RIAUSIAK

Bupati Siak, H. Alfedri Berazam Tahun Depan Tambah Event Baru Triathlon Syariah

KARIMUNTODAY.COM, SIAK– Tradisi kenduri apam merupakan sebuah tradisi yang biasanya di lakukan oleh masyarakat melayu Siak zaman dulu. Kegiatan ini dilakukan ketika memasuki bulan rajab, bertepatan pada peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tradisi kenduri apam dalam rangka fasilitasi dan partisipasi masyarakat dalam mengelola kekayaan budaya daerah, acara berlangsung di pentas Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, kamis, (21/03/2019).

Bupati Siak Alfedri berkesemapatan hadir pada acara tradisi kenduri apam itu. Dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya melayu yang ada di Siak. Bagi orang melayu Siak dulu, setiap bulan hijriah memiliki makna dan Filosofi tersendiri. Di setiap bulan hijriah ada bulan mulia yang berkaitan dengan nilai budaya dan khazanah yang tinggi namun di lestarikan.

Bupati Siak Alfedri didampingi ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Wan Said usai memotong kue Apam.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini, dengan dilaksanakanya tradisi kenduri apam dapat mengangkat tradisi yang telah lama hilang,”kata dia.

Ia berharap kepada dinas pariwisata, kegiatan ini dapat di masukan ke dalam kalender event pariwisata. Sehingga setiap tahun masyarakat ingat, misal di 10 muharom ada event bubur asuro. Lanjutnya, tahun depan dirinya berazam akan menambah satu event lagi yang di beri nama Triathlon Syariah yaitu memamah berkuda dan renang. Ini kan olah raga yang di sunnahkan umat muslim.

“Kami berazam tahun depan akan menambah satu event lagi, yang di beri nama triathlon syariah di Siak, tiga olah raga yang diajukan rasulullah memamah, berkuda dan renang”ungkapnya.

Bupati Siak Alfedri, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Wan Said memperlihatkan Kue Apam,Kamis, (21/03/2019).

Sementara itu Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak Wan Said mengatakan, kegiatan kenduri apam sangat lekat dengan kehidupan masyarakat melayu Siak, dari zaman Kerajaan Siak. Namun saat ini masyarakat sudah jarang melakukannya. Padahal banyak manfaat dan sekaligus melestarikan tradisi melayu Siak. Kenapa harus kue apem sebagai hidangannya.

“Karena bahan kue apam sangat sederhana, terbuat dari tepung beras, dan pada masa itu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan cara beladang menanam padi, sehinga bahan untuk membuat kue apam cukup dengan menumbuk dan menjadi tepung,” ungkapnya.(*/r)

Laporan   : Wahyu Uliadi

Editor       : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close