humas karimun
humas karimun

Optimalisasi Ketercukupan Air Petani, Puluhan Kios di Bantaran Irigasi Glapan di Bongkar Petugas

Published in KARIMUN
Written by  09 August 2017
Rate this item
(0 votes)

 

 

Ket Photo : Terlihat Alat Berat Membongkar Puluhan Bangunan Kios Kaki Lima di Sepanjang Saluran Irigasi Milir Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

 

Grobogan,(KT),- Puluhan bangunan kios pedagang kaki lima di sepanjang Saluran Irigasi Mlilir,Grobogan,Jawa Tengah,terpaksa dibongkar paksa oleh petugasPembongkaran ini dilakukan karena pedagang masih belum membongkar kios mereka setelah batas waktu selama dua bulan yang diberikan petugas tak diindahkan.

 

Satu unit eksafator ini langsung merobohkan satu persatu bangunan permanen puluhan warga yang mendirikan bangunan dibantaran Saluran Irigasi Mlilir,Grobogan,Jawa Tengah,(08/8)bangunan yang digunakan tempat tingal dan lapak para pedagang kali lima ini terpaksa dirobohkan petugas/karena hingga batas waktu selama dua bulan sejak bulan mei hingga akhir bulan juli yang telah disepakati bersama tak dihiraukan. Dengan kawalan petugas gabungan Satpol ,Polisi,dan TNI bangunan yang masih berdiri terpaksa dirobohkan. Para pedagang pun tidak bisa berbuat banyak dan tidak memberikan perlawanan melihat lapak dan bangunan tempat mereka berjualan dirobohkan petugas.”Ya kita menyadari mas,karena tanah yang kita tempati bukan milik kita,kita hanya numpang tanah pemerintah,” ucap Soleh pedagang.

 

Menurut Kepala Balai PSDA Bodri Kuto Indah Sulistyowati,saat ditemui dilokasi mengatakan pembongkaran kios pkl ini dilakukan disamping lokasi yang tidak diperolehkan untuk didirikan bangunan,pembongkaran ini dilakukan untuk memperlancar kebutuhan air para petani di daerah irigasi glapan yang selama ini belum optimal.” Pembongkaran ini kita lakukan untuk optimalisasi demi ketercukupan kebutuhan air para petani yang menggunakan air dari irigasi bendung glapan,terutaam saat musim kemarau yang selama ini belum optimal,karena terkendala bangunan-bangunan disepanjang irigasi,”ucapnya

Ia menambahkan,pembongkaran tersebut akan dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 8 hingga 10 Agustus sesuai hasil kesepakatan bersama dengan Balai Besar,kecamatan gubug,Koramil,Polsek,dan kepala desa tangal 1 agustus lalu.” Ini aksi terakhir setelah dua bulan tenggang waktu yang diberikan ada bangunan yang masih berdiri,terpaksa kita eksekusi,kita berterima kasih sudah 80 persen warga dengan kesadaran sendiri sudah membongkar bangunannya,” jelasnya

 

Daerah irigasi glapan mengairi sekitar 18 ribu hektar sawah petani yang meliputi dua Kabupaten Demak Dan Grobogan. Dengan dibongkarnya bangunan tersebut,diharapkan bisa memperlancar kebutuhan air para petani dan mempermudah pemeliharaan dan rehabilitasi saluran irigasi glapan yang selama ini terkendala keberadaan kios bangunan pkl di sepanjang saluran irigasi. Tidak ada kompensasi bagi para pedagang yang kios mereka dobongkar karena keberadaan mereka yang ilegal. Jika mengacu dengan Perda Provinsi No 8 Tahun 2009 dan Permen PU-PR No 8 TH 2015 pkl yang berdiri diatas saluran atau sempadan saluran melanggar sehingga perlu ditertibkan.(nur)

 

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31