humas karimun
karimuntoday.com

karimuntoday.com

 

images/542.jpg
Tampak, Kajari Tanjungpinang,Kepri.  SR Nasution.SH

Tanjungpinang ,(KT)- Bergulirnya penyidikan kausus tindak pidana Korupsi, di  Kejaksaa Negeri Tanjungpinang, terhadap dua orang tersangka oknum mantan  pejabat, Badan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang Bintan, bakal  segera rampung.

Menurut kajari Tanjungpinang SR Nasution pada hari Senin (17/03 diruangan  kerjanya mengatakan, sudah memeriksa 20 orang saksi, terkait dugaan tindak  pidana korupsi, penaganannya dalam waktu dekat akan segera tuntas. Sebut  Kajari.

Berdasarkan hasil pemeriksaannya, Kajari telah menetapkan Dua Orang tersangka  berinisial HR dan PR. Tersangka diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum “korupsi” sehingga diperkirakan Negara dirugikan 900 Jt Rupiah.

Kajari juga mengatakan, penyidikan lanjutan, “ mrnunggu hasil Audit dari Badan  Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) cabang Kepri Batam. Kalau hasil  audit itu sudah ada, maka kasus tersebut, dalam waktu dekat tuntas.

Hasil penyidikan dua orang tersangka, diduga telah menyalahgunakan Dana  alokasi Anggaran di Badan Kawasan FTZ, tahun anggaran 2010 hingga 2013,  memang untuk menuntaskan kasus, memakan waktu cukup panjang,  Tidak mudah seperti mebalekan telapak tangan, karena banyak orang yang akan  diperiksa. Sebut Kajari.

Contohnya seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang kita sidik saat  ini. 20 orang yang di periksa, untuk menetapkan pelaku menjadi tersangka, harus  dilengkapi bukti-bukti, sesuai peraturan undang-undang yang berlaku. Kata kajari.  (sdr)

 

images/147.jpg

Tampak, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Karimuun, M. Yosli.

KARIMUN (KT) - Hingga hari ini, Senin (17/3/2014) segala kesiapan yang menjadi keperluan dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke V tingkat Provinsi Kepri tahun 2014 bertempat di panggung rakyat Putri Kemuning Caostal Area, Kabupaten Karimun akan berlangsung sejak 21 sampai 27 Maret nanti masih dilakukan.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Karimuun, M. Yosli ketika ditemui karimuntoday.com, Senin (17/3/2014) mengatakan, persiapan akhir termasuk gladi kotor dalam pelaksanaan MTQ ke V Provinsi Kepri tahun 2014 akan dijadwalkan berakhir besok, Selasa (18/3/2014).

Disebutkan pria kerap disapa Yosli itu, masuknya tanggal 19 Maret khafilah-khafilah utusan dari 6 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri ini sudah mulai berdatangan kedaerah yang terpilih sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan musabaqah tersebut (Kabupaten Karimun).

"Sampai sejaih ini persiapan yang dilakukan hampir mencapai 100 persen. Dan dijadwalkan besok persiapan berakhir, kemudian keesokkan harinya lagi khafilah dari Kabupaten/Kota sudah mulai datang," ungkapnya.

Yosli menyampaikan, selaku tuan rumah sudah mempersiapkan atau menyediakan pengianpan untuk masing-masing kafilah. Untuk kafilah Kabupaten Lingga penginapannya di Hotel Palapa, Kota Batam di Hotel H3, Kota Tanjung Pinang di Hotel Holiday," terangnya.

Disamping itu untuk Kabupaten Anambas di Hotel Paragon, Natuna di Hotel Mahkota, Bintan di Hotel Himalaya, sedangkan kafilah Kabupaten Karimun di Hotel Balai View. Semetara bagi tamu VIP penginapannya di Hotel Aston, Dewan Hakim di Hotel Maximillian," terang Yosli kembali.

"Selain sudah ditetapkan hotel sebagai tempat penginapan tamu-tamu dari luar Kabupaten Karimun itu, Pemkab Karimun sudah membuat edarannya untuk instansi yang ada di Karimun, selama pelaksanaan MTQ berlangsung wajib menggunakan baju kurung Melayu," tambahnya.

Lanjutnya, adapun rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan MTQ ke V Provinsi Kepri yang tidak lama lagi diselenggarakan diawali dengan dengan penyambutan kedatangan kafilah, pendaftaran kafilah, pawai taaruf, malam taaruf, pelantikan dewan hakim, technical meeting.

Rangkaian lainnya lagi masih lanjut Yosli, pembukaan stand pameran bazaar, pembukaan MTQ, peresmian tugu MTQ, peresmian Ponpes Perbatasan Mutiara Bangsa, Wisuda 6.666 santri TPQ dan TPA, peninjauan ponpes perbatasan Mutiara Bangsa oleh Menteri Agama RI, pelaksanaan MTQ, Musda LPTQ, rekreasi kafilah, rapat pleno dewan hakim, penutupan MTQ V Kepri, dan pemulangan kafilah.

"Stand bazar nanti diagendakan istri Gubernur Provinsi Kepri, Hj. Aisyah meresmikannya, yang disejalankan dengan peresmian Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera oleh Badan Pemberdayaan Perempuan. Sementara untuk tugu MTQ sesuai kata Bupati Karimun, Nurdin Basirun akan diberi "Tugu Imtaq" saat diresmikian nanti," pungkasnya mengakhiri. (nov.k)

 

images/601.jpg

Tampak, DR.HM.Hasby Direktur Utama Perusda Kabupaten Karimun, Kepri.(photo.Novel/K)

"Kita tidak merampok BBM atau dikatakan sebagai peyelundup apalagi pelangsir, kita membeli BBM ke SPBU meskipun berulang kali untuk kebutuhan masyartakat juga. Dulu sewaktu bisa masih bisa mengisi BBM berulang kali, untuk pengisian kedua kalinya harus memberikan biaya sebesar Rp 10 ribu kepetugas SPBU," katanya

KARIMUN (KT) - Pengendara sepeda motor diantaranya, bermerek Thunder yang diduga sebagai pelangsir BBM bersubsidi berkumpul kemudian melampiaskan kemarahannya didepan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jl Poros Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (17/3/2014).

Ramainya kehadiran pasukan bersepeda motor besar (laki-laki dan perempuan) diduga sebagai pelangsir itu, dikarenakan tidak dibenarkan lagi membeli BBM bersubsidi dari stasiun tersebut berulang kali dalam satu hari seperti biasanya, yang sudah diberlakukan pihak PSBU sejak tiga hari lalu.

"Pelangsir BBM bersubsidi itu mengunakan motor besar dan juga mobil. Dengan adanya pemgisian berulang kali dalam perhari dilakukan pelangsir, membuat antrian di SPBU selalu panjang hingga sampai kebadan jalan umum, dan seringnya terjadi kelangkaan BBM," ujar Kadiskop UKM dan Perindag Kabupaten Karimun, yang juga sebagai Plt Dirut Perusda Karimun, Drs. Muhd Hasbi saat ditemui karimuntoday.com.

Disampaikannya, apapupun kendaraan yang ingin mengisi BBM jenis premium maupun solar bersubsidi ke SPBU ini sangat dibenarkan. Asalkan, dalam pengisian bahan bakar tersebut cukup satu kali dalam satu hari, kemudian dipergunakan kebutuhan sendiri, bukan diperjualkan belikan lagi, apalagi dijual ke luar Pulau Karimun.

"Seperti didalam surat edaran dari Bupati Karimun nomor 500/EKO/VI//2013/073, prihal pembatasan pembelian  BBM bersubsidi Kabupaten Karimun, untuk roda 4 maksimal pembelian 22 liter perhari, roda 2 125 CC maskismal pembeliannya 10 liter perhari, dan roda 2 dibawah 125 CC maksimal pembelian 7 liter,"  terang Hasbi.

Disebutkannya, BBM bersubsidi yang masuk ke SPBU untuk jenis premium sebanyak 320 ton sedangkan solar 45 ton, dan jumlah itu cukup bertahan dalam waktu satu minggu.

"Pengisian BBM untuk motor besar dengan jumlah 10 liter seharga Rp 65.000, tidak akan habis satu hari itu juga. Namun kenyataannya berbeda mereka mengisi berulang kali dalam satu hari. Jadi berkemungkinan besar pelangsir tersebut menjual kembali BBM berubsidi yang dibeli dari SPBU selain dijual didalam Kaarimun juga dijual keluar Pulau Karimun," tuturnya.

Ketika ditanya apakah tindakan yang dilakukannya itu hanya karena pelaksanaan MTQ ke V Prrovinsi Kepri sudah dekat, mengapa tidak dari dulu setelah terbitnya surat ederan dari Bupati Karimun,"Informasi banyak sepeda motor besar mengisi BBM ke SPBU ini berulang kali dalam satu hari sudah sering terdengar, hanya saja semakin menjadi-jadi dan bertambah kuat saja informasi tersebut, akhirnya kita lakukan ketegasan seperti ini," kata Hasbi.

Menanggpai adanya dugaan oknum SPBU yang ikut bekerjasama dengan pelangsir BBM bersubsidi, Hasbi tidak mengetahuinya, sebab belum ditemukann bukti nyata, dan dirinya berjanji akan mencari kebenaran tentang dugaan tersebut."Saya tidak mengatahui soal itu, dan saya juga tidak mau berandai-andai apalagi menduga, jika memang ada temuan nanti, pasti akan saya tindak tegas," katanya lagi.

Sementara itu Eti, salah seorang penguna sepeda motor besar saat ditemui media portal ini mengakui memang berulang kali dalam satu hari mengisi BBM bersubsidi ke SPBU.

"Dulu tidak ada larangan mengisi berkali-kali BBM ke SPBU. Saya jual BBM hasil pembelian dari SPBU untuk masyarakat dalam Karimun, bukan dijual ke luar pulau Karimun, mengenai larangan mengisi berulang kali seperti biasanya, saya tidak tahu apa alasan sebenarnya," ucapnya dengan wajah memerah.

Salah satu penguna sepeda motor besar lainnya Suripto merasa sangat kesal diberlakukan larangan atau batasan pengisian BBM di SPBU. Karena baginya, dilarangnya mengisi BBM sudah berlangsung tiha hari ini sama saja Pemerintah Daerah semakin menyiksa masyarakat kecil.

"Kita tidak merampok BBM atau dikatakan sebagai peyelundup apalagi pelangsir, kita membeli BBM ke SPBU meskipun berulang kali untuk kebutuhan masyartakat juga. Dulu sewaktu bisa masih bisa mengisi BBM berulang kali, untuk pengisian kedua kalinya harus memberikan biaya sebesar Rp 10 ribu kepetugas SPBU," katanya

Dari kedua yang diduga sebagai pelangsir BBM bersubsidi itu menyampaikan, salah seorang Kepala Bidang (Kabid) di Satpol PP Karimun berinisial D, juga ikut mengisi BBM berulang kali di SPBU."

"Ada Satpol PP yang jabatan sebagai Kabid memiliki 2 unit angkutan umum (oplet) dan sepeda motor besar. Semua kendaraan dimilikinya itu sering kita lihat mengisi BBM berulang kali ke SPBU, hasilnya BBM dibeli itu dijualnya kembali yang kiosnya terletak di perumahan TMK," kata kedua sumber itu.

Ditempat terpisah, Satpol PP yang jabatan sebagai Kabid berinisial D itu ketika ditemui diruang kerjanya, membah keras mengenai apa yang dikatakan kedua pengendara sepeda motor besar diduga sebagai pelangsir BBM bersubsidi dari SPBU.

"Saya tidak ada memiliki kios. Saya memang punya 2 unit angkutan umum (oplet), namun saya selaku pemilik kendaraan wajar meminta setoran kepada penyewa, bukan meminta hasil jual beli BBM bersubsidi dari SPBU. Kemudian, sepeda motor saya miliki itu tidak pernah digunakan berulang kali mengisi BBM ke SPBU, justru sering saya rasakan saat ini sulit mendapat Bensin," tuturnya. (nov.k)

 

images/568.jpg

Tampak, , Calon Wakil Presiden dari Partai Hati Nurani Rakyat,Hanura, Harytanoe Sudibyo melakukan kampanye di Grobogan, Jawa Tengah

Grobogan(KT) ,- Calon wakil presiden dari Partai Hati Nurani Rakyat,Hanura, Harytanoe Sudibyo melakukan kampanye di grobogan jawa tengah. Dalam kampanyenya tersebut HT menyempatkan diri untuk meresmikan bangunan masjid di salah satu pondok pesantren di desa Tambirejo,kecamatan Toroh,Grobogan,Jawa Tengah.

Dalam sambutannya,HT mengatakan, indonesia membutuhkan perubahan dari sisi ekonomi,tetapi kemakmuran,kesejahteraan yang baik,tanpa diimbangi dengan akhlak dan moral yang baik tidaklah benar. "Dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dalam pembangunan yang baik harus diimbangi dengan akhlak dan mmoral yang baik," ucap HT

Selepas meresmikan masjid,HT kemudian menuju gedung olahraga purwodadi, untuk melakukan orasi politiknya didepan ratusan massa pendukungnya dari partai Hanura.

Dalam orasinya,HT meminta seluruh kader dan simpatisan partai Hanura untuk mengusung dirinya dalam pilpres mendatang dan mengajak simpatisan untuk menggunakan hak suaranya dalam Pileg tanggal 9 April mendatang.(Nur)


images/285.jpg

Tampak, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Tramtib) Satpol PP Karimun, Dasril M.AP.

*Dasril Katakan Status Bintang I Untuk Hotel Satria "Abu-Abu"

KARIMUN (KT) - Untuk mencipatakan ketertiban, kenyamanan dan ketentraman dalam rangka mensukseskan pelaksanaan MTQ ke V Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan mulai 18 hingga 27 Maret 2014, Bupati Karimun, Nurdin Basirun mengeluarkan surat himbaun berupa larangan serta ketegasan tempat hiburan malam (THM), restauran maupun panti pijat (Massage).

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Tramtib) Satpol PP Karimun, Dasril M.AP kepada karimuntoday.com, Senin (17/3/2014) mengatakan, surat himbauan itu dikeluarkan pada 7 Maret kemarin, dengan nomor 556/DPSB/451.15/74/III/2014. Dalam surat tersebut terdapat 9 poin yang berisi berupa larangan serta ketegasan.

Adapun isi dari ke 9 poin itu ialah kesatu, melaksanakan gotong royong bersama dalam menciptakan kebersihan lingkungan, kedua berpartisipasi melakukan pemasangan spanduk/umbul-umbul  sebagai bentuk dukungan mensukseskan MTQ ke V Provinsi Kepri, ketiga himbauan kepada seluruh jajaran staf dilingkungan Pemkab Karimun dan karyawan swasta memakai baju kurung Melayu selama pelaksanaan MTQ ke V Provinsi Kepri terhitung sejak 18 sampai 27 Maret 2014.

Selain itu lanjutya poin keempat, meningkatkan pelayanan, ketertiban dan keamanan dilingkungan masing-masing kerja agar tercipta suasana kondusif kepada para tamu, khususnya khafillah peserta MTQ yang berkunjung ketempat-tempat usaha kepariwistaan selama berlangsung MTQ ke V Provinsi Kepri. Kelima, pengusaha restauran dan jasa boga diharapkan menyediakan makanan halal, menyediakan daftar menu serta tidak menyediakan minuman beralkohol," terangnya.

Masuknya poin keenam masih lanjutnya, ketegasan dan larangan yang tertuang dalam surat himbauan itu sudah mengarah ke THM, yakni pengusaha akomodasi (Hotel, Wisma serta Penginapan) diharapkan mengumandangkan lagu masr MTQ disetiap hari kerja secara terus menerus, lalu tidak menerima pekerja seks komersial (PSK) sejak tanggal 10 sampai 27 Maret 2014.

Sementara untuk poin ketujuh, pengusaha hiburan (Club Malam, Pub, Karaoke, Panti Pijat dan Discoutiqe) agar melestarikan lingkungan kerjanya dari aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan tataran moral dan nilai-nilai sosial maupun kegamaan. Kedelapan, seluruh pengusaha THM yang menjadi fasilitas hotel berbintang diharap untuk tidak beroperasi atau menjalankan usaha secara total (hanya Vip Room yang boleh buka) selama MTQ ke V Provinsi Kepri berlangsung.

"Bagi seluruh pengusaha THM (Club Malam, Pub, Karaoke, Panti Pijat dan Discoutiqe) yang bukan termasuk dalam fasilitas hotel berbintang diharapkan untuk tidak menjalankan kegiatan usahanya sejak terhitung 20 hingga 27 Maret 2014," jelas Dasril menyampaikan poin kesembilan dari isi surat pemberitahuan dari Bupati Karimun.

Pada kesempatan ini Dasril juga menyebutkan, pada Kamis (20/3/2014) malamnya, Satpol PP bersama Disparseibud Karimun sekitar pukul 20.00 WIB akan melakukan razia keseluruh THM yang ada sekaligus memberikan pemberitahuan mengenai tutup-buka serta larangan sesuai surat himbauan yang dikeluarkan kepala daerah memimpin di bumi berlandas beberapa azam ini.

"Menurut catatan atau data Satpol PP hotel berbintang (Bintang I) di Karimun ada 4, yakni Hotel Aston, Wiko, Paradise dan Maxximillium. Sementara untuk Hotel Satria status sebagai hotel bintang I masih abu-abu, jadi kita minta THM di Hotel Satria tutup total sebab hotel tersebut belum bisa masuk dalam kriteria sebagai hotel berbintang," tuturnya.

Ditambahkan Dasril, selama MTQ ke V Provinsi Kepri berlangsung, Satpol PP terus menerus melakukan razai ke THM (Club Malam, Pub, Karaoke, Panti Pijat dan Discoutiqe). Sementara untuk pujasera tetap diperbolehkan buka, hanya saja karaoke yang disediakan ditempat itu tidak dibenarkan beroperasi," ucapnya mengakhiri. (nov.k)

 

images/539.jpg
Tampak, Wakil Bupati Lingga, Abu Hasim dan Ketua KPUD Lingga, Kepri melepas Karnaval Dalam Rangka Deklerasi Pemilu Damai.

 

LNGGA ( KT ) –Sebelas Parpol menandatangani deklarasi pemilu damai pada karnaval Partai  Politik yang ikut serta di tahun 2014 yang diselenggarakan di lapangan Hang Tuah, Daik  Lingga, Perwakilan Partai Bulan Bintang (PBB) tidak hadir satupun.

KPU tidak mengetahui sampai saatini apa alasan PBB tidak hadir, Sabtu   Sebelas parpol yang ada yakni, NasDem, PKS, Golkar, Gerindra, Hanura, PAN, PKB, PPP,  PDI-P, PKPI, Demokrat, sepakat menandatangani deklarasi pemilu damai. Selain 11 parpol  tersebut, Wakil Bupati Lingga Abu Hasyim, Kapolres Lingga Abu Hasyim, perwakilan  kejaksaan, dan dari perwakilan Lanal Dabo, turut menandatangani deklarasi tersebut, serta tidak ketinggalan ketua KPU Lingga Agusyuriawan, dan sejumlah anggota komisi pemilihan  umum Lingga.

Ketua KPU Lingga Agusyuriawan,ketika dikoppirmasi media ini,mengatakan  penandatangan deklarasi pemilu damai tersebut menjadi dokumen deklarasi oleh KPU  Lingga.ungkapnya.Sabtu 15/3 "Aturan tetap dijalani, ini kesepakatan sesuai dengan aturan,"ungkapnya.

Dikatakan, dari dua belas parpol uang ikut kampanye pemilu 9 April 2014, hanya satu parpol  yang tidak hadir yakni dari Partai Bulan Bintang.

"Sampai hari ini kita tidak dapat konfirmasi dari pihak partai,"ungkapnya.  Namun demikian, ketika ditanya apakah dengan ketidakhadiran dari perwakilan PBB  tersebut untuk penandatangan akan menjadi pemicu ketika pada pemilu nanti partai tersebut  melakukan pelanggaran, Agus mengatakan yang jelas setiap parpol haru ikuti dan jalankan  sesuai aturan .

"Ini komitmet parpol. Harus siap menang dan siap kalah. Yang jelas jangansok uzon  dulu,"ungkapnya.

Dilanjutkan, karnaval yang digelar juga merupakan kontrak politik penyelenggaraan peserta  pemilu untuk memperkenalkan parpol yang ikut pemilu pada tanggal 9 april 2014 nanti. "Kita  himbau agar parpol taat aturan"imbuhnya.

Di tempat yang sama wakil Bupati Lingga Abu Hasyim, proses demokrasi bukan tanggung  jawab pemerintah saja, dan KPU saja. Tapi masyarakat dan Parpol juga ‘ungkapnya.(Rusli)

 

images/541.jpg

Tampak, Hotel Satria yang terletak di Jl. A. Yani tepatnya didepan lahan parkir Swalayan Indo A. Yani, Tanjung Balai Karimun, Kecamatan Karimun yang sampai saat ini masih menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Sebab, hotel tersebut dinilai belum layak menyandang status sebagai hotel bintang I, karena tidak memenuhi persyaratan atau kriteria sebagai hotel berbintang, sebab hotel tersebut dijadikan sebagai tempat hiburan malam, dan banyak ditemukan para wanita muda dihotel tersebut.

KARIMUN (KT) - Permasalahan mengenai penyalahgunaan izin status atau kriteria Hote Satria, sampai saat ini masih menjadi buah bibir dikalangan masyarakat banyak, pada umumnya di Tanjung Balai Karimun. Sejumlah LSM sudah mengeluarkan kritikan keras di berbagai Media Massa, kali ini Kabid Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Satpol PP Karimun yang berbicara.

Kabid Tramtib Satpol PP Karimun, Dasril M.AP menyebutkan, Hotel Satria yang terletak di Jl. A. Yani tepatnya didepan lahan parkir Swalaayan Indo A. Yani, Tanjung Balai Karimun, Kecamatan Karimun belum layak dijadikan sebagai hotel bintang I (Hotel Berbintang).

"Hotel Satria tidak ada kriteria hotel bintang 1, sebab tidak memenuhi persyaratan fisik sebagai hotel bintang 1. Dan, status sebagai hotel hanya kedoknya, justru Hotel Satria sebenarnya khusus dijakdikan sebagai tempat hiburan malam (THM)," ujar Dasril kepada karimuntoday.com, Minggu (16/3/2014) melalui telepon genggamnya (Hp).

Disebutkan Dasril, Hotel Satria yang tidak memiliki lahan atau tempat parkir salah satu persayatan fisik mejadi hote l bintang I itu, pemiliknya terkesan tidak mengindahkan pemberitaan miring yang disejumlam media massa baru-baru ini, dikarenakan pemilik tempat usaha tersebut kabarnya sudah mengkantongi izin menjadi hotel bintang I dari Gubernur Kepri, HM. Sani berkisar selama 1 tahun.

"Saya tidak tahu pasti apakah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karimun atau Provinsi yang menguruskan rekomendasi izin hotel berbintang untuk Hotel Satria, yang jelas pemiliknya sudah memiliki izin sebagai hotel bintang I yang ditanda tangani Gubernur Kepri. Sementara saat dipertanyakan kepada Disparsenibud Karimun, belum ada sama sekali mengeluarkan rekomendasi untuk perubahan status hotel tersebut," katanya.

Sewaktu mengetahui belum adanya Disparsenibud yang dipmpin oleh Drs. Suryaminsyah selaku Kepala Dinas (Kadis) mengenai belum pernah mengeluarkan rekomendasi perubahan status Hotel Satria menjadi hotel bintang I, disampaikannya Dasril, saat ini Disparsenibud terkesan buang badan dalam menanggapi permasalahan ini.

Lanjutnya, Hotel Satria hanya memiliki 5 unit kamar, di hotel selain menyediakan banyak vip room juga ada Hold Onnya, kemudian Hotel Satria banyak sekali mempekerjakan perempuan dari berbagai daerah sebagai pelayan di THM mereka.

"Diduga kamar yang ada itu dipergunakan untuk show time bagi tamu yang sudah mabuk berat dalam melakukan hubungan seks bersama teman wanitanya. Dan dugaan lainnya, pemilik Hotel Satria sudah menyalahgunakan izin yang dimiliki. Jadi seharusnya Disparsenibud bertindak dengan tegas, sebab ini dibawah tupoksi kerjanya," tutur Dasril denga nada tinggi.

Sambung Dasril, kita sangat mengharapkan ketegasan dan tindakan dari Disparsenibud dalam menyikapi permasalahan status di Hotel Satria ada. Dengan demekian Satpol PP selaku satuan yang menjalankan peraturan daerah (Perda) bisa ikut membantu. Sebab, kami (Satpol PP) tidak mau dinilai masyarakat tidak menjalan Perda yang sudah ada itu dari kejadian ini," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip karimuntoday mengenai peraturan yang diterapkan PHRI persyaratan fisik hotel menjadi sebagai bintang 1, terdiri dari memenuhi persyaratan dinas tata kerja (Dinas PU), mudah dicapai untuk menjamin kenikmatan, tamu dihindarkan dari pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suara bising, bau tidak enak, debu serta asap.

Selain itu, seluruh atau sebagian bentuk bangunan dekorasi mencerminkan budaya Indonesia, jumlah kamar sekurang-kurangnya 10 unit (diantaranya 1 kamar tunggal), tersedianya tempat atau lahan parkir dengan kapasitas 1 mobil untuk setiap 5 kamar tidur, tersedianya ruang umum (lobby lounge, ruang makan).

Selanjutnya, tersedianya lapangan rumput, tersedia pintu masuk terpisah untuk tamu dan barang keperluan hotel, tersedia tempat untuk menerima tamu, penerangan, pembayaran, penitipan barang berharga dan ruang penitipan koper, kemudianya tersedia toilet umum yang (pria dan wanita).

Sementara itu Kadis Parsenibud Kabupaten Karimun, Drs. Suryaminsyah ketiak dihubungi karimuntoday.com untuk melakukan konfirmasi melalui Hp, sayangnya berkali-kali ditelepon Hp pria yang kerap disapa Wak Min itu tidak dapat dihubungi, sampailah berita ini diunggah. (nov.k)
 

Sunday, 16 March 2014 16:35

Akhirnya, Bumi Berazam Diguyur Hujan

 

images/523.jpg

Tampak, Terlihat kucuran air hujan dari atap seng rumah warga, yang turun pada Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan turunnya hujan yang sangat dinantikan masyarakat sudah sejak lama, seorang anak kecil menikmati rintik air hujan yang membasahi bumi di negeri berlandaskan beberapa azam ini.

KARIMUN (KT) -  Rindunya masyarakat  se-Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dengan air bersih yang sangat sulit didapat selama musim kemarau ini, akhirnya terobati sudah dengan turunnya hujan, sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (16/3/2014).

Pasalnya, daerah berlandaskan beberapa azam ini yang dipimpin Nurdin Basirun sebagai (Bupati) dan Aunur Rafiq (Wakil Bupati), dilanda kemarau panjang sejak pertengahan akhir tahun 2013 lalu hingga masuknya dipertengahan Maret 2014 ini (hampir 4 bulan). Dengan turunnya hujan tidak terlalu lebat, membuat masyarakat sangat bergembira dan meninggikan rasa syukur.

"Alhamdulillah hujan juga dihari Minggu ini. Sudah lama menantikan hujan seperti ini agar bisa mendapatkan air bersih yang sulit dirasakan," ujar Ros seorang warga Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun dengan penuh syukur saat ditemui karimuntoday.com.

Dikatakan Ros, warga yang tinggal diwilayah Kelurahan Sungai Lakam Barat sangat mengeluhkan dalam mendapatkan air bersih. Walaupun warga tidak mengunakan air dari PDAM yang saat ini masih tidak berjalan karena waduknya mengalami kekeringan, beberapa sumur yang ada sudah hampir kering total.

"Warga bergotong royong mengali sumur-sumur lebih dalam lagi agar tidak terjadinya kekeringan. Walaupun warna air setelah digali tidak putih bening seperti biasanya (keruh), warga tetap mengunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan untuk minum warga mengunakan air galon yang dibeli," ungkapnya.

Ditempat terpisah Tina warga Kelurahan Sungai Lakam Barat lainnya juga sangat bahagia dengan turunnya hujan yang sekian lama dinanti."Selama 4 bulan belakangan ini juga ada cuaca mendung, akan tetapi hujan tidak juga turun dikarenakan kencangnya laju angin yang bertiup dari mulai pagi hingga malam hari," ucapnya.

Disampaikannya, hujan yang turun pada Minggu (16/3/2014) ini sudah dimulai sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi, tetapi hujan yang turun hanya rintik-rintik sebentar saja. Ketika masuknya pukul 10.00 WIB hujan turun kembali. Dan turunnya hujan lanjutan ini, banyak warga yang menampung air hujan itu.

"Keluhan warga dalam mendapatkan air bersih sudah terobati, keluhan warga terhadap debu yang tebal juga terasi degan turunnya hujan. Tinggal lagi keluhan warga terhadap listrik PLN yang hidup-matinya masih semrawut hingga saat ini," kata Tina.

Panatauan karimuntoday.com dilapagan, hujan yang turun di bumi berazam pada Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 10.00 WIB baru berhenti sekitar pukul 14.00 WIB (hampir 4 jam). Jangankan kegembiraan bagi seluruh masyarakat khususnya di Tanjung Balai Karimun, tanaman serta pepophonan juga ikut merasakan kebahagian, sehingga daun-daun warna hijau semakin memudar menjadi cerah kembali. (nov.k)

Saturday, 15 March 2014 22:04

Bupati Karimun Molor , Tinjau Waduk PDAM

images/614.jpg

Tampak, Bupati Karimun, Nurdin Basirun (bertopi biru) bersama beberapa orang Kepala SKPD Pemkab Karimun sedang meninjau waduk PDAM di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing yang sudah hampir mengalami kekeringan total, Sabtu (15/3/2014) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Di negara Singapor saja air kotoran bisa digunakan sebagai air bersih, bahkan air itu bisa langsung diminum. Sementara air diwaduk PDAM ini hanya keruh karena tanah disekelilingnya turun, jadi bukanlah menjadi persoalan," kata Bupati Karimun, Nurdin Basirun.


KARIMUN (KT) - Tinjauan Bupati Karimun, Nurdin Basirun ke waduk PDAM milik Perusda Karimun yang terletak di Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing, Sabtu (15/3/2014) molor dari jadwal yang diagendakan.

Seperti yang dinformasikan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Karimun, M. Yosli kepada wartawan, tinjauan dilakukan pukul 10.30 WIB. Kemudian Yosli panggilan akrabnya mengirimkan kembali pesan singkat (SMS), peninjauan pada pukul 12.30 WIB. Namun, dua kali pemberitahuan tersebut Bupati Karimun tidak belum juga datang.

Hampir sejumlah wartawan dari media cetak harian dan mingguan serta elektronik (Tv) yang meliput tinjauan Bupati Karimun ke waduk PDAM ingin meninggalkan lokasi liputan,sebab kurang lebih tiga jam para wartawan menunggu kedatangan bupati beserta rombongan, namun belum juga tampak batang hidungnya.

Mendekati pukul 14.00 WIB, Bupati  Karimun bersama beberapa orang kepala SKPD dan Camat Tebing barulah tiba diwaduk PDAM.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun saat ditemui karimuntoday.com usai peninjauan mengatakan, penempatan mesin diesel  menyedot air dari waduk Dang Merdu lalu dialirkan ke Wadung PDAM sangat tepat sekali dalam membantu menghidupkan kembali disaat musim kemarau melanda daerah ini.

Meskipun waduk PDAM kembali bisa dipungsikan, Nurdin masih ada kebimbangan. Disampaikan Nurdin, ditakutkan beberapa waduk pembantu yang ada untuk menyalurkan ke waduk PDAM debit airnya akan berkurang.


"Turunnya air hujan sangat diharapkan sekali. Ditakutkan jika berkepanjangan musim kemarau terjadi, beberapa waduk air yang ada bisa mengalami kekeringan semuanya," ungkapnya.

Nurdin mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih. Maka dari itu, saya sudah memerintah seluruh camat untuk mencatat dimana titik wilayah yang paling susah merasakan air bersih (rawan). Jadi setelah mengetahui dimana titiknya, air bersih akan dibagikan kepada masyarakat ditempat itu.

Menanggapi kabar air diwaduk PDAM tidak layak dikunsomsi diantara keruh, Nurdin kelayakan tentang kesehatan airnya sudah diuji.

"Di negara Singapor saja air kotoran bisa digunakan sebagai air bersih, bahkan air itu bisa langsung diminum. Sementara air diwaduk PDAM ini hanya keruh karena tanah disekelilingnya turun, jadi bukanlah menjadi persoalan," kata Nurdin. (nov.k)


images/599.jpg

Tampak, Azahar MN Ketua Umum Ikatan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun, Kepri.

KARIMUN (KT) - Ketua Umum Ikatakan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun (IPMKK), Provinsi Kepri Azhar mengatakan masyarakat dan nelayan di pulau-pulau yang ada di Kabupaten Karimun tidak pernah mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari Pemkab Karimun.

"Hasil investigasi IPMKK dilapangan, masyarakat dan nelayan dipulau-pulau tidak pernah merasakan BBM bersubsidi," ungkap Azhar.

Disebutkannya, tidak pernahnya masyarakat dan nelayan mendapatkan BBM bersubsidi, diduga penyalur (APMS dan SPBU) menjual BBM tersebut ke kapal isap produksi timah (KIP).

"Sangat menyedihkan sekali masyarakat pulau-pulau sampai saat ini tidak pernah mendapat BBM bersubsidi. Sementar itu sudah menjadi hak masyarakat mendapatkan.
Jadi pertanyaannya, BBM dari Pertamina yang dibeli itu apakah untuk Karimun saja atau untuk se-Kabupaten Karimun," tanya Azhar dengan tegas.

Lanjut Azhar, hasil invetigasi IPMKK  dilapangan BBM lagi, berrsubsidi dipulau-pulau berubah menjadi non-subsidi. Jadi tidak menutup kemungkinan di Kabupaten juga melakukan hal serupa. Pasalnya, masih  banyak ditemukan  pelangsir BBM di SPBU Karimun," ucapnya.

Mengenai Wakil Bupati  Karimun, Aunur Rafiq merasa heran di tahun 2013 lalu  bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sering mengalami kelangkaan di pulau-pulau yang ada di Kabupaten Karimun, Azhar mengatakan itu sangat wajar.

Sebab, pemaparan dari Bidang Perekonomian Pemkab Karimun sewaktu rapat di ruang Cempaka Kantor Bupati Karimun lantai II kemarin, kouta BBM untuk ketiga jenis premium, solar dan minyak tanah tahun 2013 lalu masih berlebih.
 
"Pengawasan dilakukan tim evaluasi dan monitiring BBM bersubsidi sangat diragukan. Buktinya mafia BBM ilagal hingga saat ini masih merajalela, jadi bagaimana bentuk pengawasan yang dilaksanakan tim tersebut," cetusnya mengakhiri.

Sementara itu, ketua tim evaluasi dan monitoring BBM bersubsidi Karimun, Aunur Rafiq yang juga Wakil Bupati Karimun, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya seputar adanya masyarakt dipulau-pulau tidak menikmati BBM Bersubsidi dari Pemerintah Daerah Karimun.(nov.k)

Canggai Putri

KALENDER BERITA

« October 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
DISPENDA KARIMUN