BATAMTANJUNG PINANG

Ditresnarkoba Polda Kepri Ungkap Peredaran dan Tersangka Kasus Narkoba dari Empat Lokasi Berbeda di Kota Batam

 

KARIMUNTODAY.COM, BATAM – Personil Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil menggungkap dan menangkap sejumlah tersangka tindak pidana narkotika dari empat lokasi pada waktu berbeda di penjuru kota Batam. Mereka yang dibekuk tersebut kini dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Kepri, masing-masing berinisial A alias DY Bin ZKI dan IT Bin NT, MY alias Y Bin S, AZ alias AJ, KML alias UD dan MHD alias SH bin ABD.

“Ada empat laporan polisi (LP) yang kita ekspose hari ini, yaitu LP: LP-A/120/IX/2018/SPKT-Kepri, tanggal 21 September. LP: LP-/125/IX/2018/SPKT-Kepri, tanggal 25 September.LP: LP- A/57/IX/2018/SPKT-Kepri, tanggal 25 September dan LP:LP- A/126/IX/2018/SPKT-Kepri, tanggal 25 September ,”kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga, pada awak media, Kamis (28/9).

Erlangga dalam menjelaskan didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes K. Yani Sudarto, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Siregar, dan Wakil Direktur Resnarkoba Polda Kepri di Pendopo Mapolda Kepri.

Dijelaskannya, pada kasus pengedaran narkotika daun ganja kering, Jumat 21 September 2018 sekira pukul 20.00 wib, terdapat 2 orang tersangka yang berhasil diungkap dengan inisial DA alias DY Bin ZKI dan IT Bin NT. “Tersangka DA alias DY ditangkap oleh anggota Polri di daerah SPBU Tiban III, pada saat berjumpa, DA menghubungi temannya IT dan memesan daun ganja kering sebanyak 1 Ons dengan harga Rp1.000.000,”ujarnya.

Kemudian lanjut dia, saat IT datang memberikan bungkusan daun ganja yang dibalut dengan lakban warna coklat ke DA dan kemudian anggota melakukan penangkapan pada kedua tersangka ditemukan daun ganja kering seberat 70 gram, dan anggota lainnya melakukan penangkapan kepada IT dan menemukan daun ganja kering seberat 20,40 gram. Ia menambahkan, pengungkapan selanjutnya Ditresnarkoba Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat dan berhasil mengungkap kasus pengiriman Narkotika jenis sabu dari Malaysia yang mana pada hari senin, tanggal 24 September 2018 sekira pukul 22.00 wib di Pantai Daerah Nongsa, Batu Besar, Nongsa, Batam.

“Narkotika jenis sabu tersebut dibawa oleh tersangka inisial MY alias Y Bin S menggunakan Speed Boat. Saat dilakukan penggeledahan di temukan di dalam tas ransel 3 bungkus serbuk Kristal diduga sabu dengan total berat 4.376 gram,”urainya. Tersangka MY kepada polisi mengaku bahwa narkotika tersebut didapati dari S (DPO) di Johor, Malaysia, yang rencananya sabu tersebut akan ia bawa ke Medan, Sumatera Utara.

“Selanjutnya TKP pada hari Selasa tanggal 25 September 2018 sekira pukul 09.45 Wib, petugas P2 Bea dan cukai yang bertugas dipemeriksaan X-Ray Bandara Hang Nadim berhasil calon penumpang yang membawa barang mencurigakan,” terangnya.

Tersangka, ketika itu, lanjut dia, membawa tas merk Bodypack, warna coklat yang didalamnya terdapat 2 bungkus plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu dari tersangka inisial AZ alias AJ. Kemudian petugas BC melaporkan temuan tersebut ke Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri.

“Kemudian kita lakukan pengembangan dan berhasil menangkap seorang laki-laki berinisial KML alias UD. Total berat 2 bungkus plastik berisikan kristal bening diduga sabu seberat 917 gram,”paparnya.

Lebih jauh dibeberkannya, pada ekspose kasus yang keempat Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil menangkap satu orang laki-laki inisial MHD alias SH bin ABD pada hari Selasa 25 September 2018 sekira pukul 16.15 wib di Bengkong Permai, Batam. “Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dari saku belakang terlapor 1 buah kotak rokok yang didalamnya berisikan 1 bungkus plastik bening berisikan Kristal bening diduga sabu,”urainya.

Dan, kemudian menurut pengakuannya, ianya masih menyimpan barang haram di kamar kosnya dalam kotak handphone berisikan satu bungkus plastik bening berisikan Kristal bening diduga Sabu. “Kemudian tersangka dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Masing-masing berat plastik bening berisikan Kristal bening seberat 18 gram dan 0,85 gram,”tukasnya.

pelaku dan tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 (1) Undang – Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*/r).

laporan : indra helmi

editor : indra h piliang


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close