KARIMUN

Derita Guru Honorer TK Al-Umara Kecamatan Meral Barat Menerima Gaji 300 Ribu Perbulan

Karimun,(KT) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Pendidikan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, mengaku sedih melihat nasib guru honorer di TK Al-Umara, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, pasalnya gaji honorer,(insentif) yang diberikan pemerintah kabupaten tidak setara dengan upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota, hanya di hargai sebesar, Rp. 300 ribu rupiah perbulanya, sungguh sangat memilukan.

Hal tersebut dikatakan, Hendri Bawole kepada karimuntoday.com Kamis,(26/7/2018), Ya’ dia sangat prihatin dengan nasib guru honorer di TK Al-Umara hanya di berikan gaji honorer,(insentif), sebesar 300 ribu rupiah, pasalnya, untuk kebutuhan hidup di saat sekarang uang sebanyak itu sampai dimana, jangankan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama satu bulan, untuk pembeli sabun saja belum tentu cukup.

“ Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui Dinas Pendidikan Karimun, terlihat kurang peduli dengan nasib para guru honorer di TK Al-Umara, karena sudah sekian tahun para guru tersebut menerima gaji sebesar itu, tidak terlihat untuk melakukan penambahan, padahal fungsi dan tanggung jawab seorang guru sangat besar, mencerdaskan anak bangsa, selayaknya para guru tersebut diperhatikan dan disejahterakan kehidupanya, agar bisa mencetak generasi muda yang handal di kemudian hari,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Tugas guru sangat mulia, kalau hanya diberikan gaji sebesar itu tentunya kita sangat prihatin, harusnya pemerintah daerah harus objektif, dengan memberikan gaji yang layak, jangan sampai gaji guru honorer lebih rendah dari upah buruh kasar,dan dia menduga persoalan ini tidak diketahui oleh bapak bupati karimun, pasalnya sepengetahuan dirinya, bupati sangat peduli dengan dunia pendidikan serta nasib para guru,” Cetusnya

Secara terpisah, Ibu Mardiah Kepala Sekolah TK Al-Umara, Kecamatan Meral Barat ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Kamis,(26/7/2018), Via Hp selularnya mengatakan, Memang benar sudah sekian tahun para guru di TK Al-Umara hanya menerima honorer insentif sebesar 300 ribu sebulan karena kami menerima gaji sesuai amprah satu bulanya sebesar Rp. 1,5 juta rupiah dan di bagi dengan 5 orang tenaga pendidik.

Dikatakanya lagi, Sebenarnya pengajuan untuk penambahan gaji honorer sudah berulang kali kami ajukan, pertama ke Dinas Pendidikan Karimun, tetapi tidak direspon, setelah itu melalui UPTD Pendidikan juga tidak direspon, bahkan kami juga meminta bantuan dengan salah seorang anggota dewan tetapi sampai sekarang hasilnya juga nihil, dan semoga dengan adanya pemberitaan di media ini, dibaca oleh bapak bupati semoga hatinya terketuk untuk menambah honorer kami,” Ujarnya

Selanjutnya, Untuk Tahun Ajaran baru ini, kami sudah sepakat tidak memungut biaya pendaftaran bagi para murid baru, begitu juga dengan alat tulis lainya, artinya, para anak didik cukup membawa bekal serta buku tulis, artinya, kami akan menerapkan program gratis untuk belajar di TK Al- Umara,semua itu kami lakukan agar tidak memberatkan beban para orang tua murid,” Tutupnya

Secara terpisah, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait masih adanya guru honorer yang menerima gaji insentif sebesar Rp. 300 ribu rupiah perbulanya, belum dapat dimintai konfirmasinya. (*)

Laporan    : Rudi Erwandi Wartawan karimuntoday.com

Editor        : Helmy Ridar


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close