BINTANKEPRITANJUNG PINANG

Prajurit dan PNS TNI AL Se-Pulau Bintan Mengikuti Ceramah Kesehatan Tentang Edukasi dan Sosialisasi Infeksi Virus Korona

KARIMUNTODAY.COM, TANJUNGPINANG – Segenap Prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut Se-Pulau Bintan, mengikuti Ceramah Kesehatan tentang Edukasi dan Sosialisasi Infeksi Virus Korona Dan Cara Mengatasi Penularannya, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) IV, Jl Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepulauan Riau, Rabu (05/20).

Acara yang dikemas sangat baik ini diawali dengan pembacaan doa, lalu kemudian sambutan dari Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., yang dibacakan oleh Wadanlantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si.

Kemudian selanjutnya penyampaian Ceramah Kesehatan oleh Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD., yang dimoderatori oleh Letkol Laut (K) dr. Rudy Cahyono, SpKJ., dimana keduanya dari Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, pemberian bingkisan kepada Narasumber dan Moderator, sesi tanya jawab dan kegiatan tambahan yakni simulasi cara mencuci tangan yang benar, penggunaan masker yang benar serta etika batuk yang benar.

Danlantamal IV dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wadanlantamal IV Tanjungpinang mengatakan “Permasalahan tentang virus korona merupakan permasalahan dunia dan kita semua, oleh sebab itu perlu adanya edukasi dan sosialisasi infeksi virus korona dan cara mengatasinya”, tuturnya.

Danlantamal IV juga mengatakan “Untuk itu, saya sangat mendukung dan mengapresiasi usaha dari Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal IV dan Rumkital dr. Midiyato Suratani untuk menyelenggarakan Ceramah Kesehatan tentang Pengenalan Infeksi Virus Korona Dan Cara Mengatasi Penularannya Kepada Prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut Se-Pulau Bintan dan saya menilai kegiatan ini tepat sasaran”, ujarnya.

Lebih jauh dikatakan “Untuk itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui infeksi virus korona dan cara mengatasinya, agar kita turut mensosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar tidak mudah terprovokasi, menyebarkan berita-berita hoax tentang virus korona yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat”, pungkasnya.

Pada ceramahnya, Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD ditempat yang sama menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa bahwa Virus Korona (2019-nCoV) adalah jenis virus ini yang baru ditemukan berukuran diameter 100-120 nm, disinyalir virus jenis ini terdapat pada hewan jenis kalelawar.

Dijelaskan juga gejala-gejala awal yang ditimbulkan seperti demam, bersin, batuk kering/sakit tenggorokan, sakit kepala dan sesak nafas dengan masa inkubasinya 2 s.d 14 hari. Penyebaran jenis virus ini melalui saluran napas seperti batuk dan bersin, kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan), menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus disana dan ketika menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan serta kontaminasi feses (pada kasus ini, masih terus diteliti),

Lebih lanjut Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD., mengatakan bahwa “Virus korona belum ditemukan vaksin 2019-nCoV, untuk mencegahnya antara lain cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptic, tutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu atau lengan dalam baju. Juga gunakan masker jika batuk dan flu, kurangi aktifitas di luar rumah dan hindari kontak dengan orang lain serta batasi kontak erat dengan orang yang memiliki gejala batuk dan flu”, jelasnya.

Dijelaskan juga beberapa kelemahan dari virus ini yaitu virus ini akan mati dalam suhu diatas 57˚ C, kemudian diudara bebas tidak bertahan selama 30 menit, lalu akan mati dengan alcohol berkadar 70-80% dan virus akan mati dgn campuran eter atau etanol 75%, desinfektan & asam peroksiasetik yg mengandung klorin.

Dikutip dari Informasi WHO yang disampaikan pada tanggal 30 Januari 2020 telah mengumumkan bahwa nCoV saat ini dikategorikan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan merupakan kasus high risk di China, Regional dan Global, sehingga WHO tetap terus memantau perkembangan penyakit ini.

Hadir pada acara tersebut Para Pejabat Utama Lantamal IV, Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Mulyatna, S.T., Karumkital Midiato Suratani Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, Sp.JP., Dansatran Koarmada I Kolonel Laut (P) Rizald, Danwing Udara 1 Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo, M.Tr.Hanla.,M.M., Para Kadis/Kasatker Lantamal IV, Para Dan KRI yang sandar di Dermaga TNI AL Tanjung Uban, Ketua Cabang 9 Korcab IV DJA I Ny Horas Sinaga serta para pengurus Jalasenastri lainnya.(*)

Laporan  : Laode
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: