karimuntoday.com

karimuntoday.com

 

 

images/222.jpg

Bupati Karimun, Nurdin Basirun sedang memimpin rapat rencana memberangkatkan bantuan dari penggalangan oleh forum peduli sumbangan bencana meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah dinas Bupati Karimun, didampingi Wakil Bupati Karimun, H.Aunur Raqik serta Beberapa FKPD.

KARIMUN (KT) -  Ketua umum forum peduli sumbangan bencana meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang juga sebagai Wakil Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq mengatakan, pada 23 Februari nanti diperkirakan semua bantuan dari hasil penggalanga akan disalurkan kepada korban bencana alam tersebut.

Pernyataan ini dikatakan Aunur Rafiq saat ditemui karimuntoday.com usai rapat koordinas bersama FKPD dan tim panitia penggalangan bantuan yang dipimpin langsung Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah dinas Bupati Karimun.

"Selama dua minggu dilaksanakannnya penggalangan untuk korban bencana meletusnya gunung Sinabung,  bantuan berbentuk uang terkumpul sebesar Rp 476. 063. 500, sedangkan pakaian layak pakai dari jenis anak-anak smapai orang dewasa (laki-laki dan perempuan) sebanyak 300 kotak rokok gudang garam," jelasnya.

Disampaikan Rafiq panggilan akrabnya, semuan bantaun terkumpul yang saat ini berada diposko utama penggalangan (rumah dinas Bupati Karimun), akan dibagikan untuk enam Kecamatan di  Kabupaten Karo (6 titik) tempat korban diungsikan.

Lanjutnya lagi, korban bencana alam itu tidak diberikan bantuan berupa uang, jadi uang yang mencapai setengah miliar terkumpul itu akan dibelikan barang-barang seperti beras, kain selimut, kain sarung, indomie, ikan sarden kaleng, ampers dan buku-buku bagi pelajar.

"Dana 476. 063. 500 akan dibelikan ke barang-barang tersebut yang diisi sebanyak enam truk sebagai armada pengangkut sampai ke korban bencana alam, Kabupaten Karo. Untuk total ahrga barang per truknya berjumlah Rp 79. 343.000," ungkapnya.

Ditanya mengenai proses memberangkat bantuan Rafiq menyebutkan besok, Kamis (20/2/2014) sebagai langkah awal akan diberangkat 2 orang yaitu, Edison Saragi (wakil sekretaris penggalangan) dan Ruben Sinurat (perwakilan dari FKBKK) untuk melakukan survey.

Setelah berangkatnya tim survey tersebut, Kembali diberangkatkan empat orang lagi ke Pekanbaru, Jum'at (21/2/2014) untuk membeli barang-barang yang diisi kedalam enam truk itu. Keesokan harinya lagi rombongan yang berkemungkinan langsung dipimpin Bupati Karimun akan menyusul ke Pekanbaru.

"Setelah semua berkumpul di Pekanbaru, diperkirakan, Minggu 23 Februari 2014 Bupati Karimun dan rombongan akan berkonvoi membawa semua bantuan menuju titik atau tempat pengungsian korban meletusnya gunung Sinabung yang mendapat pengawalan ketat dari TNI/Polri Kabupaten Karimun dalam menghindari hal-hal tidak diinginkan," tutur Rafiq.

Mengenai apakah akan ada penggalangan bantuan korban bencana meletusnya gunung Kelud Kabupaten Malang, Jawa Timur seperti gunung Sinabung, Rafiq belum bisa menjawab pasti."Kita selesaikan dulu penyaluran bantuan untuk korban gunung Sinabung. Untuk penggalangan korban gunung Kelud masih menunggu keputusan Bupati Karimun, jadi setelah pembagian bantuan ini selesai akan dilakukan rapat evaluasi kembali soal kelanjutannya sperti apa," katanya mengakhiri. (nov.k)

Wednesday, 19 February 2014 21:04

PD GPMB Karimun Periode 2014-2019 Di Lantik

 

 

images/260.jpg

Tampak, Ketua Umum Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah secara resmi melantik, Siti Saparani yang juga Anggota DPRD Karimun dari Partai PPP sebagai ketua umum pengurus daerah (PD-GPMB) Kabupaten Karimun periode 2014-2018 beserta seluruh anggota, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 09.30 WIB di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun.

KARIMUN (KT) - Ketua umum gerakan pemasyarakatan minat baca (GPMB) Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah secara resmi melantik, Siti Saparani sebagai ketua umum pengurus daerah (PD-GPMB) Kabupaten Karimun periode 2014-2018, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 09.30 WIB di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun.

Siti Saparani dalam sambutannya menyampaikan, GPMB adalah murni organisasi sosial kemasyarakatn dibidang pembangunan minat dan pembuyaan kegemaran membaca. GPMB juga merupakan organisasi semi pemerintah dan non government organizaton (NGO) yang keberadaannya berjenjang dari pusat sampai daerah dibawah binaan instansi perpustakaan pemerintah.

Lanjutnya, GPMB tidak akan pernah bisa survive tanpa didukung dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mendirikan taman bacaan masyarakat (TMB) maupun perpustakaan.

"Tantangan paling besar dihadapi saat ini ialah mengubah pardigma tentang pentingnya menjadikan budaya minat baca. Dirinya berharap kehadiran GPMB di Kabupaten Karimun menjadi salah atu mitra pemerintah dalam menumbuhkan minat baca di bumi berazam ini,"ujarnya.

Sambutan ketum GPMB Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah menyebutkan, pelantikan kepenggurusan daerah atau cabang organisasi ini baru pertama kalinya, yaitu di Kabupaten Karimun.

Disebutkannya, berdasarkan data dari pusat statistik tahun 2006 tercatat  23,5 persen membaca buku, sementara 89,5 persen gemar menonton siaran televisi. Melihat data tersebut, terjadi rendahnya minat baca.

"Faktor penyebab rendahnya minat baca dikarenakan kurangnya perpustakaan buku, bayanknya jenis hiburan, bayanknya tempat hiburan, kurangnya perhatian orang tua, dan etos minat baca yang rendah. Kemudian untuk strategi peningkatan minat baca ada 3 komponen yaitu sosialiasai, TBM serta komunitas baca," tutur yang juga sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Kperi itu.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam arahannya mengucapkan selamata atas dilantiknya PD-GPMB Kabupaten Karimun periode 2014-2018."Semoga adanya organisasi ini minat baca mulai dari anak-anak hingga lanjut usia gemar dalam membaca," harapnya singkat.

Usai sambutan acara dilanjutkan penyerahan cinderamata dari ketum GPMB Provinsi Kepri kepada Bupati Karimun, kemudian dari Kakan Perpustakaan dan Arsip Daerah Karimun kepada ketua GPMB Kabupaten Karimun.

Data yang berhasil dihimpun karimuntoday.com, adapun struktur PD-GPMB Kabupaten Karimun periode 2014-2018 sebagai pelindung Nurdin Basriun dan H. Aunur Rafiq, pansehat, H.T.S Arif Fadillah, pembina, Panji Sasmita, ketua umum, Siti Saparani, sekretaris umum, Muhd. Zen, sedangkan bendahara, Riadul Afkar.

Pantauan media portal ini dari lokasi acara, tamu yang menghadiri pelantikan PD-GPMB Kabupaten Karimun periode 2014-2018 terdiri dari FKPD, SKPD, Camat, Lurah dan tamu undangan lainnya. (nov.k)

 

 

images/261.jpg

Tampak, Bu Nanik wijiastuti Calon Anggota Legislatif dari Partai Hanura.

Grobogan,(KT) - Seorang wanita di Grobogan,Jawa Tengah, yang setiap harinya bekerja sebagai pembatu rumah tangga (18/2) maju dalam pencalonan anggota legeslatif. Meski dalam kondisi yang serba kekurangan,ia terus optimis berjuang mewujudkan impiannya menjadi anggota legislatif dengan modal door to door.

Walau hanya sebagai pembantu rumah tangga,namun Nanik Wijiastuti(35) wanita tamatan Sekolah Menengah Atas,warga desa Jetis, kecamatan Purwodadi,Grobogan,Jawa Tengah ini, memberanikan diri untuk ikut menjadi calog legeslatif pada April 2014  mendatang.

Nanik wijiastuti,mendaftar sebagai calon legeslatif dari partai Hanura nomor Delapan,didaerah pemilihan satu. Yang meliputi tiga kecamatan,yakni kecamatan Purwodadi, Toroh,dan Geyer.Dengan keterbatasan dana tidak membuat ibu satu anak ini pesimis dan putus asa. Dengan modal doa restu sang suami,muhammad Abdul Rodhi,keluarga,dan lingkungan, ia optimis bisa meraih hati para pemilih. Maryono,sang mertua pun mendukung langkah Nanik  dan meridhoi langkahnya dalam mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk tujuan yang mulia dan demi kemajuannya.

Nanik,yang sudah bekerja selama tiga tahun sebagai pembatu rumah tangga ini,awalnya tidak ada niat untuk mencalonkan diri.Namun karena banyaknya dukungan dari lingkungan,terutama sang suami Muhammad Abdul Rodhi, yang sehari-hari juga bekerja sebagai tukang reparasi alat elektronik, Nanik pun bertekad untuk bisa mengangkat derajad wanita dalam dunia politik dan siap maju dalam pemilu legeslatif april 2014 mendatang.

Nanik, mengaku tidak membuat alat peraga kampanye, baik spanduk maupun baliho seperti caleg-caleg lainnya karena keterbatasan dana. Honornya yang hanya 300 ribu rupiah per bulan yang ia terima serta 20 ribu rupiah per hari sebagai pembantu pocokan, tidak mungkin bisa mencukupi untuk pendanaan kampanye maupun sosialisasi ke para pemilih. Tidak ada trik khusus, dirinya hanya mengandalkan modal pendekatan secara langsung dari rumah ke rumah untuk menarik para pemiliknya. (nur)

 

images/329.jpg

Tampak, Salah Satu Ketua LSM dikarimun Melaporkan dugaan Kasus Korupsi di Kejaksaan Karimun Kepri kurang lebih satu tahun silam, belum jelas juga juntrungnya.

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat Kabupaten Karimun,Kepri bakal Melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebab sudah sekian bulan laporan adanya dugaan SPPD Fiktip dilingkungan Inspektorat Karimun, sampai saat ini belum Nampak tindak lanjutnya, padahal mereka sebagai pelapor sudah dimintai keterangan begitu juga dengan Ka.Inspektorat Karimun, dan terkesan kajari sengaja mengendapkan kasus tersebut.

Hal tersebut dikatakan, Ketua LSM Kopari, Hendri Baole kepada media ini selasa(18/2) diseputaran kantor bupati karimun,kepri, Dia sangat menyayangkan sampai detik ini laporanya beserta LSM dan Ormas kepada Kajari karimun beberapa bulan silam terkait dugaan adanya SPPD Fiktip dilingkungan Inspektorat  Karimun belum ada juga titik terang, sehingga menjadi pertanyaan besar bagi kami sebagai pelapor dan apabila dalm waktu dekat ini, kajari karimun belum juga menindak lanjuti kasus tersebut tidak menutup kemungkinan kajari akan kami  laporkan ke KPK.

“ Dia merasa heran setiap kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh kajari karimun kebanyakan penyelidikan tidak sampai tuntas alias menggantung, dan menurut catatanya semenjak H.Supratman Khalik menjabat kajari karimun hanya dua kasus korupsi yang sampai ketingkat pengadilan, seperti kasus Dana Hibah Pilkada itupun hanya sebatas penerima hibah, sedangkan sebagai pemberi hibah belum ada tindakan nyata dan Kasus RTLH, sedangkan kasus lainya masih abu-abu,” Imbuhnya

Ditambahkanya lagi, Pada hakekatnya dia hanya minta kejelasan apakah laporan yang disampaikan kepada kajari sudah memenuhi unsure pidana(kerugian Negara-red),seandainya dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kejaksaan terhadap Ka.Inspektorat Karimun, tidak ditemukan penyimpangan terhadapa keuangan Negara, tolong dikasih tau kepada dia  sebagai pelapor, jangan diendapkan begitu saja, sehingga akan menimbulkan dugaan yang negative terhadap kajari karimun,Ujarnya

Secara terpisah Kajari Karimun, H.Supratman Khalik SH sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait salah satu LSM dikarimun Bakal melaporkanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK),Karena dianggap lamban menuntaskan kasus dugaan SPPD Fiktip dilingkungan Inspektorat Karimun ketika itu dipimpin oleh. Iqbal saat ini diperbantukan di Badan Kawasan Karimun. (lh)

Click here to Reply or Forward


images/366.jpg

Tampak, Papan Plang Puskesmas.

 

KARIMUN,(KT) -  Lahan yang ditumbuhi lalang hijau tinggi (semak) di sebelas Pukesmas Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun terbakar tanpa diketahui penyebabnya.

Dalam kebakaran ini Pukesmas Meral hanpir saja ikut dilalap sijago merah yang berkobar dipagi hari. Melihat besarnya semakin besar menyala, seleurh tenaga medis beserta pasien yang ada di Pukesmas Meral berhamburan lari meninggalkan gedung dikarenakan panik dan penuh rasa ketakutan.

Zulhadi, Kepala Pukesmas Meral dalam kejadian ketika dikonfirmasi karimuntoday.com melalui handpone celuler (Hp), Selasa (18/2/2014) mengatakan, akibat kebakaran lahan ini, pelayanan kesehatan di Pukesmas Meral menjadi terganggu.

Disampaikannya, sewaktu kebakaran dirinya sedang berada diluar kantor, begitu mendapat kabar melalui telpon dari salah seorang staf, iapun bergegas pulang.

"Sesampainya dikantor saya melihat ruang Poli Gigi dan Poli Umum menjadi kosong. Kemudian seluruh pasien semuanya keluar dari pukesmas akibat kebakaran itu," ungkapnya.

Pada kejadian ini Zulhadi meminta kepada seluruh staf maupun pasien agar tidak masuk kedalam pukesmas."Memang saya tegaskan selama api masih menyala tidak ada yang boleh masuk kedalam pukesmas," tutur memberikan himbauan keselamatan.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan, api yang membakar lahan disebelah Pukesmas Meral sekitar pukul 09.00 WIB, berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran Pemkab Karimun setelah 20 menit dari kejadian.

Sementara penyebab dari kebakaran itu hingga api dipadamkan, media portal ini belum bisa mengetahuinya secara jelas. (nov.k)

 
 
images/219.jpg
 
Tampak, Terlihat salah seorang panitia sedang memasukan pakaian kedalam kotak (paket) dari hasil penggalangan untuk disalurkan kepada korban bencana meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirumah dinas Bupati Karimun, Nurdin Basirun sebagai posko pengumpulan penggalangan, Selasa (18/2/2014).
 
* Bantuan Yang Terkumpul Saat Ini Pakaian Semua Jenis Mencapai 4 Lori, dan Uang Berisar Rp 200 juta *

 
KARIMUN (KT) -  Setelah dimulainya penggalangan bantuan untuk korban bencana meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (6/2/2014) lalu, besok Rabu (19/2/2014) dijadwalkan kegiatan sosial peduli terhadap sesama itu dijadwalkan berakhir.
 
Ketua umum penggalangan bantuan Kabupate Karimun, H. Aunur Rafiq yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Karimun melalui wakil sekretarisnya, Edison Saragi saat ditemui karimuntoday.com diposko pengalangan bertempat di rumah dinas Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Selasa (18/2/2014) megatakan, sesuai jadwal ditetapkan kemarin besok penggalangan akan berakhir.

Edison menyampaikan dari penggaangan sampai, Senin (17/2/2014) hasil pengumpulan pakaian mulai dari anak-anak hingga orang dewasa (layak pakai) yang sudah didalam kemasan kotak (paket) mencapai 4 lori. Sementara untuk dana terkumpul berkisar Rp 200 juta, dan itu belum termasuk kotak amal yang ditempatkan di gereja-gereja, perkotokan yang akan diambil esok hari maupun bantuan dari pemerintah setempat, itu baru hanya pengalangan tim panitia dijalan.

"Bantuan akan disalurkan ini berupa pakaian. Sedangkan uang dari hasil penggalangan yang terkumpul hingga besok, setibanya nanti disana panitia penggalangan akan membelikan sembilan bahan pakok (sembako) yang akan dijadikan dalam bentuk paket. Jadi penyerahannya akan disejalankan sama-sama," ungkap Edison.

Lanjutnya lagi, bantuan dari Kabupaten Karimun untuk korban bencana alam meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belum bisa dipastikan jadwal pengirimannya. Akan tetapi besok, Rabu (19/2/2014) akan dilaksakan rapat besar atau rapat akhir sekaligus menyelesaikan pakaian yang diperolah untuk dipaketkan kedalam kotak.

"Memberangkat bantuan ini mengunakan kapal, dengan rute pertama dari pelabuhan Roro Parit Rempak Kecamatan Meral, Tanjung Balai Karimun menjuju Buton, Provinsi Riau. Sesampainya di Buton sudah banyak truk yang menunggu untuk mengankut bantuan, setelah itu perjalan ketempat yang dituju penyerahan bantuan," tuturnya.

Disamping itu tambah Edision, sebelum bantuan diberangkatkan untuk disalutkan, tanggal 20 Februari 2014 akan diberangkatkan 2 orang tergabung dalam panitia penggalangan untuk mencari titik-titik bantuan yang akan diserahkan.
"Memang harus ada pihak panitia yang berangkat duluan kesana untuk mengecek dimana lokas pengungsi korban bencana alam tersebut berada. Setelah mengetaui secara pasti, barulah bantuan yang terkumpul dari Kabupaten Karimun dibagikan, sehingga semuanya tepat pada sasarannya," pungkasnya mengakhiri.
 
Pantauan karimuntoday.com, panitia penggalangan bantuan memiliki ide yang begitu cemerlang. Yang mana pakaian-pakaian hasil pengumpulan saat dimasukan kedalam kotak (paket) masing-masing terpisah sesuai dengan jenis pakaian. Dengan diberlakukannya seperti itu, disaat penyaluran nantinya sudah bisa mengetahui mana paket yang berisi pakaian anak-anak, ramaja, dewasa dan juga orang tua (laki-laki dan perempuan). (nov.k)

 

 

images/301.jpg
Tampak, H.Aunur Rafik Wakil Bupati Kabupaten Karimun,Kepri.

 

KARIMUN (KT)  -  Bertempat meeting room hetol Wiko Kecamatan Karimun, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Karimun menggelar pembentukan panitia fasilitas teknis penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) tahun 2014, Senin (17/2/2014) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq dan sejumlah forum komunkasi pimpinan daerah (FKPD) Kabupaten Karimun.

Kabag Tapem Karimun, Dwiyandri Kurniyawan saat ditemui karimuntoday.com mengatakan, banyak peserta yang mengikuti kekgaiatan berjumlah 48 orang. Peserta yang ikut dalam kegiatan fasilitas teknis penyusunan LPPD mewakili Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Karimun.

Dwiyandri panggilan akrabnya meyebutkan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini sebagai forum sheering informasi dan peningkatan pemahaman, secara komprehensif bagi seluruh SKPD tentang teknis penyusunan LPPD. Sehingga, dalam penyiapan data dan informasi terutama pengisian Indikator Kinerja Kunci (IKK) agar sesuai dengan ketentuan. Selain itu, dalam menciptakan SDM aparatur pegawai," ujarnya.

Sementara itu Aunur Rafiq dalam sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan LPPD dimasing-masing SKPD dasar dari rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) yang dijadikan salah bahan evaluasi untuk membina dari keberhasilan penyelanggaraan pemerintahan itu sendiri.

Dalam evaluasi LPPD Kabupaten Karimun kedepannya tambahnya, akan berkoordinasi dengan inspektorat dan BPKP, oleh sebab itu kegiatan ini harus sungguh-sungguh mengikutinya," tegas Aunur Rafiq kepada peserta.

Aunur Rafiq juga menyampaikan, pada tahun 2011 lalu hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan LPPD, dari keputusan Mendagri Nomor 120-2818 tahun 2013 tanggal 24 April 2013, Kabupaten Karimun meraih peringkat 133 kategori tingkat nasional. Sedangkan, ditingkat Provinsi Kepri daerah berlandaskan beberapa azam berhasil diurutan ke-4 dari 7 Kabupaten/Kota," terangnya mengakhiri sambutannya. (nov.k)

 

images/307.jpg

Tampak, Salah seorang pelajar terjaring Razia Satpol PP di Warnet ketika Jam Belajar.

KARIMUN (KT) -  Razia pelajar rutin yang dilaksanakan, Senin (17/2/2014) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, disaat jam belajar ternyata membuahkan hasil.

Dari hasil itu, terdapat empat orang pelajar dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Tanjung Balai Karimun ini terjaring dalam razia dari satuan yang menegakkan peraturan daerah (Perda) tersebut.

Sesuai data yang dihimpun karimuntoday.com dari Satpol PP, adapun keempat pelajar SMP yang berhasil dijaring saat bermain game online di warung internet (warnet) sekitaran pasar Puakang, Kecamatan Karimun, pada waktu jam belajar sekitar pukul 09.30 WIB adalah, satu orang dari SMPN I Meral,  sedangkan tiganya lagi dari SMPN I Tebing.

"Ke empat pelajar SMP yang dirazia itu, memang benar terdiri dari satu orang dari SMPN I Meral,  dan tiganya lagi dari SMPN I Tebing," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Kecamatan Karimun, Yelvi Indra saat dikonfirmasi karimuntoday.com, Rabu (18/2/2014).

Disampaikan Yelvi sapaan akrabnya, kesemua pelajar terjaring razia saat berada di warnet ketik jam sekolah itu semestiya diserahkan ke UPTD masing-masing wilayah keberadaan sekolah mereka, yakni UPTD Kecamatan Meral serta Tebing.

"Memenag seharunsya ke dua UPTD tersebut. Kemungkinan berdekatan dengan wiayah pelaksanaan razai Satpol PP, akhhirnya keempat pelajar terjaring diserahkan ke UPTD Kecamatan Karimun. Setelah diserahkan kekita, dengan cepat saya menghubungi kedua UPTD bersangkutan untuk menghubungi masing-masing guru dari pelajar itu," ungkapnya.

Sebelum tibanya guru-guru di kantor UPTD Kecamatan Karimun lanjutnya, ketika ditanya keempat orang pelajar terjaring razia saat ditanya mengaku terlambat masuk kesekolah, akhir kata mereka memilih pergi main game online di warnet.

"Mereka (4 orang pelajar) itu mengaku sudah terlambat masuk kesekolah, kemudian memilih main game di warnet, tapi kita belum mengetahui secara pasti apakah benar itu hanya sekedar alasan saja.  Jadi diminta masing-masing guru dari pelajar tersebut, untuk lebih tegas dalam masalah ini agar pelajar yang lainnya tidak mengikuti contoh atau perilkau buruk keempat pelajar itu," harap Yelvi mengakhiri. (nov.k)

 

images/649.jpg 

Tampak, DR.H Nurdin Basirun Bupati Karimun,Kepri.

Karimun,(KT) - Ditengah listrik padam disertai suhu panas Karimun yang membakar, siang itu Victory, Manajer PLTU Tanjung Balai Karimun mencoba meredam emosi publik dengan mengekspos penjelasan kepada media, bahwa gangguan yang terjadi pada unit I mesin PLTU tersebut terjadi karena ada gangguan pada penyempurnaan sistem masa uji coba. Pemadaman bergilir harus dilakukan sebagai akibat defisit daya di PLN Rayon Tanjung Balai Karimun. Jelas masyarakat Karimun memahami bahwa Penjelasan tersebut merupakan jawaban “ngeles” dari pihak PLN yang sudah cukup menyiksa Rakyat Karimun. Penjelasan tersebut berkutat diseputar “akibat” bukan “sebab”, karena bila ditelusuri “sebab”nya maka akan terkuaklah keboborokan pelayanan PLN sebagai pihak pengelola Listrik di Kabupaten Karimun.

Sebagai Rakyat yang menjadi korban PLN, seharusnya Kepala Daerah muncul dengan menunjukkan empatinya kepada rakyat yang repot dengan pemadaman Listrik di Karimun. Sebagai pemimpin, tidak ada salahnya untuk mengambil sikap tegas dengan memberikan teguran kepada Pihak PLN. Mungkin dengan sedikit “presure” (tekanan) dari kepala daerah, PLN bisa segera melakukan akselerasi perbaikan pelayanannya. Nurdin sebagai Bupati mungkin juga memiliki solusi cerdas dalam pembenahan masalah Listrik yang cukup menyiksa rakyat Karimun ini.

Sebagai contoh Kepala Daerah yang telah melakukan protes terhadap Kinerja PLN, diantaranya seorang Bupati wanita tepatnya Bupati Kukar Rita Widyasari, karena Seringnya pemadaman listrik oleh PLN didaerahnya, beliau mengancam akan Pimpin Demo Protes ke PLN, “Saya marah sama PLN sehingga mendisposisikan ke staf agar menunda pembayaran listrik Rp 50 juta untuk satu bulan. Kondisi listrik di Kukar masih sering byarpet, padahal janji PLN bahwa setelah Desember 2013 tidak ada lagi Pemadaman” ucap seorang Kepala daerah Rita Widyasari.

Kelihatannya kita belum melihat empati nyata Nurdin untuk Rakyat Karimun yang tersiksa dengan pemadaman listrik yang ektrim di Kabupaten Karimun. Nurdin kerap "marah" bila coastal area dikotori dengan sampah, tapi kita belum melihat Nurdin marah melihat kesengsaraan rakyat dengan kotoran PLN yang melakukan pemadaman listrik bergilir. Seakan-akan rakyat tidak memiliki Pemimpin sebagai tempat aspirasi mereka diperjuangkan. Mungkin tidak perlu seekstrim Bupati Kukar, tapi setidaknya empati itu ada. Wajar kiranya bila kemudian, Publik bertanya “DIMANA PERAN NURDIN” ?????

Sementara itu, Suhendri salah seorang Warga Kapling sangat menyesalkan pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN Rayon Tanjungbalai Karimun tiga bulan terakhir ini, sebab, dampak dari pemadaman bergilir tersebut tentu akan membuat masyarakat merasa resah, dan celakanya lagi ketika masyarakat telat menunaikan kewajibanya membayar tagihan rekening listrik, niscaya pihak PLN akan melakukan Pemutusan aliran listrik dengan membongkar meteran, dengan se enak perutnya, tetapi ketika PLN tidak memberikan pelayanan kepada konsumen bermacam dalil dan alasan yang disampaikan,"  jadi sebelum masyarakat melakukan aksi demo, alangkah baiknya pihak PLN untuk secepatnya menormalkan kembali aliran listrik kerumah warga," Pintanya.(Sumber.Karimun Cita Institut/kt)

 

images/253.jpg

Tampak, Salah satu Hutan yang Terbakar di Kabupaten Karimun, Kepri.

KARIMUN (KT) - Masuknya tahun 2014 hingga menjelang akhir dibulan kedua ini (Februari), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepualauan Riau (Kepri) dilanda kemarau.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun karimuntoday.com hingga satu minggu lalu di bulan Februari ini, ada sebanyak 65 titik lahan/hutan terbakar tanpa diketahui sebab ataupun penyebab jelas. Namun, puluhan titik lahan terbakar itu berhasilkan dipadamkan dari pemadam kebakaran Pemkab Karimun, sehingganya kebakaran terjadi tidak merembet kelain-lain atau sampai kerumah warga.

Masih dalam pantauan, memang waktu kemarin ada terjadi kebakaran yang melalap rumah warga bahkan sampai menelan korban jiwa. Namun, kejadian tersebut bukanlah dari imbas lahan yang terbakar, akan tetapi dugaan konsleting listrik PLN.

Disamping kebakaran lahan, masyarakat di bumi yang berlandaskan beberapa azam ini, dalam mengkonsumsi air bersih sangat menjadi kekhawatiran. Soalnya, air sumur selalu mengalami kekeringan, dan PAM juga tidak berjalan lancar seperti biasanya.

"Curah hujan yang turun mulai dari Januari dan Februari 2014 sangat minim. Sesuai perkiraan kita, dipertengahan Maret nantipun hujan yang turun masih terbilang jarang-jarang," ungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatoilogi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Karimun, Abdul Hazis saat ditemui karimuntoday.com.

Menurut kepala stasiun meteorologi Tanjung Balai Karimun berkantor di, Jl. Raya Bati Kecamatan Tebing itu, dari hasil catatannya, angin kencang terjadi saat ini berkecapatan 40 km perjam. Sedangkan sesuai perkiraan menurutnya lagi, turunnya hujan di Kabupaten Karimun pada akhir Maret mendatang.

"Saat ini kemarau melanda daerah ini. Banyak lahan terbakar, salah satu di Jalan Poros Kecamatan Tebing. Jadi BMKG meminta kepada warga memiliki atau membeli lahan dalam membersihkan lahan yang ditumbuhi dedaunan serta lalang jangan dengan cara membakar, sebab besar kemungkinan akan menimbulkan kebakaran," tegas Abdul Haziz. (nov.k)

Canggai Putri

KALENDER BERITA

« September 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
DISPENDA KARIMUN