karimuntoday.com

karimuntoday.com

 

images/1144.jpg

Rekap Judi Sie Jie (net)

Tanjungbatu,(KT) - Peredaran judi siejie dan judi online secara massif di kepulauan riau ( kepri ) sudah  sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Berita ini bukan hanya isapan  jempol belaka. Bila kita sejenak melihat geliat kedai kopi ditanjungbatu serta pulau- pula lainnya, maka sudah menjadi rahasia umum bahwa judi siejie dan judi online  dapat ditemukan diwarnet-warnet dan kedai kopi bebas bereaksi diwilayah hukum  kepolisian sektor tajungbatu kota kabupaten karimun, kepri.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang warga tanjungbatu kundur  yang identitasnya tak ingin disebutkan beliau membeberkan bahwa judi siejie yang
beredar dijalan lapangan basket tanjungbatu kota disinyalir merupakan tempat  penjualan judi siejie.

Bahwa peredaran judi siejie di tanjungbatu tentu akan berkolerasi negative  bagi kondisi lingkungan social masyarakat. Disamping hal tersebut merupakan pelanggaran hukum. Peredaran judi siejie dan judi online harus segera mendapatkan perhatian serius dari  pihak penegak hukum sebab tanpa adanya tindakan hukum yang tegas terhadap para  penjual judie siejie dan online menimbulkan sepekulatip tanda Tanya kepada pihak  berwenang.

Wajar saja kiranya bila ditengah masyarakat  hingga beredar issu bahwa  pengedar judie siejie dan judi  online tidak tersentuh hukum  Diwilayah hukum resor polsek tanjungbatu  karimun padahal  hukum harus ditegakkan walau  langit akan runtuh.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungbatu Kota sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait maraknya peredaran judi sie jie dan judi online di wilayah hukumnya, yang saat ini sudah sangat meraja lela.( Julaidi ST ).

 

jokowi-jk mendaftar ke kpu. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Jakarta,(KT) - Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kali ini bukan persoalan dugaan mencuri start kampanye tetapi dugaan menggunakan KTP palsu saat mendaftarkan diri sebagai capres di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut data yang dihimpun merdeka.com, pelapor adalah warga Jakarta bernama Sahroni yang merupakan anggota Formad Jakarta Baru. Dia datang melapor ke Bawaslu sekitar pukul 14.00 WIB.

Dia menjelaskan bukti tentang KTP palsu Jokowi didapatkan dari berita di media massa. Kode wilayah KTP Jokowi bukan Kode wilayah provinsi DKI Jakarta.

"Jadi terkait adanya informasi yang ada dari jurnal3.com di situ tertulis KTP Jokowi itu palsu. Yang unik kode wilayah yang tercantum dalam NIK di fotokopi tersebut 337205, itu bukan kode wilayah untuk KTP provinsi DKI Jakarta, melainkan kode wilayah untuk KTP wilayah Jawa Tengah, Surakarta, Banjarsari," kata Syahroni di kantor Bawaslu Jakarta, Jumat (6/6).

Selain itu, dia meminta Bawaslu memberikan rekomendasi agar KPU memberi akses kepada masyarakat untuk melihat KTP Jokowi yang diserahkan sebagai syarat pencapresan. Jika terbukti palsu, KPU harus membatalkan status Jokowi sebagai capres.

"Kami meminta Bawaslu merekomendasikan KPU memberi akses publik melihat KTP Jokowi. Jika terbukti palsu, KPU harus berani mencoret Jokowi sebagai capres," katanya.(sumber,merdeka.com)

images/1142.jpg

Himbuan, Perangi Kejahatan Seksual terhadap Anak.

KARIMUN, (KT) - Dugaan guru agama SDN 004 Jl Pendidikan Bukit Senang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun berinisial Z berusia 50 tahun mencabuli murid kelas 2 disekolah tersebut saat ini sudah menjadi buah bibir.

Kendati belum terkuaknya kebenaran mengenai kasus tersebut, sudah beragam informasi yang kuat berkembang tentang guru agama berinisial Z diduga melakukan pencabulan itu. Seperti, guru tersebut sudah dipindahkan mengajar kesekolah lain, kemudian mengalami sakit stroke.

Parahnya, sejak pertama kali mencuatnya dugaan kasus pencabulan tersebut diberitakan media online karimuntoday.com, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 004 Karimun yang diketahui bernana Suwarni, sangat sulit untuk ditemui.

Bukan hanya itu, setelah berhasilnya karimuntoday.com mendapatkan nomor handpone (HP) Kepsek SDN 004 Karimun untuk menanyakan kebenaran mengenai dugaan pencabulan sejak, Kamis (5/6/2014) untuk dari salah seorang oknum guru disekolah itu, akan tetapi hingga Jum'at (6/6/2014) sore, nomor HP Kepsek tersebut tidak pernah aktif.

Pada saat ditanya apakah memang benar itu nomor HP Kepsek SDN 004 Karimun, oknum guru yang memberikannya mengatakan "Itulah nomor HP Kepala Sekolah  yang aktif, dan kenomor itulah selalu menghubungi pimpinan saya itu," katanya pada saat itu. Namun pada kenyataan berbeda, tidak pernah aktif ketika dihubungi.

Sementara Kepala Badan Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PPPA) Kabupaten Karimun, Rosmawati saat dikonfirmasi menyebutkan, belum mengetahui tentang kasus pencabulan dialami murid kelas 2 SDN 004 Karimun.

"Saya belum mengetahui soal dugaan kasus tersebut. Sebab, sekarang saya sedang mengikuti Diklat di Jakarta," ucap Rosmawati singkat.

Disamping itu menyikapi keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Yoga Buanadipta saat dikonfirmasi wartawan dari media televesi melalui pesan singkatnya (SMS), Yoga menyebutkan dugaan kasus pencabulan di SDN 004 Karimun masih tahap lidik.

Dengan adanya penuturan Kasat Reskrim Karimun seperti itu, berarti sudah ada yang melapor terkait atas kejadian kasus tersebut. Akan tetapi, siapa yang melapor, apalah dari orang tuanya langsung atau pihak keluarga, belum dapat diketahui secara pasti.

Anehnya, dugaan kasus yang masih tahap lidik itu, mengapa  sampai sejauh ini belum juga terkuak kebenaranya.

Untuk mengetahui secepatnya kebenaran tentang kasus yang juga sedang marak di Ibu Kota, diminta Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kabupaten Karimun untuk menanggapi serius melakukan investigasi kelapangan.

Secara terpisah, Erlinda Sekretaris Jendral Komisi Perlindungan Anak Indonesia(KPAI), Pusat, sampai saat ini belum dapat dimintai tanggapanya terkait adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru agama di kabupaten karimun, kepri, belum dapat dimintai konfirmaisnya, tentang adanya permintaan salah satu masyarakat karimun agar KPAI Kepri dan Pusat untuk melakukan investigasi atas kasus tersebut. (nov.k)

images/1141.jpg

Bayi berumur satu bulan, buah pasangan dari Suyadi (39) dan Maryati (35) terlihat ‘aneh’.  Selain ukuran tubuhnya yang tidak normal, wajahnya juga terlihat mengeriput seperti orang tua.

Grobogan,(KT)  – Bayi berumur satu bulan, buah pasangan dari Suyadi (39) dan Maryati (35) terlihat ‘aneh’.  Selain ukuran tubuhnya yang tidak normal, wajahnya juga terlihat mengeriput seperti orang tua.
 
Anak ketiga dari pasangan Suyadi dan Maryati, warga Dusun Kuripan Rt 1 Rw 10, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi,Grobogan,Jawa Tengah ini  lahir premature saat usia kandungan baru berumur 7 bulan. Menurut sang ibu saat bayinya  lahir pada 5 Mei 2014 lalu, kondisi bayi berjenis kelamin perempuan terlihat  berbeda dengan bayi pada umumnya. Jika pada umumnya bayi berusia satu bulan memiliki berat 4 hingga 4,5 kilogram, bayi nya justru hanya memiliki berat 1 kilogram, panjang 30 centimeter dan nampak tua karena memiliki kerutan seperti seorang nenek-nenek.
‘’Anak ke-tiga saya ini lahir saat usia kandungan 7 bulan. Tapi kondisinya tampak lemah.’’ Ujar Suwarti yang terus menggendong anaknya sambil menyusuhi di Ruang bayi RS. Permata Bunda.
 
Selama sebulan mendapatkan perawatan dokter kondisi bayi pun semakin membaik.Oleh pihak rumah sakit bayi tersebut  dimasukkan dalam incubator untuk menjaga suhu agar tetap hangat. Selain itu, dokter juga menyarankan kepada ibu sang bayi untuk melakukan terapi kanguru, yaitu dengan rajin memeluk sang bayi dengan cara dilekatkan kepada dada sang ibu.
Humas RS. Permata Bunda, Dr. Aris saat ditanya kelainan wajah yang dialami bayi tersebut mengatakan jika penyebab mengeriputnya kulit bayi pada kasus yang dialami oleh bayi pasangan Suyadi dan Maryati ini dikarenakan kuranganya jumlah lemak pada bawah kulit wajah sang bayi sehingga menyebabkan kulit bayi tampak mengeriput.
“Dari segi medis, berkerutnya wajah disebabkan kurangnya lemak pada wajah bagian bawah seperti yang dialami orang tua” Jelas Dr. Aris di ruang kerjanya.
 
Meski kondisi sang buah hati yang  kurang normal, namun orang tua sang bayi mengaku bersyukur karena anak ketiganya lahir normal. Dan rencananya bayinya akan diberi nama Wahyu Intan Meiditama.(Nur)

 
images/1140.jpg

Sudarmadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Kepri.

KARIMUN, (KT) - Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) menggelar lomba debat Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kabupaten Karimun tahun 2014.

Kadisdik Karimun, Sudarmadi melalui Kabid Dikmen Disdik Karimun, Herdan Firdaus saat dikonfirmasi karimuntoday.com, Jum'at (6/6/2014) mengatakan, lomba debat Bahasa Inggris dilaksanakan bertempat di Wisma Karimun Jl. Yos Sudarso Tanjung Balai Karimun, berlangsung sejak tanggal 4 sampai 6 Juni 2014.

"Lomba ini dikuti sebanyak 68 orang berasal dari SMA se-Kabupaten Karimun, dengan tim penguji yang dihadirkan berasal dari Pengawas dan Guru Satuan Pendidikan Kabupaten Karimun yang berkompeten dibidangnya," terang Herdan.

Disampaikan Herdan, tujuan dari lomba, meningkatkan daya saing siswa SMA melalui media debat ilmiah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan dan menciptakan iklim kompetitif. Selain itu tujuan lainnya, meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga siswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.

"Bahasa Inggris sudah menjadi bagian penting dalam persaingan dunia global. Dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, tentunya tidak terlepas dari dukungan dari setiap elemen masyarakat, maupun pelaku pengembang dunia pendidikan," ungkapnya.

Lebih jauh diutarakan Herdan, dalam lomba ini terdapat tuntutan penggunaan kombinasi kemampuan berbahasa Inggris dan juga kemampuan berargumen.

Menurut Herdan sambungnya lagi, lomba debat bahasa Inggris mampu menginternalisasikan kemampuan berpikir kritis dalam keterampilan berkomunikasi, serta dapat mengembangkan kompetensi dikalangan siswa, sehingga nanti dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk kompetensi pada even-even yang lebih bergengsi, seperti pada tingkat Provinsi dan Nasional.

"Lomba ini menuntut siswa tidak hanya mengetahui isu-isu global, tetapi juga menganalisisnya. Sehingga informasi yang ingin disampaikan bisa dengan baik," pungkasnya mengakhiri.(nov.k)

 

Adian Napitupulu

JAKARTA (KT) - Nama mantan aktivis mahasiswa Adian Napitupulu semakin populer setelah tayangan Mata Najwa di Metro TV. Gaya bahasa Adian yang menohok seolah-olah menjadi pahlawan bagi rakyat.

 

Ternyata kelakuan Adian Napitupulu sangat busuk. Berdasarkan pengakuan aktivis yang juga sering turun ke jalan Ratna Sarumpaet, Adian Napitupulu itu menjual rakyat untuk memperkaya diri.

 

"Awalnya kukira dia tulus berjuang u Rakyat, eh aktivis kok pny Alfard? Kok jual gerakan," kicau Ratna di akun Twitter-nya @RatnaSpaet.

 

Ratna mengungkapkan, Adian sengaja membuat bentrokan dalam aksinya sebagai bagian mengeruk keuntungan untuk dirinya.

 

"Konsep @AdianNapitupulu "Makin militan makin mahal" Bgt chaos dia ngacir tinggalin mhsw. Timses JKW rugi ada dia," papar aktivis yang konsen mengkritisi capres Prabowo dan Jokowi.

 

Selain itu, ia mengatakan, Adian membangun istana dengan menjual penderitaan rakyat. "Tuhan akan ganti Istana y dbangun @AdianNapitupulu dr derita rakyat y pura2 dia bela d sy akan kejar dia sampai kapan pun @IhsanMatondang," pungkasnya.

 

Siapa Adian Napitupulu?

 

Acara MetroTV, Mata Najwa, tadi malam, menghadirkan tokoh kiri Adian Napitupulu yang mewakili Jokowi, dan Ahmad Yani yang mewakili Prabowo. Acara MetroTV itu, yang memang sudah disetting, tujuahnnya hanya satu : ‘Menghancurkan Profile Capres Prabowo’. Tidak ada lain. MetroTV menjadi tempat siapapun, yang bisa membuat opini negatif terhadap Prabowo, dan memiliki ‘efect damage’ (menghancurkan), serta berskala luas.

 

Adian Napitulu, pendiri Forkot (Forum Kota), sebuah entitas gerakan kaum kiri, di tahun-tahun menjelang kejatuhan Soeharto. Adian pendiri dan ‘vangard’ (pelopor)  gerakan kaum kiri di ibukota Jakarta, kala itu, dan sekarang dikenal dengan ‘Aktivis 98’, dan dia bergabung  dengan PDIP, kemudian menjadi calon legislatif PDIP 2009 dan 2014.

 

Adian yang pernah kuliah hukum di sebuah universitas Kristen itu, memiliki ‘trauma’ di saat menjelang kejatuhan Soeharto, dan selalu berhadapan dengan aparat keamanan. Memori masa lalu, itulah yang terus membayangi kehidupannya. ‘Mindsetnya’ (cara berpikirnya), tak pernah berubah, dan terus menjadikan tokoh militer, sebagai ‘musuh’ dan ‘ancaman’ bagi kehidupan pribadinya dan kebebasan.

 

Termasuk terhadap Prabowo, yang pernah menjadi Danjen Kopassus, dan selalu dilekatkan dengan kasus penculikan ‘aktivis’, yang umumnya dari kelompok kiri. Maka, tampilnya Prabowo di kancah politik, dan menjadi calon presiden, membuat Adian Napitupulu, pendiri ‘Forkot’, tak bisa memejamkan matanya. Apalagi, sekarang dibenaknya terus dibayangi perasaan ‘fear’ (ketakutan), dan akan ini membangitkan motivasi dirinya melakukan gerakan perlawanan.

 

Seperti dalam acara MetroTV, dan media ini memang memilih tokoh ‘Forkot’, yang sudah sangat jelas, identitasnya karakter ideologinya, dipasang menghadapi Ahmad Yani, yang mewakili sebuah ‘monster’ yang mengancam bagi mereka kaum kiri, yang sekarang ini berhimpun di dalam tubuh PDIP. Sejatinya,  PDIP yang selalu menggunakan simboll ‘merah’ itu, benar-benar tempat berhimpunnya kaum ‘merah’.

 

Tadi malam, Adian Napitulu dengan sikap sinis, dan sarkasme memperlihatkan jati dirinya, yang sesungguhnya, ketika berhadapan dengan Ahmad Yani di ‘Mata Najwa’. Adian tidak ada sedikitpun empatinya terhadap Prabowo. Di mata Adian, Prabowo itu masih lebih berharga ‘tikus got’. Tak berguna bagi masa depan Indonesia.

 

Prabowo sebagai militer tidak memiliki prestasi apapun, dan tidak ada yang bisa di catat sebagai sebuah prestasi dalam sejarah bangsa. Di mata Adian Napitupulu,  Prabowo hanyalah sebagai tokoh ‘terkutuk’, karena kejahatan HAM di masa lalu.

 

Adian Napitulu, membandingkan antara Jokowi dengan Prabowo, seperti membandingkan antara masa depan dengan masa lalu. Jokowi bagian dari masa depan bangsa, harapan rakyat, sebagai tokoh yang bersahaja, jujur, merakyat, pluralis, dan tidak suka terhadap kekerasan. Menurut Adian, Jokowi benar-benar sebagai antitesa masa lalu yang diwakili Prabowo. Jokowi adalah masa depan Indonesia.

 

Bagi Adian Napitupulu, tokoh seperti Jokowi itu sebagai ‘nabinya’ rakyat jelata, yang memimpikan keadilan, dan kehidupan yang lebih baik, tidak ada lagi penindasan, serta berlakunya semua kebebasan yang menyeluruh dengan lebih bersikap ‘altruisme’ (lebih mementingkan orang lain, dibandingkan dirinya sendiri).

 

Adian Napitulu dengan sangat berapi-api menjelaskan Jokowi, yang mulai dari bawah, dari Solo dan kemudian Jakarta. Semua dengan gayanya yang ‘blusukan’ itu, dianggap sebagai keberpihakan dan komitmen terhadap rakyat jelata.

 

Adian Napitulu dengan nada yang sangat sinis, menyatakan bagaimana Prabowo mau memimpin negara, sebagai tokoh militer, dia telah  dipecat oleh pengadilan militer. Bagaimana akan menjadi penglima tertinggi, memimpin militer, sedangkan dia sudah dipecat dari militer, ujar Adian. Kasus masalalu yang dikaitkan dengan HAM, selalu menjadi isu yang paling pokok, yang sekarang diarahkan kepada Prabowo.

 

Bagaimana Prabowo mau memberantas korupsi, yang sudah memuji Suryadarma Ali, dan menjadi salah satu pendukungnya. Tapi, sekarang menjadi tersangka korupsi, tutur Adian Napitulu. Prabowo menjadi sosok atau steriotipe negatif, yang harus menjadi musuh bersama.

 

Menjelang acara ‘Mata Najwa’ ditutup, Adian diminta oleh Najwa Shihab, menutup dengan kata yang positip bagi Prabowo, maka lagi-lagi dengan tertawanya yang sangat sinis, Adian mengatakan tentang kesukaan Prabowo terhadap kudanya, dan lebih sinis lagi, pendiri ‘Forkot’ itu, mengatakan Prabowo menjadi idaman ibu-ibu, yang berharap menjadi ‘ibu negara’, tuturnya. Benar-benar sangat menghunjam dan sinis, sikap Adian Napitulu.

 

Prabowo sekarang menjadi musuh bersama bagi barisan ‘MERAH’, dan tidak menginginkan tampilnya Prabowo memimpin Indonesia. Dengan menggunakan berbagai isu di masa lalu, difasilitasi oleh media,  seperti MetroTV. Timses PDIP sendiri sengaja memilih mantan aktivis kiri menjadi pasukan 'berani mati' di TV, menghadapi 'orang-orang' yang menjadi pendukung Prabowo.

 

Polarisasi telah membelah bangsa, antara barisan ‘Merah’ dan ‘Hijau’, sampai pada titik kolmunisi tertentu, kampanye negatif yang sekarang ini berlangsung terhadap Prabowo, tidak tertutup dengan  tingkat emosi yang sudah menggelegak, dan hanya ada satu kemungkinan, yaitu lahirnya ledakan sosial dan politik, yang  mengarah kepada apa yang disebut ‘civil war’, suka atau tidak suka. Kalau sudah terjadi, siapapun tidak bisa menghentikannya. Wallahu’alam,sumber. [afgh/adivammar/dbs/voa-islam.com]

 

images/1137.jpg

Rektor Universitas Karimun Kabupaten Karimun, Abdul Latif dan Kaper Ombudsman Kepri, Yusron Roni bersama mahasiswa/i UK berfoto bersama.

KARIMUN, (KT) - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melalui perwakilan Ombudsman Provinsi Kepri menggelar sosialisasi Undang-Undang (UU) nomor 25 tahun 2009, tentang pelayanan publik dan UU nomor 37 tahun 2008, tentang ombudsman RI bertempat diruang pertamuan Universitas Karimun (UK), Kabupaten Karimun, Kamis (5/6/2014) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaksanaan sosialisasi Ombudsman Provinsi Kepri di universitas satu-satunya di daerah berlandaskan beberapa azam ini adalah hari ketiga atau hari terakhir yang dua hari sebelumnya di Kecamatan Karimun, dan Tebing.

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kepri, H. Yusron Roni ketika dikonfirmasi mengatakan, dalam sosialisasi hari terkahir ini materi yang disampaikan sama dengan didua kecamatan tersebut sebelumnya.

Adapun materi yang disampaikan mengenalkan kepada peserta, ombudsman adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan publik, yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintah, termasuk yang diselenggarakan BUMN, BUMND, BHMN serta badan swasta atau perseorangan, yang dananya bersumber dari APBN atau APBD. Selain itu, juga disampaikan didalam tujuan dari ombudsman dan kewenangan apa saja yang dimiliki. 

"Ombudsman memiliki sembilan kewenangan, diantaranya meminta keterangan secara lisan atau tertulis dari pelapor mengenai laporan disampaikan, memanggil pelapor, terlapor dan pihak lain terkait laporan, mengumunkan hasil temuan, menyampaikan saran kepada presiden, kepala daerah atau pimpinan penyelenggara negara lainnya guna perbaikan dan pemyempurnaan organisasi atau prosedur pelayanan publik," terang Yusron.

Kemudian lanjutnya, juga dipaparkan mengenai Maladministrasi yang tertuang didalam UU Pelayan Publik."Maladministrasi adalah perilaku yang melawan hukum, melampaui kewenangan, menggunakan wewenang untuktujuan lain, termasuk kelalaian atau pengabdian kewajiban hukum dalam peneyelenggaraan pelayanan publik,yang menimbulkan kerugian materil atau immaterill bagi masyarakat dan orang perseorangan," terangnya lagi.

Lanjutnya, dalam menerima laporan ombudsman tidak memungut biaya atau imbalan dalam bentuk apapaun (Gratis). Dan, atas pertimbangan tertentu, ombudsman dapata menjaga kerahasiaan identitas pelapor

"Ombudsman mempunyai nilai-nilai, seperti kepatutan, keadilan, non diskriminasi, akuntabilitas, keseimbangan, keterbukaan dan kerahasiaan. Dalam menjalankan tugasnya, ombudsman tidah hanya terpaku pada aturan hukum normatif belaka, tapi juga mempertimbangkan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat," tutur Yusron.

Sementara itu Rektor Universitas Karimun (UK), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri Abdul Latif saat ditemui, Jum'at (6/6/2014) menyebutkan, sosialisasi yang diselenggarakan Ombudsman Provinsi Kepri seperti ini sangatlah diperlukan dan dianggap penting. Karena, selama ini UU pelayanan publik hampir tidak diketahui masyarakat secara umum termasuk mahasiswa.

Menurut Latif panggilan akrabnya, UU nomor 25 tahun 2009, tentang pelayanan publik dan UU nomor 37 tahun 2008, tentang ombudsman RI yang disosialisasikan ini "Barang" baru. Tentunya, harus diketahui masyarakat luas. Kemudian kajian baru pula bagi mahasiswa.

"Mahasiswa seorang intelektual, berada dilingkungan masyarakat, dan juga sebagai pioner dimasyarakat sangat penting mengetahui UU pelayanan publik. Paling tidak, apa yang didapat dalam sosialisasi bisa meneruskannya ke masyarakat sekitarnya. Jadi saya menilai sosialisasi ini sangat tepat sekali dilaksanakan di universitas ini," ucapnya.

Dikatakannya lagi, banyak mahasiswa yang mengikuti sosialisasi UU pelayanan publik terdiri dari semua prorgam studi (Prodi), serta beberapa orang dosen UK dengan jumlah mencapai 75 orang."Diharapkan sosialisiasi seperti ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi mahasiswa di UK ini sendiri," pinta Latif mengakhiri.(nov.k)


images/580.jpg

Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Azman Zainal.

KARIMUN, (KT) - Diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) No 14 tahun 2014, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) mengunakan APBD tahun 2014 dan dari dana bagi hasil cukai tembakau, yang disosialisasikan oleh Dinkes Kabupaten Karimun, Rabu (4/6/2014) sekitar pukul 08.30 WIB di Gedung Nasional menuai kritikan.

Salah satu mengkritik keras diterbitkannya Perbut No 14 tahun 2014 itu dari Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Azman Zainal.

Azman Zainal saat dikonfirmasi karimuntoday.com, Jum'at (6/6/2014) menilai, Perbup No 14 tahun 2014 tentang KTR dan KTM yang diterbitkaan tidak tegas dan terkesan main-main yang menghaburkan APBD daerah saja. Soalnya, didalam Perbup tersebut sanksi yang diberlakukan dianggap tidak tepat.

Mengenai sanksi yang diberlakukan pada Perbup tersebut, berupa, pemberian teguran lisan dan teguran tertulis yang diberikan oleh Bupati setempat atau pejabat berwenang, Azman Zainal juga mengkritik keras.

"Boleh-boleh menerbitkan Perbup, tetapi harus ada denda dan sanksi hukumannya, bukan sanksi ringan seperti itu. Kalau hanya sanksi seperti itu diterapkan, Perbup main-main namanya, dan pemberlakukan Perbup terkesan pemaksaan yang tidak ada asas manfaatnya," katanya dengan lantang.

Disampaikan Azman, seharusnya Pemkab Karimun bukan membuat Perbup tentang KTR dan KTM. Tetapi, memberlakukan Perbut mengenai minuman keras (Miras). Pasalnya, minuman keras sampai saat ini sangat terlihat bebas keluar-masuk ke daerah yang berlandaskan beberapa azam ini, seakan-akan aparat penegak hukum, dinas maupun instansi terkait lain yang bertanggung jawab melegalkannya.

"Miras selain merusak generasi muda kita juga sangat berdampak besar. Karena, muara adanya aksi kejahatan bermuara dari miras. Dengan leluasanya keluar-masuk miras didaerah ini, diduga kuat aparat penegak hukum , dinas maupun instansi terkait lainnya menerima upeti atau jatah dari pengusaha barang tersebut," kata Azman dengan serius.

Pada kesempatan ini Azman Zainal menambahkan, sampai saat ini banyak terlihat anak-anak dibawah umur menghisap lem dengan cara dimasukan dalam kantong plastik. Justru, Pemkab Karimun melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta Satpol PP tidak dapat mengatasinya.

"Tidak malukah daerah ini semakin banyak anak-anak dibawah umur yang usianya diperkiran dibawah 15 tahun (sudah putus sekolah-red) menghisap lem, yang sering terlihat didepan swalayan pertokoan, restoran dan rumah makan. Seharusnya hal itu harus mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Kan anggaran untuk menanggapi hal tersebut sudah ada, kenapa didiamkan," kata Azman.

Sementara sejumlah masyarakat kepada karimuntoday.com meminta agar dihapusnya Perbup No 14 tahun 2014 tentang KTR dan KTM yang sudah diterbitkan. Sebab, Perbut tersebut tidak tegas sanksi yang diberlakukan sangat lemah.

"Kami memang perokok. Namun, adanya Perbup tersebut sama saja tidak membenarkan peredaran rokok di Karimun ini, karena ruang atau tempat untuk bebeas merokok terlalu sempit, sedangkan pemerintah setempat tidak menyediakan sarananya. Jadi pemberlakuan Perbut itu belum tepat dan layak," tuturnya mengakhiri.(nov.k)

 

images/1136.jpg

Kondisi Jalan Menuju Pantai Lubuk Kundur, Kabupaten Karimun, Kepri (photo,net)

Kundur,(KT) -Ruas jalan di Tanjung Batu sangat memprihatinkan kondisi seperti ini sudah bertahun lamanya,tidak ada tanggapan oleh Dinas Terkait. Pantauan dan penyusuran media Karimuntoday.com.
pada sejumlah titik terdapat kerusakan jalan yang berakibat pada terganggunya aktifitas masyarakat(pengguna jalan)kita minta pada dinas terkait agar secepatnya melakukan perbaikan-perbaikan jalan yang rusak.

Syamsul Ketua Persatuan Pemuda Simpang Lubuk kepada media ini kamis(5/6) mengatakan, Banyak kita temui jalan rusak yang berada ditengah kota,itukan sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan Dia berpendapat dijalan simpang lubuk batu 6 jalan menuju pantai wisata lubuk  sudah bertahun-tahun dalam kondisi rusak parah tidak ada tanggapan oleh dinas terkait. Dikarenakan tidak kunjung diperbaikai oleh dinas terkait maka Atas inisiatif kami pemuda,melakukan gotong-royong mengecor lubang itu ,itupun atas bantuan beberapa pengusaha yang membantu semen,pasir dan batu krikil.

“ Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun agar segera melakukan  perbaikan supaya tidak semangkin parah,Disepanjang ruas jalan ke desa lubuk(pantai wisata) cukup banyak ruas jalan yang berlubang, “  Pinta  samsul.

Selain itu dinas terkait diminta tanggap dengan tugas dan fungsinya,apalagi persoalan jalan merupakan tulang punggung suatu daerah sebagai penentu berkembangnya daerah tersebut. Kita minta pada dinas terkait melakukan perbaikan agar masyarakat nyaman jika melewati jalan yang bagus tegasnya.Sebab dia berharap kepada dinas terkait,agar dapat memproritaskan jalan tanjung batu kundur,  Tegasnya

Secara Terpisah, Ir Abu Bakar MT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun, Kepri, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait kondisi jalan yang menuju Pantai Lubuk yang saat ini sangat mengkwahtirkan. (Junaidi ST).

 Ratusan siswa-siswi taman kanak-kanak di Grobogan/Jawa Tengah,megikuti lomba mewarnai yang digelar Badan Lingkungan Hidup Grobogan. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni 2014.

Grobogan,(KT) - Ratusan siswa-siswi taman kanak-kanak di Grobogan/Jawa Tengah,megikuti lomba mewarnai yang digelar Badan Lingkungan Hidup Grobogan. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni. 

Sekitar 265 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak dan sederajat di Grobogan,Jawa Tengah kamis (5/6) mengikuti lomba mewarnai gambar di Gedung Olahraga Purwodadi. Kegiatan lomba yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Grobogan ini mengambil tema “Satukan Langkah Melindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”.  Anak-anak pun terlihat antusias dan tidak mengalami kesulitan mewarnai gambar yang disediakan oleh panitia.” Mewarnai gambar jenis-ikan,seperti ikan hias,ikan laut, tidak sulit,bisa mengerjakan,” ucap Anis siswi taman kanak-kanak asal Purwodadi ini.

Menurut Latifahwati,ketua panitia lomba mengatakan tujuan lomba ini untuk mengenalkan dan menumbuhkembangkan rasa cinta lingkungan dan kepedulian terhadap ekosistem pesisir kepada generasi muda sedini mungkin.”kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejak dini kepada anak-anak agar selalu menjaga lingkungan,” ucap Latifah

Walau baru kali ini dilaksanakan antusias peserta sangat tinggi dibuktikan dengan jumlah peserta lomba yang membludak hingga membuat panitia kewalahan. Rencananya kegiatan lomba ini akan terus dilaksanakan setiap peringatan Hari Lingkungan Sedunia. Hasil karya anak-anak dan pemenang lomba ini akan ditampilkan dalam wibsite Badan Lingkungan Kabupaten Grobogan.(nur)

Canggai Putri

KALENDER BERITA

« January 2015 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
DISPENDA KARIMUN