JAWA TENGAH

Bus Rombongan Wisata Pelajar SMPN 1 Pulokulon Grobogan Terperosok di Tol Pejagan Brebes, 4 Tewas, Puluhan Luka-Luka

 

KARIMUNTODAY.COM,GROBOGAN,- Bus rombongan wisata Smp Negeri 1 Pulokulon mengalami kecelakaan di tol Pejagan Brebes,Jawa Tengah,Senin dinihari(01/10). Empat pelajar meninggal dunia. Puluhan luka-luka. Salah satu pelajar sempat ragu berangkat wisata karena trauma mengingat tahun lalu rombongan wisata kakak kelas mereka juga mengalami kecelakaan.

Bus Agam Tungga Jaya bernopol AE 7227 UP mengalami kecelakaan di ruas tol Kanci-Pejagan Km 236 Brebes, pada Senin dini hari. Bus tersebut berisi 48 penumpang yang terdiri dari siswa dan guru Smp Negeri 1 Pulokulon. Bus tersebut merupakan satu dari lima rombongan siswa yang akan berwisata di daerah Jakarta dan Bandung. Bus tersebut merupakan bus urutan kedua dari lima bus yang ada.

Rombongan tersebut berangkat pada Minggu siang, namun pada pukul 00.30 wib bus mengalami kecelakaan tunggal di ruas tol Kanci-Pejagan. Diduga sang sopir yang bernama Adi Sanjaya mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraan. Akibatnya bus terperosok ke areal persawahan yang ada di tepi jalan tol. Dalam musibah tersebut, empat siswa meninggal dunia di lokasi kejadian,sedangkan lainnya mengalami luka-luka. Empat korban meninggal dunia bernama Desi Rukma, Ahmad Maftuh, Ahyat,dan Fidya Kastarena.

Sulasi, ibu Fidya,salah satu korban. Sempat shock mendengar kabar anaknya mengalami kecrlakaan. Sebelum berangkat,kepada ibunya,Fidya sempat mengutarakan keraguannya saat akan berangkat berwisata. Kepada ibunya,Fidya mengatakan untuk duduk di kursi tengah, karena takut terjadi kecelakaan. Mengingat tahun lalu rombongan wisata kakak kelas mereka juga mengalami kecelakaan. Ketika itu, satu siswa meninggal setelah bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan di tol Cipali. “Sebelumnya ada firasat beberapa hari Fidya diam tidak seperti biasanya yang ceria. Sempat lupa bersalaman saat hendak berangkat,” Sulasi ibu korban

Kabar kecelakaan itu diterima pihak keluarga pada Senin pagi. Pihak sekolah mengabarkan kejadian tersebut kepada orang tua masing-masing. Pihak keluarga sempat akan bertolak ke Cirebon untuk melihat secara langsung jenazah korban. Namun, pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Pulokulon bersama kepolisian setempat meminta keluarga untuk tetap berada di rumah karena semua keperluan sudah diurusi oleh polisi dan biro perjalanan. “ Memang keluarga ada yang ingin bertolak ke Cirebon untuk melihat kondisi korban, namun kami bersama kepolisian meminta keluarga untuk tenang di rumah,karena semua sudah diurusi oleh polisi dan biro perjalanan dan sekolahan,” kata Mudjiono Ka UPTD Pulokulon.

Akibat peristiwa tersebut, pihak UPTD Pendidikan Pulokulon akan memberikan rekomendasi supaya tahun depan SMP Negeri 1 Pulokulon tidak melaksanakan wisata untuk sementara waktu.” Ya, tahun depan kita akan hentikan sementara program wisata di sekolah,” jelas Mudjiono

Rencananya, jenazah para korban tiba di rumah duka pada Senin malam. Pihak keluarga akan segara memakamkan jenazah korban di pemakaman umum desa setempat.(*)

Laporan   : Nurulyadi

Editor       : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close