BATAMKARIMUN

Diduga Ada Kongkalingkong Tokoh Masyarakat Desa Gemuruh Minta Proses Lelang Besi Scrab PT Timah TBK Agar Diulang Kembali

KARIMUNTODAY.COM,KARIMUN – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,(KPKNL) Kota Batam pada hari Rabu,(12/9/2018), kemarin melakukan proses lelang terhadap Besi Scrab milik PT Timah Tanjungbalai Karimun, namun, proses lelang tersebut dinilai kurang fair oleh sejumlah perusahaan yang mengikuti lelang, akibatnya salah salah seorang tokoh masyarakat Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepri angkat bicara.

Ibu Kamariah salah salah seorang tokoh masyarakat Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat, Karimun melalui sambungan telponya kepada karimuntoday.com, Minggu,(16/9/2018), mengatakan,Dia meminta kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,(KPKNL) Kota Batam, agar mengulang kembali proses tender besi scrab yang dilakukan pada hari Rabu,(12/9/2018), kemarin, pasalnya, dari informasi dilapangan dan kebetulan dia juga hadir pada proses pelelangan tersebut, bahwasanya ditemukan adanya kejanggalan,pasalnya, dimenit-menit terakhir penutupan, beberapa perusahaan yang memasukan penawaran dengan harga tinggi dari pada perusahaan pemenang tidak bisa memasukan penawaranya lagi di akibatkan server milik KPKNL lemah dan bisa dikatakan tidak berfungsi lagi, dan dia menduga ada permainan dalam proses lelang tersebut.

“ Itu sebelum waktu penutupan proses pelelangan pukul,14.00 WIB server milik KPKNL sudah lemah dan tidak berfungsi lagi, akibatnya perusahaan yang hendak melakukan penawaran kembali tidak bisa lagi, akibatnya perusahaan yang melakukan penawaran senilai, Rp. 12 miliar menjadi pemenangnya,sedangkan perusahaan yang akan melakukan penawaran sebesar, Rp. 14 miliar mengalami kegagalan,dan disenyalir ada persekongkolan antara oknum panitia lelang dengan perusahaan pemenang, oleh sebab itu agar tidak timbul kecurigaan, diminta kepada panitia lelang, untuk mengulang kembali proses pelelangan tersebut,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Besi scarb milik PT Timah TBK  yang di lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,(KPKNL) Kota Batam  sebanyak, 4.200 Ton dengan nilai limit lelang sebesar Rp. 9.513 Miliar,sekali lagi agar tidak timbul polemic, diminta untuk kembali melakukan proses lelang dengan transparan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” Tutupnya

Secara terpisah, Panitia Lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,(KPKNL) Kota Batam, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait adanya tudingan bahwa proses lelang yang dilakukan tidak fair dan salah seorang tokoh masyarakat Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Karimun, meminta agar lelang tersebut diulang kembali, belum dapat dimintai tanggapanya.(*)

Laporan   : Lukman Hakim

Editor       : Indra H Piliang


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close