humas karimun
karimuntoday.com

karimuntoday.com

images/17035.jpg
M. Yosli, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Karimun,Kepri.

KARIMUN (KT) - Sri Melati Siahaan, guru sekaligus wali kelas VII D SMPN Karimun yang telah melakukan kekerasan kepada siswinya, Adila (14) hingga menjalani operasi hanya gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran Matematika sudah diberi surat peringatan keras.

"Peringatan keras secara tertulis yang diberikan kepada guru tersebut, dikeluarkan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun. Sebelum memberikan surat itu, Disdik juga sudah memanggil guru bersangkutan," ujar M. Yosli, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Karimun kepada karimuntoday.com, Rabu (12/11/2014) siang.

Ditanya terkait Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, MS. Sudarmadi terkesan menghindar dari wartawan setelah adanya kejadian kekerasan terhadap siswi kelas VII D SMPN Karimun itu, menurut Yosli, apapun kejadian dibawah naungan dinas tersebut, pimpinannya harus memberikan keterangan kepada wartawan.

"Coba saya lakukan koordinasi dengan Kadisdik soal itu. Tetapi, hal yang wajib Kadisdik memberikan komentar atau tanggapan ketika wartawan mewancarainya soal kejdian itu. Apalagi menurut saya, hukuman yang diberikan kepada siswi tersebut tidak wajar," ucapnya lagi mengakhiri.

Seperti pemberitaan sebelumnya, siswi kelas VII D SMPN II Karimun Aldila (14) anak kedua dari lima bersaudara, Siti Mukaromah (35) warga RT 02 RW 01 Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun diberikan hukuman push up sebanyak 100 kali guru sekaligus wali kelasnya, Sri Melati Siahaan, S.P hanya karena  tidak mengerjkan PR mata pelajaran Matematika.

Dari hukuman sudah berupa tindak kekerasan dan sudah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, siswi bernasib malang diketahui anak dari seorang janda berkeja sebagai petugas kebersihan jalan, harus menjalani operasi di lantai 5 RSUD Karimun. Karena, dampak dari hukuman yang diberikan, timbul pembengkakan yang menonjol (penimbunan nanah) dibagian atas dubunrya siswi itu.(nov.k)


images/17033.jpg

Ket Photo, Bupati Lingga, H.Daria dan Ketua DPRD serta Para Wakil Ketua DPRD Lingga, dalam Paripurna Penyampaian  Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015.

LINGGA, ( KT ) - Pemerintah Kabupaten Lingga proyeksikan belanja Daerah pada tahun 2015  sebesar Rp 714.785.546.136, 82. Yang di bagi dalam dua kategori  terdiri dari belanja tidak langsung  dan belanja langsung. Hal tersebut di sampaikan Bupati Lingga dalam paripurna penyampaian  rancangan kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 di DPRD  Lingga.

Dalam pidatonya bupati Lingga, H. Daria menyampaikan 7 aitem  yang menjadi isu strategis  pembangunan di Kabupaten Lingga yang pertama target pencapaiyan tujuan pembangunan  milenium, yang meliputi. Menghilangkan angka kemiskinan absolud dan kelaparan, memberlakukan  pendidikan dasar yang universal, mengembangkan kesetaraan dan pemberdayaan perenpuan,  menurunkan angka kematian anak, memperbaiki kesehatan internal, memerangi HIV AIDS,
memerangi penyakit malaria dan menjamin kesinambungan lingkungan hidup.

Yang kedua gobalisasi dan perdagangan bebas, dimana hal ini sangat berdampak pada  perkembangan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dalam bidang perdagangan, investasi dan pasar  kerja meningkat.

Yang ketiga pencapaian IPM yang masih rendah, pemerintah mencanangkan pencapaiyan IPM  lebih tinggi dari tahun 2013, dimana dimana nilai IPM Kabupaten Lingga tahun 2013 hanya (72,41)  jauh di bawa nilai IPM provinsi Kepri (75,78). Hal tersebut dikarenakan kualitas pembangunan  manusia di Kabupaten Lingga masih berada dibawa standar kualitas pembangunan manusia,  dibanding dengan Provinsi maupun secara nasional.

Yang keempat pemerintah mencanangkan reformasi birokrasi, dimana kualitas birokrasi pemerintahan  Lingga perlu ditingkatkan terus, untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. Yang kelima meningkangkan kondisi perekonomian makro yang masih rendah, peningkatan  perekonomian Kabupaten Lingga, secara positif bertumbuh, namun belum bisa mewujudkan  masyarakat Lingga yang lebih  baik dan sejahtera.

Yang keenam pembangunan yang belum memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dimana  pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam masih dinilai kurang tepat dan hal tersebut sangat  berdampak terhadap lingkungan,  Dan yang ketujuh adalah peningkatan infrastruktur, seperti percepatan pertumbuhan yang  membutuhkan tambahan kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur.

Selanjutnya Bupati Lingga H. Daria menyampaikan, untuk mewujudkan tujuan di atas maka prioritas  pembangunan kabupaten lingga tahun 2015 adalah peningkatan pembinaan keagamaan dan  pelestarian khazanah adat dan budaya melayu.

Selanjutnya peningkatan sumberdaya manusia, kualitas pendidikan, dan kesehatan serta pelayanan  sosial masyrakat, secara terpadu dan berkesinambungan. Dimana untuk mencapai hal tersebut,  maka sesuai dengan undang-undang 20 persen dari APBD di fungsikan untuk Pendidikan, dan 10  persen dari belanja daerah di fungsikan untuk kesehatan.( RUSLI )

 images/17031.jpg

Ket Photo. Printer di Kantor BPMD Kepri yang tidak ada tintanya,(photo.Jaka Syafriadi).

TanjungPinang, ( KT ) – Sungguh sangat memalukan sekali kalau kantor yang berdiri di badan pemerintahan Profinsi Kepri ( BPMD ) tidak bisa menjaga kerapian dan perawatan pada alat  – alat fasilitas untuk penunjangan keperluan mereka dalam bekerja,namun di sia – siakan  begitu saja. Karna yang kita ketahui bahwa bagi alat – alat kantor yang di pakai sudah ada anggaran perawatan dari  APBD Profinsi Kepri.

Jadi  yang menjadi pertanyaan bagi kita, kemanakah anggaran perawatan itu sehingga  banyak barang – barang yang tidak terawat sampai – sampai perinter saja kehabisan tinta  tidak bisa terisi sehingga di biarkan begitu  saja, apalagi di tambah dengan keadaan ruangan  kantor terlihat meja kerjanya saja berserakan tidak tertata dengan rapi,menunjukan bahwa ini adalah suatu hal yang sangat  kurang baik, apalagi sebagai  Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (  BPMD ) Provinsi Kepri.

Ketika Tim dari media ini hendak melakukan kofirmasi kepada  Kadis BPMD  BURALIMAR salah seorang dari pegawai mengatakan,” bapak tidak ada “ tenyata beliau  tidak ada di kantornya di karnakan sibuk dengan pekerjaan di luar kantor, tidak puas dengan informasi dari salah seorang pegawai tadi Media ini mencoba lagi mencari informasi kepada staf pegawai yang  lain di  kantor tersebut namun mereka  tetap enggan berkomentar dan lebih memilih diam, berkemungkinan mereka takut untuk memberikan informasi.

  Kalau begini kondisi  terjadi pada  BPMD tersebut bagaimana mau  mengurus masayarat di desa, sedangkan pada Instansinya saja macam pasar ikan di pasar, Sehingga banyak alat – alat yang rusak tidak   terawat oleh pegawainya sehingga hanya berharap pengadaan alat kerja baru dari  Pemerintah Provinsi Kepri. Selama ini anggaran APBD Provinsi yang di pakai untuk  pengadaan alat – alat bagi penunjang pekerjaan suatu hal pemborosan yang tidak bermanfaat dan pembohongan bagi Masyarakat, Khususnya Masyarakat Kepri, jadi kepada  DPRD Provinsi Kepri jangan mudah memuluskan  anggaran  yang diajukan oleh BPMD Kepri, untuk kepentingan alat – alat penunjang kerja  karena  tidak tau merawat atau menjaganya. ( JAKA SYAFRIADI )

images/17029.jpgKet Photo : Oknum Rektor Terima Suap Dalam penerimaan Praja IPDN menerima uang dolar. (photo.ilustrasi).

 

Tanjungpinang, (KT)- Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Suhajar Diantoro diduga telah menerima uang suap sebesar US $10.000 atau setara Rp120.000.000, dalam penerimaan Praja IPDN 2014. 

 

Dari sumber yang layak dipercaya di dapat oleh media ini, ada keterkaitan pihak lain dari aksi suap untuk meloloskan calon praja untuk masuk IPDN, oknum tersebut di senyalir  salah seorang putra orang  nomor satu di Kepri dengan inisial,(H).

 

“ Ya saya dapat informasi dari salah seorang pejabat dilingkungan provinsi kepri, bahwa ada keterlibatan anak orang nomor satu dikepri,dari keterangan oknum pejabat tadi, anak orang nomor satu yang menanda tangani kwitansi tanda terima uang dari ayah calon praja(Andi Cory Fatahuddin), dan uang tersebut di serahkan di salah satu hotel di jakarta  kepada suhajar, dan juga tampa sepengetahuan suhajar ketika uang diserahkan diambil photonya untuk dokumentasi,” Imbuhnya

 

Dia juga sangat menyayangkan ketika orang tua korban melakukan konfrensi pers beberapa waktu lalu, tidak ada menyinggung” nama”, siapa yang menanda tangani kwitansi atau yang mempertemukan dengan suhajar, sebab, hanya satu nama saja  yang diungkap, nama suhajar, seharusnya yang memberi suap harus terbuka kepada pers dan public, artinya, jangan ada yang ditutup-tutupi.

 

Kabar menghebohkan itu dibeberkan sendiri oleh ayah calon Praja IPDN, Andi Cori Fatahuddin kepada wartawan di Tanjungpinang, Minggu (2/11) kemarin.

"Iya, saya sendiri (Andi Cori Fatahuddin) orang yang menyuap Pak Suhajar Diantoro, mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri tersebut, untuk memuluskan putri saya masuk IPDN," kata Andi saat jumpa pers di Jalan Pemuda.(***)

images/17030.jpg

Ket Photo : Spanduk IPMKK di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri.

Tanjungpinang,(KT) – Ikatan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun,Kepri melihat sejak kepemimpinan Lis Darmansyah menjadi walikota tanjungpinang, budaya melayu semakin hari semakin hilang, dia  berharap agar seluruh lapisan masyarakat melayu untuk merapatkan barisan, untuk membangkitkan kembali budaya melayu yang diwariskan oleh nenek moyang kita dahulu.

Hal tersebut dikatakan, Azahar MN Ketua DPP Ikatan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun,Kepri didampingi oleh, Sony Apriyadi Ketua DPD Kota Tanjungpinang kepada media ini selasa(11/11), Dia sangat prihatin sejak dua  tahun terakhir pasca peralihan kekuasaaan antara bu tatik dengan lis darmansyah sebagai walikota tanjungpinang budaya melayu seakan-akan kurang di perhatikan, tidak seperti jaman Bu Tatik dahulu, banyak iven-iven budaya melayu digelar, sebagai ajang mempromosikan kepri sebagai tanah melayu di tanah air, namun, sangat berbeda jauh ketika Kota Tanjungpinang dipimpin oleh Lis Darmansyah, iven-iven tentang budaya melayu sangat jarang digelar., oleh sebab itu, dia berharap agar Lis Darmansayah tidak lupa bahwa dia saat ini berada dibumi melayu.

  Dia banyak menerima laporan dari masyarakat bahwasanya budaya melayu di kota tanjungpinang, sudah mulai berangsur-angsur tidak di akomodir dan saat ini budaya etnis tertentu yang ditonjolkan, seandainya hal tersebut memang benar adanya, tidak menutup kemungkinan budaya melayu di kota tanjungpinang akan pupus,karena tidak didukung sepenuh hati oleh Pemko Tanjungpinang di bawah ke pemimpinan Lis Darmansyah,” Ujar Azahar

Ditambahkanya lagi, Dia berharap Lis Darmansyah sebagai Walikota Lebih serius dan getol  untuk membangkitkan kembali budaya melayu di kota tanjungpinang, sebab bak ibarat pepatah lama” dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung” Pungkas Azahar MN

Secara terpisah, Lis Darmansyah Walikota Tanjungpinang sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait, tudingan IPMKK bahwa Budaya Melayu semenjak kota tanjungpinang dipimpinya sudah mulai pupus, belum dapat dimintai konfirmasinya.(***)

images/17028.jpg
Ket Photo : Tampak Para Narasumber dan Para Peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sebelum acara di mulai.

TanjungPinang, ( KT ) – Telah berlangsung kegiatan yang di adakan oleh UNIVERSITAS  MARITIM RAJA ALI HAJI, ( UMRAH ) di kampus mereka yang berada di Jl.Senggarang pada  Hari Selasa 11/11/2014 yang di mulai pada pukul 9.00 pagi Wib dengan tema Inovasi  pengolahan  produk hasil Prikanan berbasis biota laut lokal.

Dengan di adakannya kegiatan ini sebagai suatu usaha yang telah di kembangkan dari  para mahasiswa di bidang Perikanan dan kelautan Kota TanjungPinang. Pada saat acara  belum di mulai Tim dari Media Ini melakukan wawancara langsung kepada salah seorang sebagai narasumber di dalam kegiatan tersebut, beliau adalah Ibu LILY VIRULY  S.TP, M.Si dan beliau menjelaskan,” Latar belakang terselenggaranya acara ini adalah  untuk memperkenalkan jurusan teknologi hasil prikanan kepada Masyarakat Kepri bahwa  di UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI ( UMRAH ), ada jurusan yang dapat
mengembangkan hasil pengolahan biota laut.

Sambungnya, sebagai bidang teknologi prikanan maka yang telah kita ketahui bahwa  Provinsi Kepri 96 % adalah laut karna dari itu kita dari teknologi Prikanan di UMRAH ini,  telah bekerjasama dengan, DISPERINDAG, UKM, IKM, dan KOPRASI yang ada di Kota  TanjungPinang dalam mengolah ikan menjadi permen yang terbuat dari ikan, dendeng  ikan, sosis ikan, abon ikan dan di samping itu kami juga mengadakan pameran dari hasil  pengolahan dari anak – anak kami di teknologi Prikanan agar dapat di kembangkan serta  di kenalkan di Masyarakat Kepri, ujarnya.

Pada acara yang berlangsung turut juga di hadiri oleh Dekan Fakultas Prikanan, Bapak DR  Ir. BUSTAMI IBRAHIM, M.Sc sebagai orang yang juga sebagai pembuka ataupun yang  membuka acara tersebut. Dalam acara itu di isi juga dengan pembacaan ayat suci Al  Qur’an, dan pembacaan doa yang di bawakan oleh para mahasiswa UMRAH di bidang
Teknologi Perikanan.

Dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi manfaat bagi masyarakat Kepri dan dapat  juga menjadi perhatian dari Pemerintah Kepri khususnya Kota TanjungPinang supaya  memberikan bantuan dalam pendanaan demi mengembangkan apa yang sudah menjadi  nyata dan sangat berguna untuk kepentingan Masyarakat umumnya. ( JAKA SYAFRIADI )


images/17027.jpg
KARIMUN (KT) -  Permasalahan sampah hingga saat ini di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun masih menjadi pembicaraan hangat dikalangan publik. Soalnya, mengenai permasalahan tersebut belum juga dapat teratasi.

Adanya permasalahan itu, tudingan miring ke Badan Kebersihan Pertaman (BKP) Pemkab Karimun, yang dipimpin Faisal Taufik sebagai Kepala Dinas kerap terdengar. Namun terkait tudingan terhadap BKP tentang kinerjanya, Bupati Karimun, Nurdin Basirun seakan-akan menampik atau menolaknya.

Bupati Karimun mengatakan, BKP memang sebagai penggerak kebersihan lingkungan. Tetapi, dalam pelaksanaan perlu bantuan dari seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkannya.

"Kebersihan sebagian dari pada iman. Jika semua masyarakat tinggi kepedulainnya terhadap kebersihan lingkungan, tentunya akan terhindar dari penyakit. Mengenai kebersihan sudah menjadi tanggung jawab bersama," tegas Nurdin saat ditemui karimuntoday.com, Selasa (11/11/2014).

Pada kesempatan ini Nurdin mengaku kebersihan didalam panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun masih belum terjaga dengan baik. Meskipun demikian, tidak bisa dilemparkan sepenuhnya ke BKP.

"Coastal Area telah menjadi tempat pusat keramaian masyarakat, oleh sebab itu tentang kebersihannya sangat perlu dijaga. Dan tidak hanya ditempat tersebut, seluruh lingkungan di Karimun sangat wajib dijaga kebersihannya secara bersama-sama," pintanya dengan sangat.
 
Berdasarkan pantauan karimuntoday.com dilapangan, didaerah Paya Manggis Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral tidak adanya terlihat tempat sampah kecil maupun bak container (tempat sampah besar), yang dikeluarkan oleh BKP Pemkab Karimun. Sedangkan masyarakat  didaerah itu sangat membutuhkan tempat sampah tersebut.
 
Kepala BKP Pemkab Karimun, Faisal Taufik ketika dikonfirmasi menyebutkan, duluny didaerah Paya Manggis sudah disediakan tempat sampah (counteiner). Tetapi kata dia, RT setempat tidak mengizinkan dengan alasan tidak ada lahan.
 
"Kata RT itu pemilik lahan tidak memberikan ditempatkan tempat sampah diatas lahannya. Sehingga kita (BKP) menjadi serba salah dibuatnya. Sedangkan di Paya Manggis memang membutuhkan tempat sampah. Dengan tidak adanya tempat sampah ditempat itu, sampah sering terlihat berserakan disamping jalan umum," tuturnya.
 
Ditanya apakah ada wacana dari BKP Pemkab Karimun memberikan tempat sampah di Paya Manggis Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral yang sangat diharapkan masyarakat setempat, Faisal Taufik akan mencari solusi agar bisa ditempatkan tempat sampah didaerah tersebut dalam waktu dekat ini.(nov.k)

images/17025.jpg
Ket,Photo : Kapolres Karimun sedang Memberikan Materi kepada Pemuda dan Pemudi.

KARIMUN (KT) - Menjelang perayaan tahun pemuda pada 7 Desember 2014 nanti, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKPB) Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri memberikan pembakalan kepada pemuda dan pemudinya dalam persiapan menghadapi tantangan zaman belum lama ini.

Pimpinan Jemaat Gereja HKBP Tanjung Balai Karimun, Pdt. Albenar Silaen. S.Th mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema "Mempersiapkan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Zaman", dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa secara khusus dalam memahami tanggungjawab sebagai warga Negara Indonesia, sehingga memiliki spritualitas dan intelektualitas yang berkualitas.

Dikatannya, tantangan zaman tidak hanya terfokus dari sisi kerohanian atau imannya, tetapi secara umumnya mengenai tanggungjawab pemuda-pemudi terhadap bangsa maupun negaranya. Bertepatan pada tahun ini Gereja HKBP membuat suatu program menjadi tahun pemuda sedunia. Maka dari itu pemuda-pemudi perlu diberikan pembekalan sebagai membenteng diri.

''Pemuda Batak yang ada di Kabupaten harus bisa memahami adat dan budaya Melayu. Artinya, tidak hanya memiliki budaya Batak, tetapi harus mengerti budaya Melayu," ungkap kepada karimuntoday.com, Selasa (11/11/2014).

Lanjutnya lagi, dalam kegiatan pembakalan diberikan kepada pemuda-pemudi HKBP ada enam materi yang disampaikan. Sedangkan pamteri atau narasumber selaku penyampai materi dihadirkan sebanyak lima orang, diantaranya Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan, Dandim 0317 Tbk, Letkol Dick Jerry Simanungkalit serta Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, H. Simarmata. SH.

"Dari kesemua materi-materi itu diantaranya, tentang sumpah pemuda demi kemajuan masa depan generasi bangsa dalam membangunan NKRI, pemahaman kebebasan beragama, hukum negara, dan budaya, membangun SDM serta membangun pemuda-pemudi Geraja HKBP yang berbudaya," terangnya.

Pdt. Albenar Silaen berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan kedepannya, pemuda maupun pemudi HKPB harus memiliki jiwa patriot dan keberanian untuk menolak hal-hal tidak baik, kemudian berani melakukan kebenaran. Selain itu hasur mendasari Hari Sumpah Pemuda sebagai kemajemukkan diri," pintanya mengakhiri.(nov.k)

 

 images/17024.jpg

Jalan KB Atas Komplek Timah(PN),Kalau malam gelap gulita, tempat pacaran para muda mudi.(photo.anies).

Karimun,(KT) –Warga Komplek Timah PN dibuat resah akibat ulah segelintir muda mudi yang sedang memadu kasih di Jalan KB Atas hampir setiap malam, sebab, kondisi jalan tersebut ketika malam hari sangat gelap, untuk itu diminta kepada PLN Karimun untuk memasang lampu jalan, sehingga jalan tersebut menjadi terang.

Ibu Ayu salah seorang Warga Complek Timah kepada media ini selasa,(11/11), mengatakan, Sebenarnya JalanKB sudah lama dijadikan tempat pacaran oleh para muda mudi, karena ketika malam hari tidak ada warga yang melintas di jalan tersebut, karena tidak ada penerangan(gelap), kondisi itu di manfaatkan oleh para anak-anak muda untuk memadu kasih.

  Pihak PLN diharapkan untuk memasang lampu jalan, sehingga ketika malam hari jalan tersebut akan terang, tentu para muda mudi tidak akan mau lagi jalan tersebut dijadikan tempat pacaran karena sudah terang, celakanya lagi, saat ini mereka tidak tau waktu lagi, bahkan jam 12.00 wib malam mereka masih berada di jalan tersebut,” Imbuh Ibu Ayu

Dikatakanya lagi, Dia juga berharap Satpol PP untuk melakukan patrol di jalan tersebut, sehingga para muda mudi tidak berani lagi lokasi tersebut dijadikan tempat pacaran, atau berbuat yang bukan-bukan,” Pintanya(Anies)

images/17026.jpg
Keterangan foto berita : Pertemuan antara DPRD Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dengan DPRD Kabupaten Tanjung Barat, Provinsi Jambi di ruang Panitia Musyawarah (Panmus) gedung DPRD Karimun, Selasa (11/11/2014) siang.
 
KARIMUN (KT) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab), Provinsi Jambi, Ahmad Ja'far bersama 15 anggota dewan lainnya terdiri dari komisi 1 melakukan kunjung kerja (kunker) ke DPRD Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (11/11/2014) siang.

Tamu yang datang mengunakan bus Pemkab Karimun itu, langsung disambut Ketua DPRD Kabupaten Karimun, HM. Asyura. Setelah penyambutan secara singkat, antara kedua lembaga legislatif dari dua daerah tersebut melakukan pertemuan di ruang Panitia Musyawarah (Panmus) gedung DPRD Karimun.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab), Provinsi Jambi, Ahmad Jafar saat ditemui mengatakan, kedatangan bersama rombongan ke DPRD Karimun selain dalam rangka kunker, juga untuk mempererat silaturahmi.

Lebih jauh dikatakannya lagi, inti dari kunker yang dilaksakan untuk meminta masukan, pandangan serta pendapat tentang kepelabuhan dan laut. Sebab, mengenai hal-hal tersebut Kabupaten Karimun telah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) nya terlebih dahulu dari pada Kabupaten Tanjab.

"Saat ini DPRD Kabupaten Tanjab sedang menyusun Perda tentang Perhubungan Laut, Pelabuhan serta Pemerintah Daerah. Maka dari itu kami perlu banyak belajar dengan DPRD Karimu soal itu. Hasilnya, setelah dilakukan pertemuan, banyak hal-hal dan masukan yang didapat," ungkapnya kepada karimuntoday.com.

Lanjutnya, mengenai kepelabuhan dan laut Kabupaten Tanjab masih masuk diwilayah Pekanbaru. Dan menurutnya zona tersebut dikira tidak tepat. Karena, hasil laut (ekspor) yang dari Kabupaten Tanjab yang dibawa lebih banyak ke Batam, Singapur dan Malaysia.

"Laut yang dilalui menuju ketempat-tempat tersebut berada diwilayah Provinsi Kepri, Tentunya itu mempersulit para pengusaha yang ada di Kabupaten Tanjab. Dari pada itu memang sangat diperlukan adanya kerjasam antara Pemkab Tanjab dengan Pemkab karimun mengenai soal tersebut," ucap Ahmad.

Dalam kunker, Ahmad bersama anggota DPRD Kabupaten Tanjab juga membahas soal pendidikan. Yang mana katanya, tenaga pendidik (Guru) di Kabupaten Tanjab mengenai honornya masih terbilang rendah.

"Tenaga pendidik di sekolah swasta yang masih honor insentif didapat sebesar Rp 250 perbulan. Itupun yang menerima tunjangan tersebut tidak merata. Intinya sangat berbeda di Kabupaten Karimun, yang pemberian instifnya diberlakukan merata mencapai Rp 1 juta perbulannya," katanya.

Disamping itu Ketua DPRD Karimun, HM. Asyura sangat menyambut baik kedatangan rombongan anggota DRPD Kabupatten Tanjab, Provinsi Jambi dalam rangka melakukan kunker.

"Tamu yang datang itu untuk meminta pendapat serta masukan seperti Perda-Perda yang telah di buat Kabupaten Karimun, diantara tentang laut, perkapalan, kemudian soal pendidikan. Mengenai harapan adanya kerjasama itu, keputusannya berada di Kepala Daerah di Kabupaten Karimun," ujar Asyura singkat.
 

Pantauan karimuntoday.com, dalam kunker dari DPRD Kabupaten Tanjab ke DPRD Karimun juga dihadiri beberapa SKPD Kabupaten Karimun, diantaranya Dinas Perhubungan. (nov.k)

Canggai Putri

KALENDER BERITA

« March 2015 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
DISPENDA KARIMUN