JAWA TENGAH

APINDO Sleman Mendukung Kebijakan Pemerintah, Kembangkan UMKM di Era Digitalisasi

 

KARIMUNTODAY.COM, SLEMAN –  Rencana pemerintah dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sebagaimana ditetapkan dalam perpres nomor 2 tahun 2015 menetapkan sasaran pembangunan UMKM dan koperasi yang akan diwujudkan. Salah satunya dengan  meningkatnya kontribusi UMKM dan koperasi dalam perekonomian yang ditunjukkan oleh pertumbuhan PDB UMKM,meningkatnya daya saing UMKM meningkatnya usaha baru,serta meningkatnya kinerja kelembagaan dan usaha koperasi.

Rencana pemerintah tersebut, menjadi pembahasan dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Jaya Sejati Mandiri yang bertema “Peran Pegusaha falam Mengembangkan UMKM: Peluang dan Kendalanya” yang digelar di The rich Jogja Hotel Jl. Magelang KM 6 Yogyakarta (12/12).

Dalam diskusi tersebut melibatkan para nara sumber yang berkompeten. Seperti DR. Panutan S Sulendrakusuma dari Lemhanas RI, DR. Abidarin Rosididari FE AMIKOM Yogyakarta, Buntoro Ketua APINDO DPP di Yogyakarta, Andi Palupi dari perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta.

Menurut Panutan S Sulendrakusuma, Indonesia masuk 10 besar ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Peta jalan making Indonesia 4,0 didorong oleh perkembangan revolusi industy 4.0 bonus demografi dan kebutuhan untuk menyediakan lapangan pekerjaan tambahan 10 juta indonesia akan berfokus pada 5 sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi ini. Yaitu makanan dan minuman.tekstil dan pakaian, otomotif, kimia dan eketronik.

Sementara itu,Ketua APINDO DPP di Yogyakarta  Buntoro mengatakan, ia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan UMKM dan siap melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di era digitalisasi.

“ Kita dukung kebijakan pemerintah selama untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya di wilayah DIY. Kita juga mengingatkan pentingnya pendampingan kepada pelaku UMKM dari invasi produk-produk china yang saat ini membanjiri pasar di Indonesia” ucapnya

Untuk melakukan semua itu, lanjutnya, butuh beberapa strategi yang tepat untuk dilaksanakan.  Diantaranya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan akses pembiayaan dan skema pembiayaan, meningkatkan nilai tambahan produkdan jangkauan pemasaran,penguatan kelembagaan usaha serta peningkatan kemudahan kepastian dan perlindungan hukum. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah pengusaha,pakar ekonomi,pelaku UMKM serta stake holder lainnya untuk memajukan UMKN di persaingan global.

Menurut Dr. Abidarin Rosidi dari FE AMIKOM Yogyakarta mengatakan,bahwa  di era digitalisasi sangat berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan barupada tahun 2025.

“ Saat ini beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak arus era digitalisasi. Contoh toko konvensional,menjadi toko online, taksi konvensional menjadi taxi online, “ jelasnya

Sementara, lanjutnya, ancaman yang akan dihadapi di era globalisasi akan berkurangnya sekitar 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015- 2025 karena digantikan posisi manusia dengan mesin otomatis.

“ Jelas di era digitalisasi tenaga manusai akan berkurang, karena digantikan mesin. Karena itu butuh skill da kemampuan untuk memecahkan semuanya. Baik  kemampuan untuk melakukan koordinasi negosiasi dan persuasi, kemampuan listerning,logical thinking dan monitoring, kemampuan untuk mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang serta cognitive flexibillity, creativity,logical reasoning,problem sensitivty,mathematical reaspning dan visualization,” pungkasnya.(*)

Laporan    : Nurulyadi

Editor        : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close