KUANSINGRIAU

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kuansing Warga Yang Belum Terdata Dapat Bansos Silahkan ke Kantor

KARIMUNTODAY.COM, TELUK KUANTAN – Setelah dilaksanakanya Kegiatan vidcon bersama Menteri Dalam Negeri dengan Gubernur Riau Drs Syamsuar M Si dengan Sekda Kabupaten Kuantan Singingi Dianto Mampanini di ruang rapat Bupati Jumat (5/6 2020) pada acara launcing Aplikasi Mata Bansos yang insyaallah akan di laksanakan seluruh Indonesia nantinya.

Dalam kesempatan tersebut awak media konfirmasi langsung kepada Nafisman Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa mengatakan Untuk penjaringan pengaman Sosial Bansos, sudah mempunyai 70 ribu KK di Kabupaten Kuantan Singingi sudah teralokasi diantaranya 22 ribu dari BLT DD, 27 ribu Kemensos, 15 ribu Sembako PKH dan 5 ribu dari Kabupaten.

Semetara yang sudah tersalur sampai saat ini BLT DD tahap l dan Bansos Kementerian Tahap I dan tahap II Bansos Provinsi yang sifatnya membantu atau tambahan nilai bantuan dari penerima sembako murni dengan Bansos kabupaten, bansos kabupaten belum bisa kita bagikan saat ini karena datanya sedang di verifikasikan oleh Kemensos, dan kuansing saat ini juga mendapatkan penambahkan kota oleh Kemensos sebanyak 17 ribu kk, sementara kita kirimkan sebanyak 17 ribu kk juga,dan data itu tidak semua kita terima dari kemensos pasti adanya data yang error,maka data yang tak error itu menjadi tanggung jawab Kabupaten yang di perkirakan sebanyak 5 ribu KK,” ujar Nafisman.

Walaupun nantinya dari jumlah 70 ribu Kk tersebut masih terdeteksi keluarga yang belum menerima manfaat jaringan pengaman sosial di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 25 ribu KK meskipun datanya sebanyak 5 ribu KK tapi jaringan sosial memungkinkan mengcover 25 ribu dananya, kalau 25 ribu Kk ditambah dari yang tadi, kloplah 90 ribu kk tidak mungkin hal itu terjadi dan tidak mungkin semua KK di kabupaten Kuantan Singingi menerima Bansos tersebut,jadi untuk pengaman Sosialnya kita sudah persiapkan sedemikian rupa untuk penjaringan yang terdampak Wabah Covid 19 untuk menerima bantuan.

Namun kami dari pihak Dinas Sosial meminta kepada masyarakat harap bersabar karena kita bertindak sangat hati-hati dan memanfaatkan potensi-potensi yang lebih besar seperti Kemensos, kenapa bantuanya lebih besar yaitu sebanyak Rp 600.000 dan penyaluran bantuannya pun lebih lama awalnya hanya 3 bulan kemudian menjadi 9 bulan dari Rp 600.000/bulan ditambah Rp 300.000 selama 6 bulan dan hal itu lebih bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan oleh sebab itu kita minta kepada masyarakat agar bersabar dan saya pastikan akan dapat ,” pintanya

Kemudian kepada masyarakat yang belum terdata silahkan datang langsung kedinas sosial dengan membawa KK dan di dinas kami sudah mempunyai data induk yang menjadi acuan bagi kami dan dapat kita lihat kebenarannya apakah sudah mendapat bantuan atau belum pastinya terlihat dari data induk tersebut.

Selanjutnya Nafisman juga menambahkan mengenai masalah perubahan data yang seperti data ganda atau tidak tepat sasaran silahkan laporkan karena kita mempunyai data fleksibel,dinamis dan kita perbaiki, sejauh ini ada laporan data ganda yang sudah kita antisipasi, supaya penyaluran berikutnya tidak muncul lagi, namun untuk memperbaiki data tersebut tidak lah seperti yang kita bayangkan, kita harus urut data di data Kemensos, kemensos klarifikasi lalu data induk dibuang barulah tidak muncul lagi.

Terakhir untuk Bantuan BLT DD itu sepenuhnya kewewenangan Desa, yang penting tidak penerima BLT DD jangan tumpang tindih dengan Bansos kementerian dan Kabupaten Bansos yang sudah kita salurkan dari 218 desa sudah disalurkan sebanyak 217 desa pada tahap I dan tahap II 24 Desa, jadi secara keseluruhan nilai bantuan tahap I yang sudah selesai di salurkan sebesar Rp 13 milyar lebih,”  tutup Nafisman. (*)

Laporan  : Lidia Ningsih ST
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: