KARIMUNKEPRIKUNDUR

Masyarakat Meminta Agar Bupati Karimun Belajar Dari Italia Terlambat Mengatasi Covid -19

KARIMUNTODAY.COM, KARIMUN – Masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri meminta kepada Bupati Karimun Atas Nama Pemerintah Daerah agar melakukan karantina kepada para Tenaga Kerja Indonesia yang ribuan orang masuk ke kabupaten karimun guna untuk memastikan apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak, jangan dibiarkan lansung berkumpul dengan keluarga karena penyebaran virus ini sangat nyata.

Hal tersebut dikatakan, Ari Emay salah seorang masyarakat karimun kepada karimuntoday.com Senin (23/3/2020), Dia meminta kepada bapak bupati karimun agar belajar dari Italia yang sudah terlambat mengatasi virus ini, artinya segeralah melakukan pencegahan dari pada mengobati dan untuk para saudara-saudara kami yang baru datang dari Malaysia kena deportasi lebih baik dilakukan karantina selama 14 hari untuk mengetahui apakah terinfeksi covid-19 atau tidak.

“ Dia berharap kepada bapak bupati karimun jangan hanya berkutat dengan melakukan sosialisasi, mari gerakan seluruh kekuatan untuk aksi nyata,” Ucapnya

Ribuan Tenaga Kerja Indonesia yang di deportasi dari Malaysia memasuki Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, Kepri.(f.dedy).

Ditambahkanya lagi, Aksi nyata yang dia sebutkan seperti, Membentuk Tim tanggap darurat di setiap Desa untuk mengambil langkah konkrit dengan menyemprot zat Disenfektan ke seluruh pemukiman warga, Gerakan seluruh Kades untuk membagikan masker ke seluruh warga Desa.

Bangun dan dirikan sarana cuci tangan / Hand Sanitizer di seluruh ruang publik, pelabuhan, pasar, puskesmas, rumah sakit, sekolah, di setiap sudut jalan dan lain-lain,Pastikan dan tindak tegas yang masih melaksanakan pengumpulan masa dalam situasi darurat corona, Hentikan dan kosongkan tempat hiburan malam,” Ucapnya

Secara terpisah Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, atas masukan dan saran dari masyarakat karimun belum dapat dimintai konfirmasinya (*)

Laporan  : Lukman Hakim

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: