KEPRIKUNDUR

Pungutan Ala Uang Kebersihan Di SDN 02 Kundur Terkesan Coreng Dunia Pendidikan

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Pungutan yang berdalih uang kebersihan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Kecamatan Kundur Kabupaten Karimu Propinsi Kepri kian menjadi perbincangan ditengah masyarakat dan terkesan mencoreng dunia pendidikan. Pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah pada setiap pedagang keliling di SDN 02 Kundur dikecam oleh banyak masyarakat, pasalnya pungutan tersebut dianggap telah mencekek para pedagang keliling, seperti pedagang sosis, somay dan juga para pedagang es lilin.

Hasil yang dapat dihimpun karimuntoday.com dilapangan pada Senin (17/02/2020). Saat dijumpai para pedagang keliling yang mangkal di SDN 02 Kundur, para pedagang membenarkan kalau pungutan tersebut terjadi, Menurut salah seorang pedagang yang meminta jati dirinya dirahasiakan oleh karimuntoday.com membeberkan bahwa pungutan tidak terjadi hanya di SDN 02 Kundur saja, namun ada juga di beberapa sekolah.

Dikatakan lagi oleh oknum pedagang tersebut, pungutan yang diminta oleh tiap-tiap sekolah bervariasi ada yang Rp.5000 sampai Rp.10.000 tiap-tiap pedagang dengan dalih uang kebersihan. Ironisnya para pedagang yang dipungut uang kebersihan di SDN 02 Kundur, para pedagang yang berjualan diluar pekarangan sekolah,Oleh sebab itu banyak masyarakat yang berpendapat prilaku yang menjadi keputusan kepala sekolah SDN 02 Kundur tersebut telah mencekik para pedagang kecil.

Komite sekolah SDN 02 Kundur, HM.Asyura yang dijumpai karimuntoday.com Minggu (16/02/2020). Menurut HM.Asyura pungutan yang berdalih dan berkedok uang kebersihan oleh kepala sekolah SDN 02 Kundur terhadap para pedagang, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab para pedagang keliling seperti pedagang sosis hanya sekedar mencari kehidupan untuk anak istri, jika mereka dipungut Rp.5000/hari x 26 hari berarti pedagang harus membayar Rp.130.000/bulan.

Kendati demikian HM.Asyura mengecam sikap dan keputusan para kepala sekolah yang terkesan sudah menzalimi para pedagang yang terkesan telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karimun. Sehingga HM.Asyura meminta agar pihak yang berwenang khususnya kepala dinas pendidikan Kabupaten Karimun untuk menindak prilaku kepala sekolah yang bertindak diluar kewenangan, sebab hal tersebut akan memalukan dan mencoreng dunia pendidikan.

Hal yang paling buruk lagi dengan dibenarkanya para guru baik honor maupun negeri untuk membuka kantin disekolah.sehingga para guru yang memiliki kantin disekolah, tidak lagi sibuk dengan soal belajar dan mengajar tapi mereka lebih memikirkan atau mengurus dagangan mereka,”tutur HM.Asyura Minggu (16/02/2020).

Sarwik Kepala Sekolah SDN 02 Kundur saat dihubungi karimuntoday.com Sabtu (15/02/2020) membenarkan terkait adanya pungutan terhadap para pedagang yang berjualan diluar pekarangan sekolah, dengan tujuan untuk uang kebersihan. Selaku kepala sekolah Sarwik meminta agar pedagang yang merasa keberatan agar disebut namanya, namun awak media ini tetap berpegang pada kode etik, sebab para pedagang meminta agar namanya tidak disebutkan oleh karimuntoday.com.

Pungutan di SDN 02 terhadap para pedagang juga dikecam oleh Mochrizal Ketua Perhimpunan Melayu Raya Pulau Kundur yang dijumpai Selasa (18/02/2020). Menurut Mochrizal untuk biaya kebersihan sekolah tidak sepantasnya kalau dipungut terhadap para pedagang yang berjualan diluar perkarangan sekolah.

Hal tersebut juga terkesan sudah mencoreng dunia pendidikan sebab dengan adanya pungutan dengan pada pedagang sudah menjadi pembicaraan ditengah masyarakat Kundur.

Dengan demikian Ketua Melayu Raya Pulau Kundur, Mochrizal  meminta Bupati Karimun dan kepala dinas pendidikan Kabupaten Karimun untuk menegur prilaku para oknum kepala sekolah yang telah menjadikan kedok pungutan terhadap para pedagang sebagai uang kebersihan,”  harapnya (*)

Laporan   : Majid
Editor       : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: