humas karimun
humas karimun

Akbar: JK jangan dipecat dari Golkar jika jadi capres

Published in POLITIK
Written by  02 July 2012
Rate this item
(0 votes)

Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa dia akan memecat kadernya jika ada yang berani nyapres, sebaiknya tidak diberlakukan terhadap Jusuf Kalla.

"Ya kan begini, hak setiap warga negara untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Jusuf Kalla kan juga punya hak untuk itu, apalagi pengalaman dia sebagai wakil presiden, tentunya hal ini akan menjadi pertimbangan juga bagi masyarakat. Saya kira janganlah kalau dipecat, sebaiknya ini jadi bahan pertimbangan," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (2/7).

Walaupun secara eksplisit, dia mengakui pernyataan Ical memang tersirat ke arah pemecatan. Alangkah baiknya semua kader Golkar menghormati keputusan resmi partai pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang menetapkan Ical sebagai calon tunggal Golkar untuk bertarung di Pilpres 2014.

"Ya itu kan secara eksplisit memang tersirat, jika ada calon yang sudah ditetapkan secara resmi maka alangkah baiknya menghormati keputusan partai," tandasnya.

Dalam Aturan Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) seorang kader apak dipecat. Pertama mengundurkan diri, kedua meninggal dunia, dan ketiga tidak mematuhi atau melanggar peraturan partai yang sudah ditetapkan dan diputuskan secara resmi.

Mantan ketua DPR RI ini pun secara tegas menyatakan dukungannya kepada Ical dibanding JK sebagai capres. Pasalnya, Ical sudah resmi ditetapkan dalam Rapimnas. "Ya tentunya Ical karena sudah ditetapkan secara resmi melalui hasil polling suara partai dan ditambah dari hasil resmi rapimnas," tukasnya.

[bal] //merdeka

KALENDER BERITA

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30