JAWA TENGAHNASIONAL

Tiga Bulan Talud Ambrol Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Melakukan Aksi Protes Pemerintahan Desa

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN,- Puluhan warga Desa Tlogorejo,Tegowanu,Grobogan,Jawa Tengah,melakukan aksi protes kepada Pemerintahan Desa Tlogorejo,Senin(23/3). Warga kecewa lantaran Kepala Desa dan TPK bangunan desa ingkar janji, tak kunjung  memperbaiki kondisi bangunan yang ambrol tiga bulan lalu.

Puluhan warga langsung mendatangi lokasi talud jalan yang ambrol sejak tiga bulan lalu. Dengan membawa alat ukur,warga langsung melakukan pengukuran serta mengecek kondis talud yang ambrol tersebut. Kondisi talud yang ambrol sepanjang 10 meter tersebut masih juga tak ada perbaikan dari pihak desa,meski sudah tiga bulan lamanya talud tersebut ambrol.

Kondisi bangunan juga sudah rapuh dan mengelupas. Ironisnya kondisi talud yang baru seumur jagung dibangun tersebut ambrol dan tak ada perbaikan dari pemerintahan desa. Dalam papan nama tertera dana senilai 200 juta untjuk pekerjaan talud tersebut dari anggaran dari  provinsi jawa tengah tahun 2018.

Menurut warga, aksi protes warga tersebut merupakan tindaklanjut dari aksi warga yang pertama kali kepada pemerintahan desa pada bulan desember 2019 lalu. Warga protes karena adanya kondisi bangunan talud yang ambrol.  Dalam mediasi tersebut,pihak desa berjanji akan memperbaiki bangunan talud yang ambrol dan beberapa bangunan yang dikoplain warga karena tak sesuai dengan rab. Namun, hingga bulan maret ini, pihak desa tak kunjung juga melakukan perbaikan.

“Ini berawal kekecewaan warga, karena dulu kita sudah melakukan protes ke pihak desa pada bulan desember lalu terkait bangunan talud yang ambrol dan beberapa bangunan yang tidak sesuai pekerjaannya kepada kepala desa di balai desa. Kepala desa berjanji akan memperbaiki,namun hingga bulan maret ini tak diperbaiki. Kita lakukan pengecekan,dan pengukuran semua bangunan,” Ucap Joko Waluyo perwakilan warga.

Joko menambahkan, ada 9 titik pekerjaan yang diduga warga terjadi penyimpangan.  Pekerjaan talud jalan,rabat beton,serta pembangunan rumah tak layak huni yang dikerjakan asal-asalan oleh oknum TPK desa dan oknum kepala desa.

“Ada 9 titik pekerjaan yang kita ukur,kita cek, ternyata kondisi dilapangan bangunan cor jalan banyak yang retak, talud ambrol, patah. Warga yang melihat proses pembangunan jalan atasnya cuma ditaburi semen biar kelihatan bagus,”imbuhnya

“Aksi ini kita lakukan demi pembangunan lebih baik lagi dan penyelenggara desa bisa membangun sesuai dengan amanah, dan sesuai dengan RAB sehingga kualitasnya yang baik,”Jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Agus, warga setempat, bangunan talud baru seumur jagung, banyak yang patah, cor jalan juga retak dan mengelupas.

“ Warga gak terima karena kondisi bangunan rusak semua, apalagi kita sudah komplain dulu di balai desa bulan desember, gak diperbaiki juga sampai sekarang. Jelas warga kecewa,”ucapnya dengan jengkel.

Sementara itu, hingga saat ini, Kepala Desa Tlogorejo belum bisa dikonfirmasi, karena saat hendak dikonfirmasi via telepon tidak aktif dan kondisi rumah tertutup rapat.

Jika pihak desa tidak segera memperbaiki kondisi bangunan talud  yang ambrol,serta bangunan lainnya, warga mengancam akan melaporkan oknum tersebut kepihak kejaksaan purwodadi. (*)

Laporan   : Nurulyadi
Editor       : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: