diduga akan terjadi pada dipembangunan Islamic Center Kecamatan Kundur,tutur HM.Asyura

Hal senada disampaikan Hasim Ibrahim salah seorang warga Kelurahan Gading Sari pada karimuntoday.com Senin (03/02/2020). Menurut Hasim Ibrahim,” melihat pasar Mutiara yang dikerjakan asal jadi karena pekerjaan dilakukan secara kejar-kejaran disebabkan tidak siap sesuai masa kontak. Sehingga pengerjaan pasar tersebut dikebut setelah gagal tuntas, hal itu menyebabkan pekerjaan tidak sempurna. Kendati Demikian,” Hasim Ibrahim menduga hal serupa akan terjadi dipembangunan Islamic Center yang juga gagal rampung sesuai masa kontrak,” tutur Hasim Ibrahim pada karimuntoday.com Selasa (03/02/2020).

 Pembangunan Islamic Center yang gagal rampung sesuai masa kontrak juga dibenar oleh M.Zulfan kadis PUPR Kabupaten Karimun saat dijumpai karimuntoday.com saat kunjungan kerjanya Ke-Kecamatan Kundur Selasa (04/02/2020). Menurut M.Zulfan pembangunan tersebut memang sudah lewat masa kontrak, oleh sebab itu rekanan kontraktor sudah dikenakan sanksi denda,” tutur M.Zulfan singkat. (*)

Laporan  : Majid
Editor      : Lukman Hakim

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: