NATUNA

Bupati Natuna Kunjungi Masyarakat Serasan terkait Rencana Pembangunan Fasilitas PLBN

KARIMUNTODAY.COM, NATUNA – Aktifitas perdagangan antar negara di Kabupaten Natuna sebenarnya sudah berlangsung lama, terutama yang dilakoni oleh masyarakat Kecamatan Serasan dan Subi yang terletak diperbatasan NKRI dengan Sematan wilayah Malaysia Timur.

Namun mengingat legalitas proses perdagangan itu sendiri sampai saat ini belum terwujud, tidak jarang para pedagang yang ingin menukarkan ikan atau komoditi asli serasan dengan berbagai barang kebutuhan rumah tangga di Sematan ditangkap oleh petugas perbatasan negara malaysia.

Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang harus dipecahkan ditingkat para pemangku kebijakan ditingkat pusat, mengingat hubungan perdagangan antar negara harus mendapatkan persetujuan dan proses administrasi dari kedua negara.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal bersama Stakeholder di Kecamatan Serasan

Dengan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tidak berapa lama lagi dibangun di Kecamatan Serasan, diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, mengingat aktivitas barang maupun orang akan menjadi lebih cepat dan mudah.

Koordinasi dan segala upaya untuk mewujudkan hal tersebut yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna akhirnya membuahkan hasil melalui respon positif kepala negara melalui berbagai instansi dan kementerian terkait yang akan membangun PLBN di Kecamatan Serasan tidak berapa lama lagi.

Walaupun terdapat kendala ditingkat kecamatan khususnya terkait masalah pembebasan lahan, akhirnya melalui perundingan yang panjang, masyarakat bersedia lahannya dibebaskan untuk lokasi Fasilitas PLBN yang akan menelan anggaran sebesar kurang lebih 200 milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten Natuna (27 Milyar) dan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya ketika mengunjungi masyarakat Kecamatan Serasan yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Serasan, jum’at (22/03) lalu, dihadiri oleh Camat Serasan dan Serasan Timur, Unsur Pimpinan Kecamatan dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Hamid Rizal menyikapi permasalahan permintaan harga pembebasan lahan yang disampaikan oleh masyarakat yang lahannya direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas PLBN tersebut, masalah penetapan harga bukanlah ditangan pemerintah daerah, melainkan lewat kajian tim independen.

Namun tambahnya, jika kesepakatan tidak kunjung dicapai, Hamid Rizal berencana untuk memindahkan pembangunan fasilitas tersebut ke lokasi baru dimana pemiliknya bersedia melepas hak kepemilikan tanah dengan harga yang pemerintah daerah ajukan.

Hamid Rizal juga menambahkan bahwa pembangunan fasilitas PLBN ini merupakan sebuah kemajuan daerah yang harus didukung oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Oleh karenanya diharapkan kepada masyarakat Kecamatan Serasan dan Serasan Timur khususnya agar dapat menyikapi permasalahan ini secara bijak sebagai bentuk dukungan bagi upaya bersama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal saat mengunjungi Kecamatan Serasan

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Bea cukai Tanjung Pinang, Sodikin juga menjelaskan bahwa agenda kunjungan kali ini bertujuan untuk meninjau secara langsung serta melakukan sosialisasi terkait Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 yang menuangkan bahwa rencana pembangunan fasilitas PLBN di Kecamatan Serasan akan difasilitasi oleh negara melalui kerjasama seluruh instansi terkait.

Selain itu, Sodikin juga mensosialisasikan pemakaian kartu pas yang nantinya dapat digunakan untuk keluar masuk masyarakat kedua negara, diantaranya jika bagi masyarakat Serasan yang berencana ingin berbelanja barang di Malaysia, dimana barang belanja tersebut tidak akan dikenakan pajak, namun diatur jumlah maupun jenisnya.

Sementara itu Camat Serasan, M. Amin juga mewakili segenap masyarakat Kecamatan Serasan maupun Serasan Timur atas rencana pembangunan fasilitas PLBN tersebut, dan akan terus memberikan dukungan sesuai fungsi dan aturan yang ada.

Menurut M. Amin, keberadaan fasilitas tersebut sangat diharapkan dapat segera dibangun dan beroperasi mengingat selama ini masyarakat di kedua kecamatan di Pulau Serasan juga sedikit banyak bergantung atas ketersediaan berbagai bahan dan barang yang berasal dari Sematan karena jarak tempuh yang relatif dekat.(Humas)

 

Laporan : Merni Lasmita
Editor     : Indra H Piliang

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close